<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>caplang[dot]net &#187; Fiksi</title>
	<atom:link href="http://www.caplang.net/category/fiksi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.caplang.net</link>
	<description>jurnal hidup penikmat jalanan dan seisinya</description>
	<lastBuildDate>Sun, 11 Dec 2011 17:19:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Cerita Tetangga</title>
		<link>http://www.caplang.net/2009/03/04/cerita-tetangga/</link>
		<comments>http://www.caplang.net/2009/03/04/cerita-tetangga/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Mar 2009 01:59:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edy C</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[instanesia]]></category>
		<category><![CDATA[wakil rakyat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.caplang.net/?p=1724</guid>
		<description><![CDATA[Republik Instanesia kembali bergetar. Kali ini getaran hebat datang dari Gedung Pantat tempat Para Pemeras Rakyat. Sebuah media cetak memuat gambar dan cerita para Pemeras yang jarang hadir saat rapat. Tak lama sebuah stasiun televisi menayangkan hal yang sama, lengkap &#8230; <a href="http://www.caplang.net/2009/03/04/cerita-tetangga/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Republik <a title="Apa itu Instanesia?" href="http://www.caplang.net/2008/01/14/instanesia/" target="_blank">Instanesia</a> kembali bergetar. Kali ini getaran hebat datang dari Gedung Pantat tempat Para Pemeras Rakyat. Sebuah media cetak memuat gambar dan cerita para Pemeras yang jarang hadir saat rapat. Tak lama sebuah stasiun televisi menayangkan hal yang sama, lengkap dengan wakil dari BK PPR (Bimbingan Karir Para Pemeras Rakyat). Mereka memang hebat. Tanda tangan hadir adanya namun tubuh tak kasatmata. BK PPR menilai hal ini wajar. Selama rapat tak mengambil keputusan atau yang sifatnya internal, selalu ada pemakluman. Mestinya generasi penerus bangsa dapat menarik pelajaran dari mereka.</p>
<p><span id="more-1724"></span> » lupakan etika bahwa ada banyak mata mengamati gerak-gerik Anda. Pemeras Rakyat bertugas membuat undang-undang yang <em>njelimet</em>, tidak jelas, dan menguntungkan diri sendiri. Itu harus! Jangan sampai kepentingan Anda dan kelompok Anda terancam di masa mendatang.</p>
<p>» Gedung Pantat adalah tempat berkarir yang mumpuni tanpa ada bayangan <abbr title="masa depan soeram">madesoe</abbr>. Cukup menduduki posisi itu, dengan cara apapun, Anda akan mendapat gaji yang layak, fasilitas sangat baik (antara lain laptop seharga 40 juta), dan kesempatan mencela seseorang yang Anda anggap tidak mampu menduduki suatu jabatan pemerintahan. <em>You&#8217;re not the right man</em>, diucapkan untuk seorang perempuan yang dianggap tak becus.</p>
<p>» seperti telah disebutkan di atas, pastikan Anda sebagai seorang mahasiswa tak perlu hadir setiap saat di kelas. Cari sekutu untuk titp absen tanpa kuatir Anda kehilangan nilai. Malah bisa dapat gaji. <em>Eat blind salary</em>, katanya. Alias makan gaji buta.</p>
<p>» saat awal merangkai karir menuju Gedung Pantat tentu diperlukan biaya yang tak sedikit. Setor partai, cetak brosur dan spanduk dengan gambar super-narsis-melebihi-bloger, serta biaya parkir sana-sini. Jangan lupa menyisihkan sebagian gaji selama menjabat Pemeras Rakyat untuk persiapan kampanye berikutnya. Demikian seterusnya.</p>
<p>» &#8230; (silakan isi sendiri)</p>
<p>Saya bersyukur ini hanya terjadi di negara tetangga dan bukan di Indonesia, negeriku tercinta.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.caplang.net/2009/03/04/cerita-tetangga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>60</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konspirasi Genta Emas Level IX</title>
		<link>http://www.caplang.net/2008/07/09/konspirasi-genta-emas-level-ix/</link>
		<comments>http://www.caplang.net/2008/07/09/konspirasi-genta-emas-level-ix/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Jul 2008 06:03:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edy C</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[harga jagung membumbung tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[krisis dunia persilatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.caplang.net/?p=596</guid>
		<description><![CDATA[Dunia persilatan sedang dihebohkan dengan harga jagung yang melangit menuju rumah para dewa. Jagung memang sedang jadi fenomena, selain untuk teman melinjo dalam sayur asem juga dibutuhkan sebagai pasangan minuman penambah tenaga saat bercinta. Sementara di perguruan Na Map Mas &#8230; <a href="http://www.caplang.net/2008/07/09/konspirasi-genta-emas-level-ix/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dunia persilatan sedang dihebohkan dengan harga jagung yang melangit menuju rumah para dewa. Jagung memang sedang jadi fenomena, selain untuk teman melinjo dalam sayur asem juga dibutuhkan sebagai pasangan minuman penambah tenaga saat bercinta.</p>
<p>Sementara di perguruan Na Map Mas sedang terjadi rapat yang dipimpin seorang yang congkak serta rajin menolong perguruan lain dengan iming-iming ladang jagung, Bu Shia Lan. Di hadapan sejumlah pengurus ranting Bu Shia Lan mengatakan harga jagung kali ini sudah melewati ambang batas. Kebutuhan rakyat akan jagung tidak sedikit, dan harus segera dipenuhi. Salah satu solusinya dengan merebut ladang jagung yang ada di Tanah Persia.</p>
<p>Padahal, naiknya harga jagung akibat permainan orang-orang di sekitarnya juga. Bu Shia Lan memang tak asing dengan bisnis perjagungan, ia pun paham segala intrik yang harus dilakukan untuk menarik ulur harga di pasaran. Sengaja iklim ini dihembuskan kepada segenap pengurus ranting dan perguruan-perguruan tetangga untuk mendapat persetujuan tindakannya merebut ladang jagung di Tanah Persia dengan alasan salah satu perguruan tersebut memiliki peternakan ayam yang bisa menjangkitkan penyakit berbahaya bagi umat dunia persilatan.</p>
<p>Akibat ulah Bu Shia Lan dan kroco-kroconya memainkan harga jagung, dunia persilatan dilanda krisis hebat. Unjuk rasa terjadi di mana-mana. Salah satu yang paling dahsyat terjadi di perguruan <a href="http://www.caplang.net/2008/01/14/instanesia/" target="_blank">Instanesia</a>, di bawah pimpinan Su Bang Yo, yang berjuluk <a href="http://ainun.nazieb.com/republik-insane-sia/" target="_blank">Jamput Katulistiwa</a>. Murid-murid perguruan setempat banyak yang turun ke jalan memprotes pengurangan subsidi harga jagung. Tak jarang dalam jurus-jurusnya menghasilkan tindakan vandalisme. Diduga para murid (yang kebanyakan lelaki) ditunggangi perguruan-perguruan oposisi. Kemungkinan  yang menunggangi itu penggemar sesama jenis atau menyukai daun muda. Mahasiswa bo&#8217;&#8230;</p>
<p>Bu Shia Lan pun tak akan lama menjabat kepala perguruan Na Map Mas. Sudah ada generasi berikutnya yang siap menjabat posisi itu. Antara lain ada Xio Ba Ma, yang diharapkan dapat memimpin dengan lebih bijak dan ogah perang.</p>
<p>Kampung A Gun Xa terletak di Tanah Persia, salah satu perkampungan yang masih bisa bertahan terhadap agresifnya perguruan Na Map Mas memburu jagung. Mereka bisa bertahan diduga berkat jamu rahasia yang membuat mereka kuat dan kebal senjata. Salah satu figur yang terkenal adalah Xo Mei Ni. A Gun Xa dituduh memiliki peternakan ayam yang tahinya bisa digunakan untuk membuat senjata biologis. Na Map Mas yang merasa dirinya penjaga dunia tak senang dengan gosip ini dan memaksa A Gun Xa untk menutup peternakan tersebut. Tapi penguasa A Gun Xa keukeuh, peternakan itu tak ada bahayanya. Tahi ayam yang dihasilkan akan digunakan sebagai pembangkit listrik warganya, bukan untuk menimpuki perguruan lain.</p>
<p>Berhembus kabar bahwa ini semua cuma akal-akalan Bu Shia Lan; konspirasi.</p>
<p style="text-align: center;">* * *</p>
<p>Bagaimanakah akhir cerita ini? Apakah perguruan A Gun Xa akan terus bertahan dengan usaha tahi ayamnya, ataukah tunduk terhadap perintah Bu Shia Lan dan teman-teman? Lalu, apakah Xio Ba Ma dapat merebut posisi Bu Shia Lan? Mengapa disebut Konspirasi Genta Emas Level IX?</p>
<p>Ndak tahu. Saya cuma tiba-tiba teringat koleksi komik silat yang sekarang entah ada di mana.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.caplang.net/2008/07/09/konspirasi-genta-emas-level-ix/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Istirahat</title>
		<link>http://www.caplang.net/2008/03/27/istirahat/</link>
		<comments>http://www.caplang.net/2008/03/27/istirahat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 05:25:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edy C</dc:creator>
				<category><![CDATA[Belajar]]></category>
		<category><![CDATA[Fiksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.caplang.net/2008/03/27/337/</guid>
		<description><![CDATA[Ringkasan cerita lalu: Ade dan Ira, sepasang kekasih yang sudah pacaran selama 3 tahun, bahkan tinggal di apartemen yang sama, akhirnya harus berpisah. Bukan lantaran ada orang ketiga tapi karena tuntutan kerja yang mengharuskan Ira pindah ke Surabaya untuk mengepalai &#8230; <a href="http://www.caplang.net/2008/03/27/istirahat/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Ringkasan <a href="http://caplang.wordpress.com/2007/09/20/sudah/" target="_blank">cerita lalu</a>: Ade dan Ira, sepasang kekasih yang sudah pacaran selama 3 tahun, bahkan tinggal di apartemen yang sama, akhirnya harus berpisah. Bukan lantaran ada orang ketiga tapi karena tuntutan kerja yang mengharuskan Ira pindah ke Surabaya untuk mengepalai kantor cabang di sana.</em></p>
<p>Sudah dua tahun berlalu sejak perpisahan Ade dan Ira. Kabar terakhir Ade sukses dengan band <em>indie</em>-nya, membeli sebuah rumah yang salah satu ruangannya menjadi studio musik, dan tetap jomblo. Ira pun tak beda jauh nasibnya dalam mencari pasangan. Kesibukan pekerjaan dan kenangan akan Ade selalu jadi alasan untuk menutup hatinya dari lelaki lain.</p>
<p>Kesempatan kembali ke Jakarta, entah untuk laporan dan rapat di kantor pusat, mengunjungi orang tuanya, atau alasan yang dibuat-buat selalu jadi kesempatan yang dimanfaatkan Ira untuk bertemu Ade. Makan malam di restoran favorit mereka yang biasanya dilanjutkan  bercengkrama di apartemen atau studio musik. Sambil menonton film terbaru lewat dvd bajakan, atau <em>Trainspotting</em>, film kegemaran Ade yang mengingatkan tetang kebiasaan buruknya sebagai pengguna sabu di masa lalu.</p>
<p>Ade memang sempat menjadi pemakai. Tak ada alasan yang jelas: bukan karena ia seorang gitaris, juga bukan patah hati ditinggal Ira. Awalnya ia hanya mencoba tawaran teman-teman tongkrongannya. Sampai akhirnya ia ketagihan dan harus menggunakan sabu dalam jumlah besar. Jarum suntik yang tadinya hanya sekali menembus kulit terluar dan menelusup ke jalan darah, harus dipompa belasan hingga puluhan kali untuk dapat merasakan nikmat yang sama. Berbulan-bulan Ade mengonsumsi sabu sampai akhirnya ia menonton episode <em>Trainspotting</em> saat bayi lucu di film itu harus meninggal kaku dan biru gara-gara orangtuanya keasyikan menikmati narkotika. Sejak itu timbul keinginan untuk berani mengakui ketergantungannya terhadap sabu dan perlahan meninggalkannya.</p>
<p><span id="more-337"></span></p>
<p>&#8220;Pakai kondom ya?&#8221;, ucap Ade lembut. &#8220;Terserah, pokoknya <abbr title="ga pake lama">GPL</abbr>&#8220;, balas Ira dengan manja.</p>
<p>Ira merasakan ujung jari kasar Ade yang menuruni punggungnya hingga pinggang. Wajar saja, seorang gitaris memiliki jari kasar. Ade menyadari dirinya beresiko tinggi tertular HIV akibat kebiasaan buruknya dulu. Makanya ia memaksa untuk menggunakan kondom karena tak ingin mengorbankan Ira. Sekaligus tetap bisa menikmatinya.</p>
<p>Pendingin ruangan studio tak mampu membekukan aura pijaran hasrat.  Kaca ruangan mixer  pun berembun. Mirip saat musuh Sembilan Benua menguasai Jurus Air Api. Atau adegan percintaan  Jack Dawson dan Rose DeWitt di mobil dalam film <em>Titanic</em>. Bedanya, Ade dan Ira sengaja menenggelamkan diri. Diiringi lantunan Perfect Day dari Trainspotting yang terus berputar.</p>
<p align="center"><em>Just a perfect day<br />
Problems all left alone<br />
Weekenders on our own<br />
It&#8217;s such fun<br />
Just a perfect day<br />
You made me forget myself<br />
I thought I was someone else<br />
Someone good</em></p>
<p align="center">* * * * * * *</p>
<p>Ira termenung di kamarnya. Kabar yang datang dari Jakarta tengah malam tadi sangat mengguncang. Kakaknya mengirim sms berita duka. Kenangan Ade melintasi pandangannya. Berkelebat silih berganti tanpa ijin seperti hujan deras yang perlahan menggenangi jalanan. Ia tertawa kecil, kemudian menangis. Rintik pun berubah menjadi badai air mata disertai gelegar jeritan dalam diam. Hatinya tersayat, perih. Bagaimana ini terjadi?</p>
<p>Ade telah tiada. Bukan karena Leukemia. Sebenarnya sudah setahun terakhir ini Ade sudah bersih dari sabu dan narkotika jenis apapun. Hari-harinya banyak dihabiskan di studio untuk mengembangkan band <em>indie</em> miliknya sekaligus pengasuh beberapa band lain. Saat sholat Magrib dan Subuh pun selalu meluangkan waktu untuk berjamaah di mushola kecil dekat rumah. Tapi tak semua orang senang dengan perubahan ini. Sekelompok teman lama, pemakai dan pengedar sabu, merasa kuatir bila Ade membongkar jaringan mereka. Hingga suatu malam selepas Isya mereka menjemput Ade tanpa pernah mengantarnya pulang. Keluarga Ade kemudian hanya menerima kabar dari RS Fatmawati bahwa Ade sedang sekarat di ruang UGD akibat <em>overdosis</em>. Orang yang membawa Ade ke rumah sakit cuma bisa menyampaikan bahwa ia melihat tubuh Ade tergeletak di pinggir jalan dan setengah tubuhnya nyaris masuk ke selokan.</p>
<p align="center">* * * * * * *</p>
<p>Pantulan layar monitor menghiasi wajah Ira. Entah sudah berapa kali ia memeriksa barisan kalimat di dashboard blognya, barangkali ada kalimat yang bisa menjeratnya dengan tuduhan pencemaran nama baik berdasarkan undang-undang. Rasanya tak rela untuk berbagi, tapi barangkali ada seseorang di sana yang membutuhkannya? <em>Aku butuh waktu untuk beristirahat sejenak</em>, ucap Ira dalam hati. Ia mengusap mata yang berkaca sebelum akhirnya menekan tombol <em>Publish. Lou Reed </em>setia menemani&#8230;</p>
<p align="center"><em>Oh it&#8217;s such a perfect day<br />
I&#8217;m glad I spent it with you<br />
Oh such a perfect day<br />
You just keep me hanging on<br />
You just keep me hanging on</em></p>
<p align="center">- &#8211; - = = [ O ] = = &#8211; - -</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.caplang.net/2008/03/27/istirahat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>51</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

