Author Archive for koko

Mentalitas Pengendara Motor

Seorang teman yang baru pulang dari Amerika, sedang asyik-asyik menyetir mobil ketika tiba-tiba ada motor yang memotong jalannya. Ia harus mengerem mendadak, dan sambil mengomel sendiri dia bilang, “Orang Indonesia makin lama makin pengen bunuh diri aja.”

Apa memang begitu mentalitas pengendara motor di Indonesia? Mengebut tanpa ingat keluarga yang menderita saat dia menderita kecelakaan? It’s better to lose one minute in your life than to lose your life in one minute. Berikut mungkin beberapa mentalitas yang harus dihilangkan dari pengendara motor :

  1. Gue harus bisa lebih cepat dari mobil saat macet. Yup, berhubung pengendara motor kehujanan, gak bisa nonton TV, atau dapat sandaran yang nyaman, paling tidak kita bisa nyelip-nyelip di antara mobil saat macet. Eh, kena kaca spion mobil yah…maaf..
  2. Gue harus bisa memenuhi semua celah kosong yang ada di jalan. Ya, berhubung kalau misalnya kita bisa ada di celah kosong itu, maka kita akan lebih cepat lima detik sampai ke tempat tujuan. Hore!
  3. Gue Valentino Rossinya Indonesia. Maaf, tapi eloe bukan Valentino Rossi.
  4. Polusinya gila, semakin cepat gue sampai, semakin sehat paru-paru gue. Mungkin eloe punya paru-paru yang sehat, tetapi kalau kepala sudah berkenalan sama aspal, apa gunanya paru-paru?

Sementara itu teman saya cuma bisa mesam-mesem saat saya jawab, “Bukan mau bunuh diri kali, dia percaya bahwa keselamatannya ada di tangan yang Di Atas. Jadi, kenapa mesti cemas?” [Koko]

Apakah Kita Satu?

Saat mahasiswa berteriak turunkan harga
Saat rakyat miskin berdemo pada penguasa
Di mobil mewah ada yang berkata
“Mereka memacetkan jalan saja.
Bagaimana kita bisa bertenggang rasa?”
Bolehkah aku bertanya, apakah kita satu?

Saat anak-anak menangis kelaparan
dihibur ibunya yang sakit-sakitan
Ada juga yang cari kesempatan
menimbun di gudang berbagai pangan
dengan alasan sederhana naikkan keuntungan
Aku pun merenungkan, apakah kita padu?

Yang lain bilang Indonesia Bisa
ada komentar indonesia bisa apa
Apakah KTP saja yang merekatkan kita?
Karena ada yang korupsi dan kolusi
meski artinya ada yang merugi
bisakah kita bangkit, bersama maju?

Keanekaragaman seharusnya anugerah
bukan kutukan yang bisa bikin gerah
tapi saat semua berbeda kepentingan
bisakah semua itu kita kesampingkan
untuk membangun nusantara di masa depan
Apakah kita padu? Apakah kita satu?

[koko]

Transportasi di Hongkong yang Bikin Iri

Hari ini, saya ngeblog dari Hongkong berhubung sedang dapat pelatihan dari kantor. Meskipun tidak bisa bahasa mandarin, namun dengan bahasa Inggris dan sedikit bahasa isyarat, saya bisa membeli makanan, membeli simcard lokal, dan menemukan tempat training.

Yang membuat saya iri dengan Hongkong adalah transportasi umumnya. Transportasi umum di sini membuat transportasi umum di Indonesia seperti mainan anak-anak. Kata orang, kemajuan suatu negara dilihat dari sarana transportasi umumnya, hmm, berarti kalau dengan ukuran itu Indonesia jauh lebih tidak maju dibandingkan Hongkong.

Memang apa saja sih transportasi umum di Hongkong?

  1. MTR. Subway di Hongkong. Cepat dan dapat diandalkan. Paling lama nunggu cuma dua menit. Petanya jelas, baik yang ada di kereta maupun di brosur-brosur. Paling yang kurang cuma pemandangannya, soalnya gelap, cuma di sekitar stasiun aja ada iklan-iklan dan sebuah layar tv datar berisi..ehm, iklan. Tiket bisa sekali perjalanan atau isi ulang. Tidak ada loket sama sekali, kecuali buat beli kartu isi ulang. Semua terkomputerisasi dan membuat saya sempat seperti orang udik.
  2. Bus. Bus di sini terawat dengan baik, menurut pandangan pribadi saya dari luar, soalnya belum sempat naik. Paling tidak asapnya enggak ada yang hitam dan bodynya tidak mengkhawatirkan. Sejauh mata memandang, bus di Hongkong sih dua tingkat.
  3. Tram. Ada juga di sini yang namanya tram. Belum sempat naik juga (baru hari kedua nih, dan lagian bahan trainingnya lumayan padat). [koko]

Google Membuat Saya Rajin

Google membuat saya rajin. Rajin mencari jawaban tentunya. Walaupun ada gmail atau reader, tapi Google lebih terkenal dengan search enginenya. Sepertinya setelah ada Google, semua jawaban terbuka untuk saya termasuk pertanyaan mengenai life, universe and everything (jawabannya 42). Berikut beberapa hal yang jadi rajin saya lakukan setelah ada search engine kreasi Larry Page dan Sergey Brin ini.

  1. Rajin mencari fakta. Setelah nonton film Iron Man, saya googling untuk tahu siapa Tony Stark yang sebenarnya. Setelah membaca email tentang Henry Ziegland dari seorang teman, saya googling tentang kematiannya yang tidak wajar.
  2. Rajin mencari orang yang bernama sama dengan saya. Meniru film Google Me, saya juga ikutan narsis. Meskipun saya tidak sampai mencari orang yang bernama sama dengan saya itu di dunia nyata, namun saya jadi tahu bahwa mantan dubes Indonesia untuk Polandia namanya juga Koko Wijanarko.
  3. Rajin mencari walkthrough games. Kalau misalnya sudah mentok main game komputer, saya biasanya jadi males memainkannya. Namun, tunggu dulu, sekarang tinggal ketik di Google dan akan menemukan banyak walkthrough tentang game yang saya mainkan dan saya bisa melanjutkan game tersebut.
  4. Rajin mencari trik-trik untuk mempermudah pekerjaan dengan komputer. Di bagian komputer sebuah toko buku, pasti akan ada banyak buku-buku tentang tips aplikasi A, atau tips aplikasi B. Kalau saya intip, ternyata semuanya bisa ditemukan di Google. Gratis pula.
  5. Rajin mencari perbandingan harga. Semakin mahal harga barang elektronik yang ingin saya beli, semakin sering saya googling untuk mencari pembandingnya.
  6. Rajin cari link download aplikasi, mp3, film (gratisan atau bajakan). Ya, ya. Piracy is stealing. Tapi saya kan cuma penikmat. Lagian indonesia negara agraris, senang membajak.

Namun ada juga yang menjadi malas karena Google, contohnya di sini. [koko]

Hari Kura-kura Sedunia (23 Mei)

Hari ini adalah hari kura-kura sedunia. Kura-kura yang sering digambarkan sebagai makhluk yang lambat namun bijaksana terkadang merupakan antitesis dari dunia yang sekarang bergerak demikian cepat. Untuk hari ini, ada baiknya kita bercermin pada kura-kura yang bergerak lambat namun hidupnya sarat dengan makna.

  1. Alon-alon asal kelakon atau biar lambat asal selamat. Ini bisa diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan, terutama dalam berkendara. Ingat peribahasa “It’s better to lose one minute in your life than to lose your life in one minute.” Orang ingin cepat meskipun terkadang hasil yang dicapai jauh dari harapan. Ada baiknya kita mengerem sedikit dan menilik semua usaha kita agar tujuan kita tercapai dengan baik dan bukan tercapai dengan asal-asalan.
  2. Perisai tempurung yang kuat. Kura-kura mempunyai tempurung yang kuat yang digunakan sebagai perlindungan dari bahaya. Semua orang juga ingin punya tempurung seperti itu. Saat dunia seakan-akan tidak berpihak ke diri kita, kita bisa menyembunyikan diri dalam tempurung kita untuk sementara supaya kita bisa menarik nafas, bersembunyi dan menyusun strategi lagi. Tempurung kita bisa berupa rumah, keluarga, lagu, cerita atau sekedar kenangan indah di masa lalu.
  3. Fokus pada sedikit tujuan. Kura-kura tahu, bahwa dengan gerakannya yang lambat, dia tidak mampu untuk mengerjakan banyak hal. Jadi dia fokus kepada hal-hal yang ingin dia kerjakan dan kemudian dia memberikan perhatian penuh pada tujuannya itu. Manusia modern dengan segala yang serba instan, ingin banyak hal dengan cepat dan segera. Pada akhirnya, dia kehilangan fokus apa yang sebenarnya ingin dia kerjakan dan malah mengerjakan hal-hal yang tidak dia inginkan.
  4. Kesabaran adalah kelebihan utama seekor kura-kura. Ada cerita tentang seekor kura-kura yang berjalan pelan di atas salju musim dingin. Monyet datang menghampiri dan bertanya mau ke mana kura-kura tersebut. Dijawab bahwa si kura-kura mau berenang di tepian danau. Monyet menertawakannya karena danau sekarang sedang beku total dan si kura-kura tidak mungkin berenang. Kura-kura cuma menjawab, “Pada saat aku sampai ke sana, danaunya sudah mencair.”
  5. Lihat, dengar dan rasakan prosesnya. Dengan gerakannya yang lambat, kura-kura melihat banyak hal dalam perjalanan mencapai tujuannya. Dia melihat bagaimana petugas parkir menyeka wajahnya yang kepanasan, pedagang asongan berlari meloncat ke arah bus untuk menawarkan dagangannya, dan berbagai aspek kehidupan lain yang mungkin tidak kita sadari karena kita hanya fokus pada tujuan yang telah kita tetapkan sebelumnya.
  6. Temukan kecepatan pribadimu sendiri dan jangan menjadi minder karenanya. Kura-kura menyadari bahwa dia mempunyai kecepatannya sendiri. Kecepatan yang menjadi miliknya sendiri dan tidak terpengaruh oleh kecepatan dunia di sekitarnya. Dia tidak berupaya untuk menjadi lebih cepat dan berganti nama menjadi kelinci. Dia bergerak sewajarnya, dan tidak merasa kesal jika ada yang bergerak lebih cepat darinya, karena kura-kura sudah menemukan kecepatan pribadinya sendiri.

Kura-kura yang lambat mungkin tidak cocok dengan dunia yang bergerak cepat sekarang ini. Namun, kura-kura adalah guru yang baik, guru yang menghargai setiap waktu yang dia punya dan menghargai kesempatan yang ada sepanjang waktu yang singkat tersebut.

Selamat hari kura-kura sedunia. [koko]