Tak hanya umur, akhirnya ukuran celana bisa mencapai angka 30 juga. Semakin senang saat memborong dengan diskon kemerdekaaan yang berdiskon.
Hmm apa ini gejala kegemukan? 
Satu Tahun dengan WordPress jadi ungkapan yang tepat hari ini. Tak terasa setahun sudah terlewat semenjak mendapat sambutan pertama Mr WordPress. Terima kasih juga buat tukang kolektor rokok yang berhenti merokok, Mr. Djoko Santoso atas racun ngeblog dan komentar pertamanya. Blognya baru dibenahi ya, Mas? Barusan pas saya buka ada peringatan malware.
Sedikit catatan, selama 6 bulan di sana dan 6 bulan di sini, sudah membuat 313 tulisan termasuk ini, beruntung bisa memiliki 3 guest-blogger (dan jumlah tulisan yang dibuat): Bro Bayu (2), Bro Koko (6) dan Kang Kombor (1), dan 2.030 spam diblok Akismet.
Masih banyak yang harus dibenahi: kualitas tulisan, tata bahasa, kosakata, serta penggunaan draft. Selama ini draft hanya ada dalam bayang-bayang kepala. Tak ada perayaan, makan-makan™ apalagi oleh-oleh™
After all, I’m just… I’m just…

New Kid on The Blog! Kaos hadiah acara XL dan 3D
Tulisan ini merupakan penutup trilogi kontemplasi 2 tulisan sebelumnya, sekaligus mengakhiri pola menulis Senin-Jumat dengan target 1 ppd. Bukan sebab takut kehabisan bahan. Masih banyak yang bisa ditulis. Yang sulit adalah memulainya, dan menghentikannya.
Oh ya, apa pendapat dan masukan Anda untuk blog ini? Kritik pedas akan lebih berguna. Gunakan 2 karet gelang sebagai tandanya.
Salam!
Bob, makasih udah ngingetin gue. Manusia memang tak mudah puas sekaligus serakah. Selalu membuat pembenarannya sendiri. Vitri pun ngambek, jalannya sering tersendat akibat mengonsumsi Premium. Padahal itu kan konsekuensi saat gue milih jenis kendaraan. Jadi malu…

Foto (dari milis): menyumbang untuk korban gempa di Cina
Iya deh gue pake Pertamax™ lagi. Ga bakal ngambil jatah subsidi rakyat miskin. I’ll consider my self as Alhamdulillah masih bisa dapet rejeki yang cukup.

Hari ini adalah hari kura-kura sedunia. Kura-kura yang sering digambarkan sebagai makhluk yang lambat namun bijaksana terkadang merupakan antitesis dari dunia yang sekarang bergerak demikian cepat. Untuk hari ini, ada baiknya kita bercermin pada kura-kura yang bergerak lambat namun hidupnya sarat dengan makna.
- Alon-alon asal kelakon atau biar lambat asal selamat. Ini bisa diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan, terutama dalam berkendara. Ingat peribahasa “It’s better to lose one minute in your life than to lose your life in one minute.” Orang ingin cepat meskipun terkadang hasil yang dicapai jauh dari harapan. Ada baiknya kita mengerem sedikit dan menilik semua usaha kita agar tujuan kita tercapai dengan baik dan bukan tercapai dengan asal-asalan.
- Perisai tempurung yang kuat. Kura-kura mempunyai tempurung yang kuat yang digunakan sebagai perlindungan dari bahaya. Semua orang juga ingin punya tempurung seperti itu. Saat dunia seakan-akan tidak berpihak ke diri kita, kita bisa menyembunyikan diri dalam tempurung kita untuk sementara supaya kita bisa menarik nafas, bersembunyi dan menyusun strategi lagi. Tempurung kita bisa berupa rumah, keluarga, lagu, cerita atau sekedar kenangan indah di masa lalu.
- Fokus pada sedikit tujuan. Kura-kura tahu, bahwa dengan gerakannya yang lambat, dia tidak mampu untuk mengerjakan banyak hal. Jadi dia fokus kepada hal-hal yang ingin dia kerjakan dan kemudian dia memberikan perhatian penuh pada tujuannya itu. Manusia modern dengan segala yang serba instan, ingin banyak hal dengan cepat dan segera. Pada akhirnya, dia kehilangan fokus apa yang sebenarnya ingin dia kerjakan dan malah mengerjakan hal-hal yang tidak dia inginkan.
- Kesabaran adalah kelebihan utama seekor kura-kura. Ada cerita tentang seekor kura-kura yang berjalan pelan di atas salju musim dingin. Monyet datang menghampiri dan bertanya mau ke mana kura-kura tersebut. Dijawab bahwa si kura-kura mau berenang di tepian danau. Monyet menertawakannya karena danau sekarang sedang beku total dan si kura-kura tidak mungkin berenang. Kura-kura cuma menjawab, “Pada saat aku sampai ke sana, danaunya sudah mencair.”
- Lihat, dengar dan rasakan prosesnya. Dengan gerakannya yang lambat, kura-kura melihat banyak hal dalam perjalanan mencapai tujuannya. Dia melihat bagaimana petugas parkir menyeka wajahnya yang kepanasan, pedagang asongan berlari meloncat ke arah bus untuk menawarkan dagangannya, dan berbagai aspek kehidupan lain yang mungkin tidak kita sadari karena kita hanya fokus pada tujuan yang telah kita tetapkan sebelumnya.
- Temukan kecepatan pribadimu sendiri dan jangan menjadi minder karenanya. Kura-kura menyadari bahwa dia mempunyai kecepatannya sendiri. Kecepatan yang menjadi miliknya sendiri dan tidak terpengaruh oleh kecepatan dunia di sekitarnya. Dia tidak berupaya untuk menjadi lebih cepat dan berganti nama menjadi kelinci. Dia bergerak sewajarnya, dan tidak merasa kesal jika ada yang bergerak lebih cepat darinya, karena kura-kura sudah menemukan kecepatan pribadinya sendiri.
Kura-kura yang lambat mungkin tidak cocok dengan dunia yang bergerak cepat sekarang ini. Namun, kura-kura adalah guru yang baik, guru yang menghargai setiap waktu yang dia punya dan menghargai kesempatan yang ada sepanjang waktu yang singkat tersebut.
Selamat hari kura-kura sedunia. [koko]
Bro, ingatkah kalian 3 tahun yang lalu, Jumat, 25 Maret 2005, saat kita berikrar untuk komunitas ini? Dari milis tak bertuan dan penuh sampah kemudian kita berontak untuk rumah baru. Nekat, hanya 12 orang dengan pengetahuan turing yang minimal, perbekalan seadanya, tampang yang lugu? Taman Suropati menjadi saksi awal kelahiran, hingga kini, entah sampai kapan.

Kita masih bodoh, saat yang lain memasang lampu kelap-kelip, ada di antara kita yang memainkan jempol untuk menyalakn lampu sein bergantian, sepanjang jalan! Harus menmasang modul khusus untuk itu, kawan. Jempolmu bisa cantengan nanti. Kalian ingat itu?

Katanya lebih dekat bila melewati Bukti Sentul. Jalanannya juga menikung, lebih menantang, kata Tedi si kecil. Kok kamu bisa terjatuh saat berhenti gara-gara berpijak di tanah yang lembek? Sirine yang waktu itu dengan bodohnya masih kita gunakan untuk ‘mengawal’ perjalanan pun rusak. Sudah mulai ingat?

Continue reading ‘Tiga Tahun’
Komentar