Archive for the 'Naik Motor Yuk!' Category

Pilih Spoke Atau Cast Wheel?

Salah satu kriteria saat membeli sepeda motor adalah jenis velg yang digunakan: spoke (jari-jari) atau cast wheel (disingkat CW, kadang disebut velg racing atau palang). Perbedaan kedua jenis ini bisa mencapai angka 2 juta bahkan lebih. Contohnya Honda Tiger (biasa) dibandrol 20,6 juta sementara Honda Tiger CW berharga 23,2 juta.

Spoke wheel alias jari-jari

Jenis velg jari-jari ini selain lebih murah juga mudah perawatannya. Bila ada besi jari-jari yang rusak akibat membentur lubang di jalan, cukup mengganti jari-jari dengan yang baru, tak perlu mengganti seluruh bagian velg.

Namun ada juga kelemahannya. Saat pencucian harus membersihkan ruas jari satu per satu. Selain itu tak bisa dipasangi ban tubeless kecuali menggantinya dengan velg jari-jari yang khusus tubeless. Velg jenis ini masih jarang dan mahal harganya.

Padahal dengan menggunakan ban tubeless, saat ada paku yang menancap ban tak akan langsung kehilangan angin. Masih ada jeda beberapa saat sebelum akhirnya angin ban habis. Waktu ini bisa dimanfaatkan untuk mencari tambal ban, bahkan sampai di rumah. Bisa juga dimanfaatkan hingga beberapa bulan bila malas menambal ban :mrgreen:

Cast wheel (CW)

Sepeda motor dengan velg racing ini selain dianggap lebih gaya (dan lebih mahal) juga lebih nyaman. Velg bisa langsung dibalut ban tubeless. Bila ban bocor parah masih bisa diakali dengan menggunakan ban dalam dan berfungsi layaknya ban tube type. Selain itu bermacam bentuk palang jadi daya tarik tersendiri bagi penggemar velg ini.

Kelemahannya, bila velg ini rusak maka harus mengganti velg sekaligus. Apalagi tak ada yang menjual satuan alias velg depan/belakang saja, harus membeli sepasang. Selain itu velg standar biasanya tak terlalu lebar, disesuaikan dengan ukuran ideal dari pabrikan.

Pilih mana?

Dari kedua jenis velg di atas, pilihan akan bergantung selera, kebutuhan dan daya beli. Bisa juga membeli sepeda motor bervelg jari-jari. Selisih 2 jutaan dimanfaatkan untuk membeli velg variasi dan ban tubeless. Malah bisa mendapat velg yang tapaknya lebar, rata-rata 3 inci untuk belakang dan ban bermutu tinggi. Anggap saja harga sepasang velg variasi 1,2 juta ditambah sepasang ban Bridgestone Battlax BT45 800 ribu. Ongkos pasang bisa dihilangkan bila mau bersusah-payah memasang sendiri.

Hati-hati juga saat memilih velg variasi. Pastikan memilih jenis velg yang sesuai dengan sepeda motor yang digunakan agar tak diperlukan modifikasi lain yang bisa membengkakkan biaya. Pastikan juga untuk memilih velg variasi bermutu lumayan supaya tak perlu mengalami pecah velg di jalan.

Selamat Ulang Tahun, Jakarta!

Semoga Dewan Transportasi Kota Jakarta, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, Ditlantas Metro Jaya dan seluruh instansi terkait Provinsi DKI Jakarta punya niat tulus, mengesampingkan perbedaan lembaga dan mampu bekerja sama menyelenggarakan jalanan yang tidak berlubang, pelaksanaan aturan lalu lintas yang tanpa korupsi, tarif parkir yang manusiawi, serta penyediaan transportasi massal yang nyaman.

Solusi yang Mematikan

Kenaikan BBM tak terhindarkan, maksudnya keputusan sudah ditetapkan. Lebih baik memikirkan bagaimana mengatur keuangan supaya tak terlalu terpengaruh dengan perubahan tersebut. Yang terkait erat dengan penggunaan BBM tentu saja kendaraan bermotor yang menunjang pergerakan manusia dalam menjangkau penghidupannya.

Berikut beberapa tawaran solusi yang bila dilaksanakan bisa menghemat penggunaan BBM, tapi di sisi lain bila terjadi penyelewengan bisa semakin merusak, bahkan mematikan.

(+) Penyediaan transportasi massal yang baik. Ketersediaan transportasi massal yang dapat mengangkut banyak orang bisa jadi satu solusi mengurangi kepadatan lalu lintas dan penggunaan BBM pada kendaraan pribadi. Tarif terjangkau, rute yang melewati banyak ruas jalan, halte yang bersih juga aman, serta pelayanan yang ramah. Bisa ditambah dengan ketersediaan wi-fi sehingga membuat penumpang betah menunggu jadwal bus berikutnya.

(-) Dalam proses pengadaan angkutan umum harus melewati mekanisme yang ketat dan tanpa korupsi. Akan berbahaya bila persyaratan angkutan umum layak jalan jadi lahan bisnis. Kendaraan yang menghasilkan banyak polusi, bangku-bangku penumpang rusak, bau tak sedap, tentu tak menarik calon penumpang kecuali terpaksa banget.

(+) Menaikkan tarif denda pelanggaran lalu lintas. Harus dibarengi dengan pelaksanaan dan pengawasan aliran kas masuk yang ketat. Sehingga diharapkan para pengguna jalan menjadi tertib di jalan.

(-) Bisa jadi ajang korupsi baru dengan adanya tarif yang tinggi tanpa disertai pelaksanaan dan pengawasan. Alasan kenaikan BBM berbanding lurus dengan tarif nego saat terjadi pelanggaran. Mental ingin cepat tiba di tujuan dan memudahkan perjalanan masih jadi kelakuan favorit. Seakan dirinya harus segera tiba dan paling penting sedunia.

(+) Menggunakan roda dua sebagai pengganti roda empat. Dimulai dari pembuatan SIM C sesuai prosedur yang berlaku (tanpa calo), adaptasi berkendara, pengetahuan kondisi dan rambu rute yang dilalui dan pengetahuan singkat bila sepeda motor bermasalah. Konsumsi roda dua yang irit serta harga terjangkau jadi pertimbangan tersendiri. Berikut harga sepeda motor termurah jenis bebek dari 3 merek besar di pasaran, DP serta cicilan per bulan yang didapat dengan menelepon dealer terkait pada Senin, 26 Mei 2008:

Merek
Jenis Harga Diskon DP* Cicilan*
Honda
Supra Fit X 10.600.000 - 500.000
477.000
Suzuki Smash 11.125.000 1.500.000
650.000 436.000
Yamaha Vega R 11.300.000 1.100.000 400.000
474.000

* DP yang harus dibayarkan setelah dikurangi diskon
** Untuk angsuran 3 tahun

Bandingkan dengan harga sebuah Toyota Avanza tipe G keluaran terbaru yang harganya mencapai 125 juta rupiah dan harus rela menunggu hingga bulan September 2008! Jenis mobil ini digemari bukan lantaran masyarakat memiliki daya beli yang tinggi, tapi lantaran masih ada kebutuhan akan rasa nyaman dengan konsumsi BBM yang irit dibanding jenis mobil lain.

(-) Solusi irit bisa jadi mematikan. ATPM, distributor dan leasing hanya mengejar grafik tinggi. Mereka tak peduli apakah calon konsumennya sudah mampu mengendarai sepeda motor pilihannya. Saat survei dilakukan, yang dilihat hanya slip pendapatan dan pembayaran. Administrasi beres, sepeda motor langsung diantar esok harinya. Dengan pendapatan bersih 30 ribu rupiah per hari tentu tak sulit menyicil sebuah sepeda motor di atas. Keselamatan pengendara? Ah yang penting tembus target penjualan! Padahal, di Indonesia kecelakaan lalu lintas sudah jadi pembunuh nomor tiga setelah penyakit jantung dan stroke.

Vitri

Vitri Vitri namanya. Generasi ketiga Suzuki Thunder125 alias V3. Berulang kali disebut di blog ini tapi jarang terlihat. Maklum bukan banci tampil seperti pemiliknya. Setia menemani perjalanan, dari Sabang hingga Merauke kopdar. Sudah cukup banyak bloger beken yang ditemui. Hitam manis, sedikit pemalu, sexy, 14x cicilan lagi.

Setelah sekian waktu tak sempat mengurusinya dengan alasan yang dicari-cari sebagai pengganti kata malas, akhir pekan kemarin kami kembali bercengkerama.

» dimulai hari Sabtu dengan luluran dan pijat plus-plus mencuci. Beberapa bulan hanya berbasuh dengan air hujan membuatnya sedikit dekil. Saat selesai ia tampak makin sexy dan menarik.

» tampaknya ia juga kangen bertemu teman lama sesama Suzuki Thunder125. Jadilah malam Minggu kopdar di Bintaro Junction hingga lewat tengah malam. Obrolan diselingi dengan curhat tentang keluhan mesin. Sekalian saja minta tolong paru-paru Vitri untuk disemprot carb cleaner.

» puncak orgasme cengkerama tentu saja hari Minggu. Cek dan menambah air aki, dilanjutkan melumasi tali kopling dengan minyak goreng. Kan katanya sebelum penetrasi harus ada lubrikasi :lol: Setelah itu giliran gigi tarik alias gir dan rantai. Istilah gigi tarik ini kalau tak salah berasal dari daerahnya Bang Toga.

OH YEEES! Puas bisa bercengkerama lagi dengan Vitri yang berakhir dengan belepetan oli dan kotoran. Oh ya, Vitri juga sudah mulai mengonsumsi Pertamax lagi lho. Meluangkan sedikit waktu dan tenaga bisa membuat umur pakai suku cadangnya lebih awet; lumayan menghemat anggaran belanja. Siapa tahu cukup untuk tabungan dan menukarnya dengan Kawasaki Ninja 250 R tahun depan…

Menyambut Kenaikan BBM

Sepertinya rencana kenaikan harga BBM memang sudah tak bisa dihindarkan lagi. Biasanya berbuntut kenaikan harga yang lain. Aku bukannya mendukung kebijakan yang akan dilakukan pemerintah. Sejak harga Pertamax menembus angka 8.000, Vitri tak lagi mengonsumsi Pertamax. Rasanya sudah tak masuk akal membeli satu liter bahan bakar dengan harga itu. Tak masuk dompet juga.

Di sisi lain spesifikasi mesin (mobil dan sepeda motor) menuntut penggunaan bahan bakar jenis tertentu. Misalnya Suzuki Thunder 125 dengan kompresi 1:9,2 membutuhkan bahan bakar dengan oktan minimal 92, yaitu Pertamax. Bila tidak dipenuhi akan membuat mesin menggelitik (knocking). Peruntukan bahan bakar yang cocok dengan mesin bisa dilihat dalam tabel buatan Kang Saftari.

Nah daripada buang-buang waktu dan energi memaki-maki pemerintah; sambil menunggu bahan bakar alternatif yang murah *colek Pak Dee* dan produksi dalam negeri sebagai pilihan mengurangi candu subsidi BBM, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menghemat penggunaan BBM.

» gunakan knalpot standar bawaan pabrik. Penggunaan knalpot racing/freeflow sudah ga jaman, selain akan mengotori bumi juga boros.

» [usul dari nengbiker] maksimalkan penggunaan kendaraan Anda. Kalau naik mobil bisa cari tetangga dekat rumah yang tujuannya searah, dan sebaliknya cari teman kantor yang rumahnya berdekatan. Untuk pengguna sepeda motor bisa berboncengan baik jarak dekat maupun saat turing. Selain membuat kendaraan Anda makin berguna juga bisa cari tambahan duit untuk beli bengsin.

» tak perlu menggeber-geber mesin cuma karena ingin pamer knalpot. Apa gunanya suara knalpot yang berisik tapi ga ada larinya? :P

» merawat mesin dengan rajin servis rutin dan menggunakan octane booster untuk membantu kerja bahan bakar murah.

» mencari rute baru dengan jarak tempuh yang paling singkat. Kalau perlu harus melewati aliran kali atau tanah berbukit, segera modifikasi kendaraan Anda supaya bisa melintasi rute tersebut.

Mungkin saja tak lama lagi tampilan fuelmeter akan seperti ini…

fuel or wallet?

*Sumber gambar dari milis