Archive for the 'Fiksi' Category

Konspirasi Genta Emas Level IX

Dunia persilatan sedang dihebohkan dengan harga jagung yang melangit menuju rumah para dewa. Jagung memang sedang jadi fenomena, selain untuk teman melinjo dalam sayur asem juga dibutuhkan sebagai pasangan minuman penambah tenaga saat bercinta.

Sementara di perguruan Na Map Mas sedang terjadi rapat yang dipimpin seorang yang congkak serta rajin menolong perguruan lain dengan iming-iming ladang jagung, Bu Shia Lan. Di hadapan sejumlah pengurus ranting Bu Shia Lan mengatakan harga jagung kali ini sudah melewati ambang batas. Kebutuhan rakyat akan jagung tidak sedikit, dan harus segera dipenuhi. Salah satu solusinya dengan merebut ladang jagung yang ada di Tanah Persia.

Padahal, naiknya harga jagung akibat permainan orang-orang di sekitarnya juga. Bu Shia Lan memang tak asing dengan bisnis perjagungan, ia pun paham segala intrik yang harus dilakukan untuk menarik ulur harga di pasaran. Sengaja iklim ini dihembuskan kepada segenap pengurus ranting dan perguruan-perguruan tetangga untuk mendapat persetujuan tindakannya merebut ladang jagung di Tanah Persia dengan alasan salah satu perguruan tersebut memiliki peternakan ayam yang bisa menjangkitkan penyakit berbahaya bagi umat dunia persilatan.

Akibat ulah Bu Shia Lan dan kroco-kroconya memainkan harga jagung, dunia persilatan dilanda krisis hebat. Unjuk rasa terjadi di mana-mana. Salah satu yang paling dahsyat terjadi di perguruan Instanesia, di bawah pimpinan Su Bang Yo, yang berjuluk Jamput Katulistiwa. Murid-murid perguruan setempat banyak yang turun ke jalan memprotes pengurangan subsidi harga jagung. Tak jarang dalam jurus-jurusnya menghasilkan tindakan vandalisme. Diduga para murid (yang kebanyakan lelaki) ditunggangi perguruan-perguruan oposisi. Kemungkinan yang menunggangi itu penggemar sesama jenis atau menyukai daun muda. Mahasiswa bo’…

Bu Shia Lan pun tak akan lama menjabat kepala perguruan Na Map Mas. Sudah ada generasi berikutnya yang siap menjabat posisi itu. Antara lain ada Xio Ba Ma, yang diharapkan dapat memimpin dengan lebih bijak dan ogah perang.

Kampung A Gun Xa terletak di Tanah Persia, salah satu perkampungan yang masih bisa bertahan terhadap agresifnya perguruan Na Map Mas memburu jagung. Mereka bisa bertahan diduga berkat jamu rahasia yang membuat mereka kuat dan kebal senjata. Salah satu figur yang terkenal adalah Xo Mei Ni. A Gun Xa dituduh memiliki peternakan ayam yang tahinya bisa digunakan untuk membuat senjata biologis. Na Map Mas yang merasa dirinya penjaga dunia tak senang dengan gosip ini dan memaksa A Gun Xa untk menutup peternakan tersebut. Tapi penguasa A Gun Xa keukeuh, peternakan itu tak ada bahayanya. Tahi ayam yang dihasilkan akan digunakan sebagai pembangkit listrik warganya, bukan untuk menimpuki perguruan lain.

Berhembus kabar bahwa ini semua cuma akal-akalan Bu Shia Lan; konspirasi.

* * *

Bagaimanakah akhir cerita ini? Apakah perguruan A Gun Xa akan terus bertahan dengan usaha tahi ayamnya, ataukah tunduk terhadap perintah Bu Shia Lan dan teman-teman? Lalu, apakah Xio Ba Ma dapat merebut posisi Bu Shia Lan? Mengapa disebut Konspirasi Genta Emas Level IX?

Ndak tahu. Saya cuma tiba-tiba teringat koleksi komik silat yang sekarang entah ada di mana.

Istirahat

Ringkasan cerita lalu: Ade dan Ira, sepasang kekasih yang sudah pacaran selama 3 tahun, bahkan tinggal di apartemen yang sama, akhirnya harus berpisah. Bukan lantaran ada orang ketiga tapi karena tuntutan kerja yang mengharuskan Ira pindah ke Surabaya untuk mengepalai kantor cabang di sana.

Sudah dua tahun berlalu sejak perpisahan Ade dan Ira. Kabar terakhir Ade sukses dengan band indie-nya, membeli sebuah rumah yang salah satu ruangannya menjadi studio musik, dan tetap jomblo. Ira pun tak beda jauh nasibnya dalam mencari pasangan. Kesibukan pekerjaan dan kenangan akan Ade selalu jadi alasan untuk menutup hatinya dari lelaki lain.

Kesempatan kembali ke Jakarta, entah untuk laporan dan rapat di kantor pusat, mengunjungi orang tuanya, atau alasan yang dibuat-buat selalu jadi kesempatan yang dimanfaatkan Ira untuk bertemu Ade. Makan malam di restoran favorit mereka yang biasanya dilanjutkan bercengkrama di apartemen atau studio musik. Sambil menonton film terbaru lewat dvd bajakan, atau Trainspotting, film kegemaran Ade yang mengingatkan tetang kebiasaan buruknya sebagai pengguna sabu di masa lalu.

Ade memang sempat menjadi pemakai. Tak ada alasan yang jelas: bukan karena ia seorang gitaris, juga bukan patah hati ditinggal Ira. Awalnya ia hanya mencoba tawaran teman-teman tongkrongannya. Sampai akhirnya ia ketagihan dan harus menggunakan sabu dalam jumlah besar. Jarum suntik yang tadinya hanya sekali menembus kulit terluar dan menelusup ke jalan darah, harus dipompa belasan hingga puluhan kali untuk dapat merasakan nikmat yang sama. Berbulan-bulan Ade mengonsumsi sabu sampai akhirnya ia menonton episode Trainspotting saat bayi lucu di film itu harus meninggal kaku dan biru gara-gara orangtuanya keasyikan menikmati narkotika. Sejak itu timbul keinginan untuk berani mengakui ketergantungannya terhadap sabu dan perlahan meninggalkannya.

Continue reading ‘Istirahat’