<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>caplang[dot]net &#187; Biker</title>
	<atom:link href="http://www.caplang.net/category/biker/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.caplang.net</link>
	<description>jurnal hidup penikmat jalanan dan seisinya</description>
	<lastBuildDate>Sun, 11 Dec 2011 17:19:44 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Perjalanan ke Timur</title>
		<link>http://www.caplang.net/2011/02/28/perjalanan-ke-timur/</link>
		<comments>http://www.caplang.net/2011/02/28/perjalanan-ke-timur/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Feb 2011 17:41:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edy C</dc:creator>
				<category><![CDATA[Biker]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[bali]]></category>
		<category><![CDATA[bikers]]></category>
		<category><![CDATA[jawa]]></category>
		<category><![CDATA[lombok]]></category>
		<category><![CDATA[malimbu]]></category>
		<category><![CDATA[pantura]]></category>
		<category><![CDATA[taliwang]]></category>
		<category><![CDATA[turing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.caplang.net/?p=2221</guid>
		<description><![CDATA[Ini catatan perjalanan turing yang sudah terlalu basi, tapi biar saja supaya saya tak mudah lupa. Turing 2 sepeda motor (Honda Tiger dan Suzuki Thunder 125) mulai tanggal 23 Desember 2009 hingga tiba kembali di rumah pada tanggal 1 Januari &#8230; <a href="http://www.caplang.net/2011/02/28/perjalanan-ke-timur/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini catatan perjalanan turing yang sudah terlalu basi, tapi biar saja supaya saya tak mudah lupa. Turing 2 sepeda motor (Honda Tiger dan Suzuki Thunder 125) mulai tanggal 23 Desember 2009 hingga tiba kembali di rumah pada tanggal 1 Januari 2010. Menempuh jalur Pantura, menyeberangi Selat Bali, beristirahat di Denpasar, lanjut menjejakkan roda di Lombok, hingga berakhir di Taliwang, Sumbawa Barat, NTB dengan total jarak tempuh sekitar 3200 kilometer.<br />
<span id="more-2221"></span></p>
<p>Perjalanan dimulai Rabu pagi dari SPBU dekat Graha Elnusa, lanjut menuju Bekasi, tak lupa sedikit nyasar hingga akhirnya bisa mencapai Cikampek. Cuaca cerah mengiringi perjalanan santai ini. Hingga makan siang kami sudah tiba di Cirebon, dan mampir di Empal Gentong Ibu Dharma. Setelah beristirahat cukup lama, kami melanjutkan perjalanan hingga tiba di Semarang menjelang Magrib. Demi menyimpan tenaga <span style="text-decoration: line-through;">dan faktor umur</span> akhirnya kami memutuskan untuk menghubungi teman-teman TC125 Semarang Chapter dan numpang tidur di sekretariatnya.</p>
<p style="text-align: center;"><a title="des09_empal_gentong_ibu_dharma_cirebon by caplang, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/9115667@N02/5482706042/"><img title="Empal Gentong Ibu Dharma, Cirebon" src="http://farm6.static.flickr.com/5058/5482706042_053226078b_m.jpg" alt="" width="100" height="75" /></a> <a title="des09_pantura_tuban by caplang, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/9115667@N02/5482706204/"><img title="Tuban, Pantura" src="http://farm6.static.flickr.com/5259/5482706204_dfda5ed86a_m.jpg" alt="" width="100" height="75" /></a> <a title="des09_gerbang_jateng_jatim by caplang, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/9115667@N02/5482706498/"><img title="Gapura perbatasan Jawa Tengah - Jawa Timur" src="http://farm6.static.flickr.com/5215/5482706498_db127c5bc6_t.jpg" alt="" width="100" height="75" /></a> <a title="des09_ketapang_banyuwangi by caplang, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/9115667@N02/5482110419/"><img title="Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi" src="http://farm6.static.flickr.com/5013/5482110419_d99e7ec6c8_t.jpg" alt="" width="100" height="75" /></a></p>
<p>Esok paginya (24/12) perjalanan dilanjutkan dengan target sudah harus mendekat Banyuwangi. Kondisi jalan Pantura yang saat itu lumayan rusak cukup menghambat laju sepeda motor. (Kapan sih Pantura ga rusak? <img src='http://www.caplang.net/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> ) Sebelum makan siang kami sudah menyentuh gerbang masuk propinsi Jawa Timur, dan tentu saja berfoto! Rute hari itu berakhir di sebuah hotel Pertamina di daerah Probolinggo. Ya, hotel Pertamina dengan fitur standar seperti SPBU, toilet dan musholla.</p>
<p>Selepas Subuh kami kembali memacu sepeda motor demi mengejar sarapan di Pelabuhan Ketapang. Tepat di depan pintu masuk pelabuhan ada sebuah warung nasi sederhana yang tak disangka ternyata masakannya enak. Hmm bisa jadi akibat sudah lapar ya&#8230; Selesai sarapan pagi bertepatan dengan hendak berangkatnya sebuah kapal ferry yang akan membawa kami menyeberangi Selat Bali. Beli tiket, melewati pemeriksaan, di parkir kami bertemu dengan beberapa skuteris Vespa yang juga akan menuju Bali. Saya lupa siapa namanya, tapi ternyata ada seorang pemuda yang asli Jawa Barat dan sudah lama tinggal di Lombok.</p>
<p style="text-align: center;"><a title="des09_scooterist by caplang, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/9115667@N02/5482707810/"><img title="Skuteris di kapal ferry" src="http://farm6.static.flickr.com/5254/5482707810_7624296a78_t.jpg" alt="" width="100" height="75" /></a> <a title="des09_kost_renon by caplang, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/9115667@N02/5482112967/"><img title="Kost harian di Renon" src="http://farm6.static.flickr.com/5013/5482112967_b83a0e9a04_t.jpg" alt="" width="100" height="75" /></a> <a title="des09_uluwatu by caplang, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/9115667@N02/5482708108/"><img title="Pura Uluwatu" src="http://farm6.static.flickr.com/5014/5482708108_637bd1ecba_t.jpg" alt="" width="100" height="75" /></a> <a title="des09_padangbai by caplang, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/9115667@N02/5482707094/"><img title="Pelabuhan Padangbai, Karangasem" src="http://farm6.static.flickr.com/5175/5482707094_45bac3125b_t.jpg" alt="" width="100" height="75" /></a></p>
<p>Saat itu merupakan akhir perjalanannya setelah turing sendirian dari Lombok melewati Pantura demi menghadiri sebuah acara di Bandung, lalu menengok ibunya di Sumedang (kalau tidak salah ingat) yang sudah tidak ditemui 10 tahun belakangan. Di tengah perjalanan ini ia kehabisan uang, dan akhirnya minta ijin numpang makan pada sebuah resepsi. Lalu ia melanjutkan perjalanan menuju Jakarta, bertemu rekan skuteris yang lain, dan kembali ke Lombok.</p>
<p>Singkat cerita, Jumat siang (25/12) kami sudah tiba di Denpasar. Istirahat di sebuah kost harian di sekitar Renon selama beberapa hari sambil menyusun rencana selanjutnya. Kami juga sempat mampir ke Pura Uluwatu untuk melihat pentas tari Kecak dan sunset di sana namun sayangnya kami terlambat datang dan cuaca sedikit berawan.</p>
<p>Minggu tengah malam menuju pelabuhan Padangbai guna menyeberang ke Pulau Lombok. Tarif penyeberangannya ternyata mahal ya <img src='http://www.caplang.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Sedikit terlambat dari jadwal, kami tiba di Pelabuhan Lembar jam 6 pagi. Waktunya sarapan lagi! Tak disangka, ternyata teman-teman TC125 Lombok Chapter sudah siap menjemput kami di pelabuhan. Langsung menuju sekretariat, istirahat, <span style="text-decoration: line-through;">dandan dan benerin make up,</span> sambutan mereka sungguh hangat. Jadi rencana hari itu setelah makan siang menuju Gili Trawangan dan singgah sebentar di Malimbu serta Senggigi.</p>
<p style="text-align: center;"><a title="des09_padangbai_lembar by caplang, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/9115667@N02/5482110189/"><img title="Tiket ferry Padangbai - Lembar 86 ribu" src="http://farm6.static.flickr.com/5254/5482110189_290f19d66a_t.jpg" alt="" width="100" height="75" /></a> <a title="des09_tiket_gili_trawangan by caplang, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/9115667@N02/5482707166/"><img title="Tiket perahu menuju Gili Trawangan 10 ribu" src="http://farm6.static.flickr.com/5092/5482707166_5b66509e48_t.jpg" alt="" width="100" height="75" /></a> <a title="des09_gili_trawangan by caplang, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/9115667@N02/5482707660/"><img title="Gili Trawangan" src="http://farm6.static.flickr.com/5252/5482707660_dab382be62_t.jpg" alt="" width="100" height="75" /></a> <a title="des09_malimbu by caplang, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/9115667@N02/5482708306/"><img title="Malimbu (: " src="http://farm6.static.flickr.com/5014/5482708306_dddd1745c3_t.jpg" alt="" width="100" height="75" /></a></p>
<p>Menjelang malam, kami sudah kembali ke kota Mataram. Makan malam menyertai obrolan. Saat itulah tiba-tiba teman turing saya dari Jakarta mengusulkan untuk menyeberangi satu pelabuhan lagi demi menyentuh Sumbawa. Saya yang pemalu akhirnya pasrah saja dengan ajakan ini. Dasar gampangan! Demikianlah roda kami terus berputar membelah Pulau Lombok hingga tiba di pelabuhan Kayangan. Bukan, kami belum tiba di nirvana dan bertemu Kurt Cobain. Itu nama pelabuhan di sana.</p>
<p>Penyeberangan menuju pelabuhan Poto Tano memakan waktu sekitar 3 jam, cukup bagi kami untuk sebentar memejamkan mata. Tiba di pelabuhan pukul 2 pagi, kami sudah dijemput 4 orang anggota TC125 Lombok Chapter juga. Langsung kami digiring menuju kota Taliwang. Kondisi kami yang mulai mengantuk dan lelah membuat perjalanan cukup lambat. Sampai di tujuan kami langsung cuci <span style="text-decoration: line-through;">tangan, kaki dan gosok gigi</span> muka dan menikmati cemilan lewat tengah malam. Obrolan terpaksa dihentikan karena kami harus kembali ke Denpasar. Selesai makan, lalu berfoto bersama supaya tidak dibilang hoax, kami kembali menuju pelabuhan.</p>
<p style="text-align: center;"><a title="des09_malimbu_lombok by caplang, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/9115667@N02/5482708574/"><img title="Masih di Malimbu" src="http://farm6.static.flickr.com/5176/5482708574_c562a7ba1c_t.jpg" alt="" width="100" height="75" /></a> <a title="des09_pelabuhan_kayangan by caplang, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/9115667@N02/5482112481/"><img title="Pelabuhan Kayangan, Lombok Timur" src="http://farm6.static.flickr.com/5017/5482112481_8707d3e123_t.jpg" alt="" width="100" height="75" /></a> <a title="des09_kopdar_taliwang by caplang, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/9115667@N02/5482112779/"><img title="Kopdar dini hari di Taliwang" src="http://farm6.static.flickr.com/5176/5482112779_058e479af4_t.jpg" alt="" width="100" height="75" /></a> <a title="des09_puskesmas_taliwang by caplang, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/9115667@N02/5482707398/"><img title="Puskesmas Taliwang" src="http://farm6.static.flickr.com/5099/5482707398_9dd5e4711e_t.jpg" alt="" width="100" height="75" /></a></p>
<p>Begitulah. Dari Poto Tano kembali ke Kayangan (berasa dewa), membelah pulau dari Lombok Timur hingga Lombok Barat. Kapal ferry membawa kami kembali menyentuh Bali untuk istirahat beberapa hari. Perjalanan dilanjutkan kembali. Hingga kami melewatkan malam tahun baru 2010 dengan tidur di sebuah musholla di luar kota Semarang. Nah untungnya jalanan sepi. Jadi arus lalu lintas lancar, dan Jumat siang saya sudah tiba kembali di rumah.</p>
<p>Akhir tahun ini kemana ya?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.caplang.net/2011/02/28/perjalanan-ke-timur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aturan Helm SNI</title>
		<link>http://www.caplang.net/2010/02/04/aturan-helm-sni/</link>
		<comments>http://www.caplang.net/2010/02/04/aturan-helm-sni/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Feb 2010 05:58:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edy C</dc:creator>
				<category><![CDATA[Biker]]></category>
		<category><![CDATA[Keselamatan Jalan]]></category>
		<category><![CDATA[helm]]></category>
		<category><![CDATA[SNI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.caplang.net/?p=2160</guid>
		<description><![CDATA[Sekitar jam 11.20 siang tadi saya mendapat SMS dari pengirim dengan nama &#8220;Helm berSNI&#8221; berisi: Ingat, mulai 1 April 2010, pengguna sepeda motor wajib mengenakan helm ber-SNI (Standar Nasional Indonesia). Pilih ber-SNI, pilih SELAMAT! Info: www.bsn.go.id. Malahan saya terima SMS &#8230; <a href="http://www.caplang.net/2010/02/04/aturan-helm-sni/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekitar jam 11.20 siang tadi saya mendapat SMS dari pengirim dengan nama &#8220;Helm berSNI&#8221; berisi:</p>
<blockquote><p>Ingat, mulai <strong>1 April 2010</strong>, pengguna sepeda motor wajib mengenakan helm ber-SNI (Standar Nasional Indonesia). Pilih ber-SNI, pilih SELAMAT! Info: <a title="Badan Standardisasi Nasional" href="http://www.bsn.go.id/" target="_blank">www.bsn.go.id</a>.</p></blockquote>
<p>Malahan saya terima SMS yang saya dua kali. Coba membalas ke nomor pengirim tapi hingga kini belum mendapat balasan. Sebenarnya ini tentang apa sih? Menurut berita di web BSN, memang dilakukan &#8220;SMS blasting&#8221; kepada 800 nomor ponsel. Dan ternyata saya salah satunya. Terus dari mana mereka tahu nomor telepon saya?? *sok penting*</p>
<p><span id="more-2160"></span></p>
<p>SNI merupakan standar kualitas yang berlaku di Indonesia. Kaitannya dengan SMS tersebut tentu saja membicarakan standar kualitas helm bagi pengendara sepeda motor di wilayah hukum negara Indonesia. Seperti apa detail SNI yang dimaksud? Mengutip dari web BSN, nomor <a title="Detail SNI 1811:2007" href="http://websisni.bsn.go.id/index.php?/sni_main/sni/detail_sni/7610" target="_blank">SNI 1811:2007</a>:</p>
<p>Standar ini menetapkan spesifikasi teknis untuk helm pelindung yang digunakan oleh pengendara dan penumpang kendaraan bermotor roda dua, meliputi klasifikasi helm standar terbuka (open face) dan helm standar tertutup (full face). Syarat mutu meliputi persyaratan umum (material dan konstruksi) dan syarat unjuk kerja. Untuk persyaratan material, bahan helm harus memenuhi ketentuan: Dibuat dari bahan yang kuat dan bukan logam, tidak berubah jika ditempatkan di ruang terbuka pada suhu 0 oC sampai 55 oC selama paling sedikit 4 jam dan tidak terpengaruh oleh radiasi ultra violet, serta harus tahan dari akibat pengaruh bensin, minyak, sabun, air, deterjen dan pembersih lainnya. Bahan pelengkap helm harus tahan lapuk, tahan air dan tidak dapat terpengaruh oleh perubahan suhu. Bahan-bahan yang bersentuhan dengan tubuh tidak boleh terbuat dari bahan yang dapat menyebabkan iritasi atau penyakit pada kulit, tidak mengurangi kekuatan terhadap benturan maupun perubahan fisik sebagai akibat dari bersentuhan langsung dengan keringat, minyak dan lemak si pemakai. Konstruksi helm harus memenuhi persyaratan : harus terdiri dari tempurung keras dengan permukaan halus, lapisan peredam benturan dan tali pengikat ke dagu, tinggi helm sekurang-kurangnya 114 milimeter diukur dari puncak helm ke bidang utama yaitu bidang horizontal yang melalui lubang telinga dan bagian bawah dari dudukan bola mata, dan keliling lingkaran bagian dalam helm berkisar antara 500 mm – 620 mm (berdasarkan kisaran ukuran S, M, L, XL). Syarat unjuk kerja terdiri dari sungkup, sistem penahan, ketahanan impak miring, dan pelindung dagu. Cara uji meliputi uji penyerapan kejut, uji penetrasi, uji efektifitas sistem penahan, uji kekuatan sistem penahan dengan tali pemegang, uji untuk pergeseran tali pemegang, uji ketahanan terhadap keausan dari tali pemegang, uji impak miring, uji pelindung dagu dan uji sifat mudah terbakar. Helm dinyatakan lulus uji apabila memenuhi semua persyaratan pada pasal 4 yang terangkum pada Tabel 5. Syarat unjuk kerja helm. Pada produk dan kemasan sekurang-kurangnya harus dicantumkan: merek atau logo; nama perusahaan; tipe/model; dan ukuran.</p>
<p>Bingung? Saya juga. Yang saya tahu helm yang layak pakai minimal harus bermodel <em>open-face</em>, contoh: <a title="Helm Dua Kaca" href="http://www.caplang.net/2008/09/18/helm-dua-kaca/" target="_blank">KYT 2 Visions</a> dan memiliki 3 lapisan, yaitu cangkang terluar, cangkang dalam, terakhir busa pelindung. Tanda keaslian SNI selain berstiker hologram juga memiliki embos SNI di salah satu sisinya. Banyak yang bertanya, lalu bagaimana nasib helm impor yang beredar di Indonesia? Opini saya, aturan ini bagus untuk melindungi sekaligus merangsang produsen helm dalam negeri supaya memperbaiki kualitas helm bikinannya. Selain itu helm impor yang berlaku pun harus tunduk pada aturan hukum yang berlaku di negara ini. Mungkin pemerintah bisa membuat dan membagikan stiker hologram SNI dan ditempel di helm-helm impor tersebut. <span style="text-decoration: line-through;">Lumayan kan ada proyek bikin stiker</span>.</p>
<p>Mulai sekarang, periksa apakah helm Anda sudah ber-SNI. Bila belum, segera beli helm ber-SNI untuk meminimalisir efek yang mungkin diterima saat kepala mengalami benturan. Jangan cuma demi menghindari ditilang polisi. Ingat,  <em>kepala lo lebih berharga dibanding kolor tetangga!</em> <img src='http://www.caplang.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Bacaan lain:<br />
- <a title="BSN" href="http://www.bsn.go.id/news_detail.php?news_id=1590" target="_blank">Pemberlakuan Helm Ber-SNI Mulai April</a><br />
- <a title="Tokohelm.com" href="http://www.tokohelm.com/2009/04/kontroversi-seputar-sni-i/" target="_blank">Kontroversi Seputar SNI (I)</a><br />
- <a title="Edo Rusyanto" href="http://edorusyanto.wordpress.com/2010/02/04/isi-kepala-kita-lebih-mahal/" target="_blank">Isi Kepala Kita Lebih Mahal</a><br />
- <a title="Benny The Bear" href="http://bennythegreat.wordpress.com/2009/11/20/road-safety-association-goes-to-pabrik-helm/" target="_blank">Road Safety Association Goes to Pabrik Helm</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.caplang.net/2010/02/04/aturan-helm-sni/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>46</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aku dan Aspire One Baruku</title>
		<link>http://www.caplang.net/2010/01/30/aku-dan-aspire-one-baruku/</link>
		<comments>http://www.caplang.net/2010/01/30/aku-dan-aspire-one-baruku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Jan 2010 07:01:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edy C</dc:creator>
				<category><![CDATA[Biker]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[acer]]></category>
		<category><![CDATA[ao532h]]></category>
		<category><![CDATA[aspire one]]></category>
		<category><![CDATA[mobile]]></category>
		<category><![CDATA[netbook]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.caplang.net/?p=2128</guid>
		<description><![CDATA[Hobi berkendara dan touring mengunjungi daerah merupakan pengalaman yang menyenangkan. Paling tidak bagi saya. Dalam perjalanan tentu banyak cerita; rute jalan yang dilalui, kondisi jalan, trouble yang mungkin dialami, dan tentu saja teman yang seperjalanan atau bikers setempat yang selalu &#8230; <a href="http://www.caplang.net/2010/01/30/aku-dan-aspire-one-baruku/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hobi berkendara dan <em>touring</em> mengunjungi daerah merupakan pengalaman yang menyenangkan. Paling tidak bagi saya. Dalam perjalanan tentu banyak cerita; rute jalan yang dilalui, kondisi jalan, trouble yang mungkin dialami, dan tentu saja teman yang seperjalanan atau <em>bikers</em> setempat yang selalu ramah menyambut tamu. Pengalaman perjalanan Desember 2009 melalui jalur Pantura membuktikan bagaimana hangatnya <em>brothers</em> mulai dari Semarang, Denpasar, Mataram hingga tiba di Taliwang, Sumbawa. Dan saya baru tahu nama ayam bakar Taliwang ternyata berasal dari daerah itu <img src='http://www.caplang.net/wp-includes/images/smilies/icon_redface.gif' alt=':oops:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sekian banyak cerita tentu sayang bila hanya disimpan dalam hati atau dibagi ke orang-orang sebagai oleh-oleh. Buat saya sendiri amat menyenangkan bila ada <em>biker</em> lain yang sedang melakukan perjalanan lalu menuangkannya dalam bentuk cerita serta dukungan foto. Mulai dari kondisi lalu lintas sampai foto unik di tempat yang dilalui.</p>
<p><span id="more-2128"></span></p>
<p>Memang saat ini ada Acer Aspire 4730z yang setia menemani. Namun bentuk fisiknya kurang memungkinkan bila hendak diajak <em>touring</em>. Kemudian saya mendapat informasi produk baru Acer Aspire One AO532h dengan bentuk yang mungil. Dengan ukuran 10,17 x 7,28 x 0,99 inci tentu tak banyak memakan ruang di box <a title="Vitri" href="http://www.caplang.net/2008/06/02/vitri/" target="_blank">Vitri</a>. Bayangkan, ketebalannya tak sampai satu inci. Apalagi saya hanya memasang Givi E35 yang berukuran sedang dibanding <a title="Box Motor" href="http://www.caplang.net/2008/01/31/box-motor/" target="_blank">box motor</a> lainnya. Tak hanya mungil bentuknya, netbook ini juga ringan, hanya 2,5 pounds atau sekitar 1,1 kilogram.</p>
<p>Tentu saja dimensi dan berat tak lantas menjadi penentu untuk menjatuhkan pilihan. Paling penting justru &#8220;jeroan&#8221; yang ada di dalamnya. Bila Vitri memiliki kapasitas mesin 125 cc dan terbilang kecil di kelas sport, Acer Aspire One AO532h ini tidak bakal membuat malu bila ditenteng kemana-mana. Eits bukan berarti dengan Vitri bikin saya makin pemalu <img src='http://www.caplang.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  cc boleh kecil, tapi sudah terbukti saya dan Vitri pernah melewati 5 selat dan tentu saja menyentuh 10 pelabuhan yang berbeda lho. Mungkin Vitri layak disebut motor AKAS?</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-2131" title="Acer Aspire One AO532h" src="http://www.caplang.net/wp-content/uploads/2010/01/acer_aspire_one_ao532h_blue.jpg" alt="" width="298" height="225" /> Lanjut dengan spesifikasinya, netbook ini dilengkapi <strong>Intel Atom N450</strong> (1.66GHz, 512KB L2 cache, 667MHz FSB) dengan layar 10.1″ WSVGA Acer CrystalBrite™ LED-backlit Display. Mau simpan hasil foto? Tak juga kuatir dengan kapasitas hard disk sebesar 160GB atau 250GB bisa muat juga lagu atau file-file lainnya. Transfer file pun mudah dengan adanya 3 port USB. Atau lupa bawa kabel data? Tinggal copot <em>memory card</em> dari kamera lalu pasang di <em>card reader</em> kan bisa.</p>
<p><em>Touring</em> dan <em>blogging</em>, 2 hobi yang mengasyikkan walau akhir-akhir ini saya jarang <em>update</em> blog. Dengan netbook ini, kedua hobi saya bisa terjalin mesra. Konektivitas wifi dan dan LAN yang terpasang di dalamnya membuat perjalanan makin menyenangkan. Apalagi pilihan 3 warna: <em>sapphire blue,</em> <em>ruby red</em>, dan <em>pearl silver</em>. Gambar di atas itu yang warna biru, sesuai warna favorit saya.</p>
<p>Kendala lain yang sering saya temui di perjalanan adalah susahnya mendapatkan sumber listrik yang mencukupi. Kadang sambil istirahat makan, saya pilih tempat makan yang sedia colokan listrik untuk <em>charging</em> handphone. Sementara baterai 6-cell Li-ion netbook ini dengan kapasitas 4400 mAh tahan hingga 8 jam. Itu sama saja dengan <em>riding</em> Jakarta-Semarang. Acer Aspire One AO532h ini sungguh teman perjalanan yang handal.</p>
<p>Kalimat yang tepat untuk menggambarkannya adalah <strong><em>simplicity and a total freedom is in your hand to surf, email, chat, share and play while on-the-go</em></strong>. Atau kalau boleh diedit, yang terakhir itu menjadi <em>on-the-ride</em>!</p>
<p>Tulisan dibuat untuk kompetisi Acer Speed Writing di WordCampID.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.caplang.net/2010/01/30/aku-dan-aspire-one-baruku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>100</title>
		<link>http://www.caplang.net/2009/06/28/100/</link>
		<comments>http://www.caplang.net/2009/06/28/100/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Jun 2009 00:42:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edy C</dc:creator>
				<category><![CDATA[Biker]]></category>
		<category><![CDATA[100]]></category>
		<category><![CDATA[kemenangan]]></category>
		<category><![CDATA[Rossi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.caplang.net/?p=1994</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya kemarin malam (waktu Indonesia) Valentino Rossi berhasil meraih kemenangan ke-100nya. Walaupun memulai balapan tidak dari pole position, namun di awal balapan Rossi sempat tertinggal di belakang Casey Stoner. Tak butuh waktu lama bagi Rossi untuk memimpin. Kemudian menyusul di &#8230; <a href="http://www.caplang.net/2009/06/28/100/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Akhirnya kemarin malam (waktu Indonesia) Valentino Rossi berhasil meraih kemenangan ke-100nya. Walaupun memulai balapan tidak dari <em>pole position</em>, namun di awal balapan Rossi sempat tertinggal di belakang Casey Stoner. Tak butuh waktu lama bagi Rossi untuk memimpin. Kemudian menyusul di belakangnya Jorge Lorenzo yang berhasil menyalip Stoner dari posisi ketiga menjadi <em>runner up</em>.</p>
<p>Balapan kali ini cenderung membosankan sebab tiga pembalap terdepan tidak berubah posisi hingga garis <em>finish</em>. Tak terlihat persaingan ketat antara Rossi dan Lorenzo seperti yang terjadi di sirkuit Catalunya sebelumnya, di mana Rossi meraih kemenangan ke-99 (ini nomor <span style="text-decoration: line-through;">punggung</span> motor Lorenzo) di Catalunya yang merupakan &#8220;rumah&#8221; Lorenzo. Padahal sirkuit Assen ini termasuk yang memiliki karakter cepat. Malah lebih seru menyaksikan rombongan yang berebut posisi ke-6 yang antara lain berisi Kallio, Hayden, Toseland dan Puniet.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1995" title="Rossi beraksi di depan poster 100 buatan penggemarnya" src="http://www.caplang.net/wp-content/uploads/2009/06/rossi_100.jpg" alt="Rossi beraksi di depan poster 100 buatan penggemarnya" width="500" height="375" /></p>
<p style="text-align: center;">Selamat buat Rossi. Great job, bro! *sok akrab*</p>
<p>*Foto: MotoGP.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.caplang.net/2009/06/28/100/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanpa Celana Dalam</title>
		<link>http://www.caplang.net/2009/05/12/tanpa-celana-dalam/</link>
		<comments>http://www.caplang.net/2009/05/12/tanpa-celana-dalam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 May 2009 00:15:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edy C</dc:creator>
				<category><![CDATA[Biker]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[celana dalam]]></category>
		<category><![CDATA[search result]]></category>
		<category><![CDATA[Smart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.caplang.net/?p=1832</guid>
		<description><![CDATA[Konon memang katanya bila hendak turing/ bersepeda motor dalam waktu lama dan menempuh jarak yang cukup jauh, salah satu resep rahasia menghindari ejakulasi dini rasa panas di (maaf) pantat adalah berkendara tanpa celana dalam. Tapi saya belum pernah melakukan hal &#8230; <a href="http://www.caplang.net/2009/05/12/tanpa-celana-dalam/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-1833" title="Hasil pencarian menuju caplang[dot]net" src="http://www.caplang.net/wp-content/uploads/2009/05/search_engine_term.jpg" alt="Hasil pencarian menuju caplang[dot]net" width="450" height="640" /></p>
<p>Konon memang katanya bila hendak turing/ bersepeda motor dalam waktu lama dan menempuh jarak yang cukup jauh, salah satu resep rahasia menghindari <span style="text-decoration: line-through;">ejakulasi dini</span> rasa panas di (maaf) pantat adalah berkendara tanpa celana dalam. Tapi saya belum pernah melakukan hal itu lho&#8230; sumpah dech!</p>
<p>Btw, kira-kira apa bakalan ada sponsor yang tertarik dengan hasil pencarian seperti di atas? Pasang tarif berapa ya? <img src='http://www.caplang.net/wp-includes/images/smilies/icon_rolleyes.gif' alt=':roll:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.caplang.net/2009/05/12/tanpa-celana-dalam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>33</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Biker Tanda Tak Mampu?</title>
		<link>http://www.caplang.net/2009/04/22/biker-tanda-tak-mampu/</link>
		<comments>http://www.caplang.net/2009/04/22/biker-tanda-tak-mampu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 15:55:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edy C</dc:creator>
				<category><![CDATA[Biker]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.caplang.net/?p=1807</guid>
		<description><![CDATA[Oh yeah? Really? You mean? (=maksud lohh&#8230;) Memangnya kalau bisa punya mobil terus kenapa? Mending dipikirin gimana caranya supaya infrastruktur jalannya bagus, tidak berlubang, angka kecelakaan menurun, mengurangi tingkat kemacetan, dll, Pak! *tersinggung, ambil tisu buat bersihin lipstik*]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://oto.detik.com/read/2009/04/22/160355/1119730/648/bikers-sasaran-pasar-mobil-murah"><img class="aligncenter size-full wp-image-1808" title="Bikers Sasaran Mobil Murah, katanya" src="http://www.caplang.net/wp-content/uploads/2009/04/bikers_detikoto.jpg" alt="Bikers Sasaran Mobil Murah, katanya" width="500" height="552" /></a></p>
<p><em>Oh yeah? Really? You mean?</em> (=maksud lohh&#8230;)</p>
<p>Memangnya kalau bisa punya mobil terus kenapa? Mending dipikirin gimana caranya supaya infrastruktur jalannya bagus, tidak berlubang, angka kecelakaan menurun, mengurangi tingkat kemacetan, dll, Pak!</p>
<p>*tersinggung, ambil tisu buat bersihin lipstik*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.caplang.net/2009/04/22/biker-tanda-tak-mampu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>44</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Vitri Kendor</title>
		<link>http://www.caplang.net/2009/04/20/vitri-kendor/</link>
		<comments>http://www.caplang.net/2009/04/20/vitri-kendor/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 04:25:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edy C</dc:creator>
				<category><![CDATA[Biker]]></category>
		<category><![CDATA[Keselamatan Jalan]]></category>
		<category><![CDATA[dynamo starter]]></category>
		<category><![CDATA[merawat aki]]></category>
		<category><![CDATA[mogok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.caplang.net/?p=1800</guid>
		<description><![CDATA[Awal kecurigaan saya saat keluar kantor sore itu, indikator bahan bakar di tangki hanya setengah lewat sedikit. Padahal malam sebelumnya saya isi full tank. Selain itu, kebiasaan menyalakan lampu di siang hari, panel speedometer tampak lebih redup dari biasanya. Makin &#8230; <a href="http://www.caplang.net/2009/04/20/vitri-kendor/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Awal kecurigaan saya saat keluar kantor sore itu, indikator bahan bakar di tangki hanya setengah lewat sedikit. Padahal malam sebelumnya saya isi <em>full tank</em>. Selain itu, kebiasaan menyalakan lampu di siang hari, panel <em>speedometer</em> tampak lebih redup dari biasanya. Makin curiga saat hendak berbelok dan menyalakan lampu sein, kok kedipnya berbeda ya; lebih cepat dibanding biasanya?</p>
<p>Pikiran langsung hinggap pada aki (<em>accu</em>) yang belum lama dikuras. Menguras bisa jadi salah satu <a title="Perawatan Aki" href="http://caplang.wordpress.com/2007/09/14/perawatan-aki/" target="_blank">cara merawat aki</a> untuk memaksimalkan umur pakainya, terbukti sejak awal beli <a title="Vitri" href="http://www.caplang.net/2008/06/02/vitri/" target="_blank">Vitri</a> hingga sekarang (hampir 3 tahun, butuh 3x cicilan lagi) akinya masih berfungsi normal. Proses kuras aki juga bisa dilakukan sendiri di rumah kalau rajin <img src='http://www.caplang.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  Atau cukup pergi ke tukang aki dan membayar 5-10 ribu rupiah. Lamanya proses ini tergantung pada <em>charging</em> yang dilakukan. Biasanya sih 3 jam sudah cukup. Saya sempat memperhatikan bagaimana tukang aki menguras aki. Dimulai dari membuang air aki yang tersisa lalu mengisinya dengan air bersih. Kemudian dikocok-kocok supaya kotoran yang mengendap di dasar aki rontok dan keluar. Begitu beberapa kali hingga bersih. Selesai itu lalu tinggal di-<em>charge</em> selama beberapa jam deh.</p>
<p>Balik lagi ke masalah di atas, saya makin yakin ada yang salah dengan kelistrikan Vitri. Kenapa begitu? Sebab indikator bahan bakar di tangki juga butuh daya untuk dapat menunjukkan seberapa banyak bensin yang terdapat di dalamnya. Dan kali ini saya amat yakin sumber masalahnya berhubungan dengan proses kuras aki yang saya lakukan beberapa minggu sebelumnya.</p>
<p>Jadi malam itu sepulang dari kantor saya lanjutkan perjalanan untuk bertemu seorang teman. Tapi di tengah jalan (ehm sebenarnya sih di pinggir) tiba-tiba Vitri kehilangan daya dan mesin mati. Untung baru saja melewati belokan, jadi kecepatan sepeda motor masih rendah. Kecuali kalau sedang <em>nikung</em> di Sentul, mungkin lagi enak rebah terus langsung terjatuh akibat kehilangan daya. Coba kembali menyalakan sepeda motor setelah mematikan lampu. Electric starter tak berfungsi. Tenang, selama masih ada pulsa telepon tak perlu panik. Kali ini coba pakai engkol (kick starter), dan berhasil! Setelah yakin menyala akhirnya putar balik dengan hanya menyalakan lampu kecil. Sampai di rumah segera mengabari teman untuk membatalkan janji. <em>Ga</em> jadi kelayapan deh&#8230;.</p>
<p>Usai ganti baju, segera menyiapkan perkakas untuk membongkar Vitri. Masalah ini harus selesai malam ini juga! Jadi besok-besok bisa kelayapan dengan tenang <img src='http://www.caplang.net/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  Sasaran utama tentu saja aki. Sepintas terlihat baik-baik saja. Saya sentuh mur-baut yang mengikat aki dengan bodi motor. Benar, ternyata agak kendor di bagian itu. Yakin sudah cukup kencang, saya coba lagi menyalakan Vitri. Lampu indikator persneling netral menyala hijau terang. Masih belum yakin, saya coba nyalakan lampu kecil, lampu malam, lampu sein dan klakson tanpa menyalakan mesin. Oh iya, saat mogok itu saya juga sempat menekan tombol klakson tapi tidak keluar bunyi apapun. Ini juga bisa jadi indikasi bahwa kelistrikan bermasalah. Untuk memuaskan rasa penasaran saya bawa Vitri keliling komplek sambil menyalakan semua yang membutuhkan daya. Sipp deh, semua berfungsi normal.</p>
<p>Selesai? Belum. Esok paginya saya coba menyalakan Vitri dengan <em>electric starter</em> tapi tak mau menyala. Mudah-mudahan hanya komponen yang kotor tanpa perlu mengganti <em>dynamo starter</em>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.caplang.net/2009/04/20/vitri-kendor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tanpa Celana</title>
		<link>http://www.caplang.net/2009/04/15/tanpa-celana/</link>
		<comments>http://www.caplang.net/2009/04/15/tanpa-celana/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2009 08:47:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edy C</dc:creator>
				<category><![CDATA[Biker]]></category>
		<category><![CDATA[cibatok]]></category>
		<category><![CDATA[curug]]></category>
		<category><![CDATA[gunung bunder]]></category>
		<category><![CDATA[turing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.caplang.net/?p=1773</guid>
		<description><![CDATA[Cuma cerita singkat mengisi libur panjang sehabis Pemilu lalu. Ceritanya dari sekumpulan teman sekolah jaman dulu hendak melewati akhir pekan ke tempat lain. Dipilihlah lokasi wisata air terjun di Cibatok dan sekitarnya yang masuk dalam wilayah Gunung Bunder. Perjalanan 5 &#8230; <a href="http://www.caplang.net/2009/04/15/tanpa-celana/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Cuma cerita singkat mengisi libur panjang sehabis Pemilu lalu. Ceritanya dari sekumpulan teman sekolah jaman dulu hendak melewati akhir pekan ke tempat lain. Dipilihlah lokasi wisata air terjun di Cibatok dan sekitarnya yang masuk dalam wilayah Gunung Bunder. Perjalanan 5 lelaki petualang dengan sepeda motornya masing-masing dimulai dari Bintaro Sektor 7 melewati Jombang dan Parung. Kondisi jalanan cukup sepi. Ini mungkin akibat banyak orang memilih keluar kota dibanding memilih calon legislatornya?</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1774" title="Istirahat makan siang" src="http://www.caplang.net/wp-content/uploads/2009/04/gunung_bunder02.jpg" alt="Istirahat makan siang" width="450" height="338" /><br />
<span style="font-size: x-small;">Kika: Bajaj Pulsar 180, Yamaha Scorpio, FU150 entah punya siapa, Honda CBR 150, Suzuki Thunder125 dan Yamaha Mio</span></p>
<p>Lama perjalanan selama 2 jam hingga tiba di rumah makan sambil beristirahat makan siang. Menu ayam bakar dan lalapan cukup membayar sedikit lelah. Kemudian dilanjutkan dengan mencari air terjun yang terjangkau. Maksudnya tanpa perlu berjalan jauh <img src='http://www.caplang.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  Maklum, mendekati lokasi air terjun tidak bisa dengan mengendarai sepeda motor. Bodohnya, eh sayangnya, tak ada satupun di antara kami yang membawa celana pendek. Yang terbawa hanya kaos ganti, celana dalam, dan sedikit harga diri jika ada kurang membayar makan siang.</p>
<p>Setelah puas nongkrong, melihat-lihat dan tentu saja berfoto, pukul 15 kami memutuskan untuk pulang. Total jarak tempuh 150 kilometer, menghabiskan waktu 5,5 jam pulang-pergi (pulangnya mampir di Parung minum es kelapa muda),  dengan konsumsi bensin kira-kira 2 bar, atau setara dengan 3 liter untuk <a title="Vitri" href="http://www.caplang.net/2008/06/02/vitri/" target="_blank">Vitri</a>.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-1777" title="Menuju Curug Ngumpet" src="http://www.caplang.net/wp-content/uploads/2009/04/gunung_bunder01.jpg" alt="Menuju Curug Ngumpet" width="450" height="338" /><br />
<span style="font-size: x-small;">Tampak belakang: Yandra, Koko, Dwiko, Marwan</span></p>
<p>Jagoannya tak terlihat, jadi tukang foto saja <img src='http://www.caplang.net/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> Vitri ada di nomor 2 dari kanan, satu-satunya yang menggunakan <a title="Box Motor" href="http://www.caplang.net/2008/01/31/box-motor/" target="_blank">box</a>. Bagaimana dengan akhir pekan Anda kemarin?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.caplang.net/2009/04/15/tanpa-celana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Waktunya Turun Mesin</title>
		<link>http://www.caplang.net/2009/03/25/waktunya-turun-mesin/</link>
		<comments>http://www.caplang.net/2009/03/25/waktunya-turun-mesin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Mar 2009 03:11:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edy C</dc:creator>
				<category><![CDATA[Biker]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[tc125]]></category>
		<category><![CDATA[ulang tahun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.caplang.net/?p=1751</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini empat tahun lalu Thunder125 Community Indonesia (TC125 Indonesia) resmi didirikan di sebuah villa di kawasan Puncak, Jawa Barat. Adalah 12 orang yang memiliki inisiatif untuk membuat wadah yang berasal dari milis, dengan niat kuat, kesamaan tunggangan dan dilandasi &#8230; <a href="http://www.caplang.net/2009/03/25/waktunya-turun-mesin/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini empat tahun lalu Thunder125 Community Indonesia (TC125 Indonesia) resmi didirikan di sebuah villa di kawasan Puncak, Jawa Barat. Adalah 12 orang yang memiliki inisiatif untuk membuat wadah yang berasal dari milis, dengan niat kuat, kesamaan tunggangan dan dilandasi persaudaraan mereka berangkat denganpengetahuan yang minim untuk melakukan perjalanan luar kota. Sirine, gembolan tas, bahkan sandal jepit jadi perlengkapan berkendara.</p>
<p>Empat tahun bukanlah waktu yang sebentar, tak juga cukup lama sebagai ajang pembuktian. Ibarat sepeda motor, usia 4 tahun menjadi momen yang tepat untuk menyegarkan kembali kondisi &#8220;mesin&#8221; di komunitas. Jumlah 2076 nomor anggota tidak bisa jadi patokan suksesnya sebuah komunitas. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan hal-hal yang harus dipertahankan. Semakin banyak kepala tentu berakibat semakin beragam keinginan yang ada. Kita tentu tak mau menjadi pengumpul massa, jenis pekerjaan dadakan yang tumbuh akhir-akhir ini, tanpa bisa memberikan manfaat nyata kepada internal yang kemudian dikembalikan kepada masyarakat dari mana kita berasal. Harapan untuk bisa menjadi contoh pengendara dan komunitas yang baik harus terus dijaga dan ditingkatkan.</p>
<p>Semoga renungan malam ini di Taman Suropati tak sekedar ritual penuh basa-basi. Jadilah komunitas yang tak melihat atribut atau jenis kendaraan untuk menjadi teman dan saudara. <em>Happy Fantastic Four anniversary</em>, TC125 Indonesia!</p>
<p>Salam,<br />
TC-0011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.caplang.net/2009/03/25/waktunya-turun-mesin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antara Mampu, Sadar dan Pernah</title>
		<link>http://www.caplang.net/2009/03/13/antara-mampu-sadar-dan-pernah/</link>
		<comments>http://www.caplang.net/2009/03/13/antara-mampu-sadar-dan-pernah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 01:55:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Edy C</dc:creator>
				<category><![CDATA[Biker]]></category>
		<category><![CDATA[Keselamatan Jalan]]></category>
		<category><![CDATA[arogan]]></category>
		<category><![CDATA[klub]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[sirine]]></category>
		<category><![CDATA[strobo]]></category>
		<category><![CDATA[turing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.caplang.net/?p=1745</guid>
		<description><![CDATA[Ini cerita seorang teman (identitas dirahasiakan), tentang perjuangannya di milis menyebarkan kesadaran aman berkendara demi terciptanya kondisi jalan yang nyaman bagi diri sendiri dan pengguna jalan lain. Judul dimaksudkan merujuk pada kemampuan (skill), kesadaran (awareness) dan pengalaman turing (experience)  biker, &#8230; <a href="http://www.caplang.net/2009/03/13/antara-mampu-sadar-dan-pernah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini cerita seorang <a title="dirahasiakan demi kenyamanan teman" href="http://www.caplang.net/wp-content/uploads/2009/03/ini_teman_caplang.jpg" target="_blank">teman</a> (identitas dirahasiakan), tentang perjuangannya di milis menyebarkan kesadaran aman berkendara demi terciptanya kondisi jalan yang nyaman bagi diri sendiri dan pengguna jalan lain. Judul dimaksudkan merujuk pada kemampuan (<em>skill</em>), kesadaran (<em>awareness</em>) dan pengalaman turing (<em>experience</em>)  biker, yang diterjemahkan secara semampunya.</p>
<p>Jadi ceritanya teman ini berbagi aturan mengenai penggunaan sirine dan strobo sesuai hukum yang berlaku. Menurut Pasal 72 <a title="PP No. 43 Tahun 1993" href="http://www.caplang.net/wp-content/uploads/2008/01/pp_43_1993.pdf" target="_blank">PP No. 43 Tahun 1993</a> serta Pasal 66 dan 67 <a title="PP No. 44 Tahun 1993" href="http://www.caplang.net/wp-content/uploads/2008/01/pp_44_1993.pdf" target="_blank">PP No. 44 Tahun 1993</a>, sirine dan strobo hanya boleh digunakan kendaraan dengan kriteria tertentu. Sama sekali tak disebutkan tentang komunitas/klub/organisasi otomotif  boleh menggunakan sirine dan strobo, apalagi kalau hanya berjalan-jalan atau biasa disebut turing. Salah satu tanggapan yang diterima adalah pertanyaan kepada teman tersebut: <em>emang elo udah pernah turing sampe mana?</em></p>
<p><span id="more-1745"></span> Kemampuan berkendara memang hal yang mutlak dimiliki biker. Mulai dari pengenalan dasar sepeda motor yang dimiliki, kemampuan sepeda motor sekaligus pengendaranya, juga tehnik berkendara yang baik. Tak perlu hingga menyamai tehnik Rossi yang bisa nikung hingga 50° sih. Lebih penting menguasai cara untuk terhindar, atau minimal mengurangi efek kecelakaan. Ada banyak materi bertebaran di internet untuk bisa menguasai hal ini. Ada juga penjual jasa melatih kemampuan berkendara. Intinya <strong>kemampuan ini bisa dipelajari dan dilatih</strong> seperti halnya belajar reproduksi. Matematika juga boleh jadi contoh.</p>
<p>Bagaimana dengan kesadaran berkendara yang baik bagi diri sendiri yang akan berefek pada pengguna jalan lain? Mengapa memikirkan orang lain? Sebab kita tidak sendirian di jalanan. Jangan sampai terjadi senggol bacok. Apa yang harus dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran ini? Bisa dimulai dengan sikap tanggung jawab. Sebagai kepala keluarga tentu memiliki tanggung jawab menafkahi keluarga. Demikian juga sebagai seorang anak yang beranjak dewasa dan berbakti kepada orangtua, rajin menabung, cari jodoh lalu membina rumah tangga. Bertanggungjawablah saat berkendara demi memenuhi kewajiban-kewajiban tadi. Coba kalau Anda sembrono di jalanan lalu celaka, masuk rumah sakit, dan tak bisa mencari nafkah. Yang ada malah menambah biaya yangharus dikeluarkan untuk pengobatan. Itu kalau masuknya ke rumah sakit, kalau pemakaman? Lho kok jadi begini? Hihihi&#8230;. Pokoknya tak mudah untuk memicu kesadaran berkendara.</p>
<p>Berikutnya adalah pengalaman berkendara. Tak dipungkiri bahwa pengalaman sedikit memengaruhi kemampuan berkendara. Jelas kan, ada pepatah yang mengatakan kalau guru adalah pengalaman yang terbaik. Ada pelajaran yang bisa diambil dari tiap tikungan yang dilalui. Tapi sekali lagi, seberapa besar pengaruh pengalaman terhadap kemampuan dan kesadaran yang sudah disebutkan, bergantung pada tiap-tiap orang. Guru di kelas bisa saja mengajarkan hal yang sama, tapi tidak semua murid mendapat pemahaman yang sama pula. Eh sebentar, peribahasanya terbalik ya? <img src='http://www.caplang.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jadi, menurut saya, tak ada hubungan antara kemampuan, kesadaran dan pengalaman. Tiap orang boleh saja saling mengingatkan apalagi sesama pengguna jalan. Sudah pakai atribut organisasi jangan sampai bikin malu. Kalau saya ketemu dengan seorang atau sekelompok pengendara yang ugal-ugalan di jalan, biasanya saya ingat-ingat identitas yang dimiliki. Mulai dari nama organisasi, nomor polisi, dan biasanya ada stiker nomor anggota di organisasi bersangkutan yang ditempel di spatbor belakang. Sampai di rumah kan bisa kirim email ke organisasi yang bersangkutan, atau tulis saja ke surat pembaca di berbagai media supaya organisasi yang bersangkutan bisa mengetahui kelakuan anggotanya.</p>
<p>Lagian buat apa sih pakai sirine dan strobo? Supaya mendapat hak lebih di jalan? Waduh&#8230; kita kan sesama pembayar pajak. Atur dong rombongannya supaya terlihat rapi, gunakan sistem klotur (kelompok turing) dengan maksimal 10 motor di dalamnya. Gunakan jeda waktu keberangkatan dan titik istirahat sepanjang perjalanan. Siapkan rute. Jadi organisasi yang profesional, paling tidak dari segi manajemen turing. Ehm walaupun <a title="TC125 Indonesia" href="http://www.thundercommunity.org/" target="_blank">komunitas yang saya ikuti</a> juga belum sempurna lho. Coba mulai disiplinkan diri sendiri. Jangan jadi <a title="Jadi Biker Jangan Cengeng" href="http://www.caplang.net/2008/01/29/jadi-biker-jangan-cengeng/" target="_blank">biker cengeng</a> yang hanya berani turing dengan tambahan sirine dan strobo. Cupu ah!</p>
<p>Terakhir, andai pengalaman turing jadi pengesahan untuk bersabda, lalu saya bilang bahwa naik (sepeda) motor tanpa ada rem itu aman, Anda percaya saya dong? Kan saya sudah pernah <a title="Turing Titik Nol Kilometer" href="http://caplang.wordpress.com/2007/06/27/turing-titik-nol-kilometer/" target="_blank">turing sampai Sabang</a> lho&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.caplang.net/2009/03/13/antara-mampu-sadar-dan-pernah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>66</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

