Tulisan Kamus Galak semata timbul karena kebiasaan saya yang bodoh dan masih harus banyak belajar, bahwasanya menggunakan tanda baca berlebihan itu tidak baik. Kata guru bahasa saya dulu. Apalagi saya dapatkan hal itu di situs Pusat Bahasa. Dan sampai sekarang saya masih berusaha menjalankan itu. Secukupnya. Tak kurang tak lebih.
Penggunaan tanda baca berlebihan hanya akan bikin sakit mata. Menimbulkan persepsi bahwa yang menulis sedang dalam emosi tertentu; berusaha mencari perhatian; aBeGeH. Blog adalah bahasa tulisan. Pun sms dan chatting. Ini pendapat saya yang berlimu dangkal dan masih harus banyak belajar. Mungkin saya terlalu cinta bahasa ibu, berharap banyak dari lembaga pemerintah. Bukankah pelangi harus selalu digapai? Anda sangat boleh dan dianjurkan untuk memiliki pendapat berbeda.
*tidur siyang*












Komentar