Sepertinya rencana kenaikan harga BBM memang sudah tak bisa dihindarkan lagi. Biasanya berbuntut kenaikan harga yang lain. Aku bukannya mendukung kebijakan yang akan dilakukan pemerintah. Sejak harga Pertamax menembus angka 8.000, Vitri tak lagi mengonsumsi Pertamax. Rasanya sudah tak masuk akal membeli satu liter bahan bakar dengan harga itu. Tak masuk dompet juga.
Di sisi lain spesifikasi mesin (mobil dan sepeda motor) menuntut penggunaan bahan bakar jenis tertentu. Misalnya Suzuki Thunder 125 dengan kompresi 1:9,2 membutuhkan bahan bakar dengan oktan minimal 92, yaitu Pertamax. Bila tidak dipenuhi akan membuat mesin menggelitik (knocking). Peruntukan bahan bakar yang cocok dengan mesin bisa dilihat dalam tabel buatan Kang Saftari.
Nah daripada buang-buang waktu dan energi memaki-maki pemerintah; sambil menunggu bahan bakar alternatif yang murah *colek Pak Dee* dan produksi dalam negeri sebagai pilihan mengurangi candu subsidi BBM, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghemat penggunaan BBM.
» gunakan knalpot standar bawaan pabrik. Penggunaan knalpot racing/freeflow sudah ga jaman, selain akan mengotori bumi juga boros.
» [usul dari nengbiker] maksimalkan penggunaan kendaraan Anda. Kalau naik mobil bisa cari tetangga dekat rumah yang tujuannya searah, dan sebaliknya cari teman kantor yang rumahnya berdekatan. Untuk pengguna sepeda motor bisa berboncengan baik jarak dekat maupun saat turing. Selain membuat kendaraan Anda makin berguna juga bisa cari tambahan duit untuk beli bengsin.
» tak perlu menggeber-geber mesin cuma karena ingin pamer knalpot. Apa gunanya suara knalpot yang berisik tapi ga ada larinya?
» merawat mesin dengan rajin servis rutin dan menggunakan octane booster untuk membantu kerja bahan bakar murah.
» mencari rute baru dengan jarak tempuh yang paling singkat. Kalau perlu harus melewati aliran kali atau tanah berbukit, segera modifikasi kendaraan Anda supaya bisa melintasi rute tersebut.
Mungkin saja tak lama lagi tampilan fuelmeter akan seperti ini…

*Sumber gambar dari milis









Komentar