Ini cerita seorang teman (identitas dirahasiakan), tentang perjuangannya di milis menyebarkan kesadaran aman berkendara demi terciptanya kondisi jalan yang nyaman bagi diri sendiri dan pengguna jalan lain. Judul dimaksudkan merujuk pada kemampuan (skill), kesadaran (awareness) dan pengalaman turing (experience) biker, yang diterjemahkan secara semampunya.
Jadi ceritanya teman ini berbagi aturan mengenai penggunaan sirine dan strobo sesuai hukum yang berlaku. Menurut Pasal 72 PP No. 43 Tahun 1993 serta Pasal 66 dan 67 PP No. 44 Tahun 1993, sirine dan strobo hanya boleh digunakan kendaraan dengan kriteria tertentu. Sama sekali tak disebutkan tentang komunitas/klub/organisasi otomotif boleh menggunakan sirine dan strobo, apalagi kalau hanya berjalan-jalan atau biasa disebut turing. Salah satu tanggapan yang diterima adalah pertanyaan kepada teman tersebut: emang elo udah pernah turing sampe mana?
Kemampuan berkendara memang hal yang mutlak dimiliki biker. Mulai dari pengenalan dasar sepeda motor yang dimiliki, kemampuan sepeda motor sekaligus pengendaranya, juga tehnik berkendara yang baik. Tak perlu hingga menyamai tehnik Rossi yang bisa nikung hingga 50° sih. Lebih penting menguasai cara untuk terhindar, atau minimal mengurangi efek kecelakaan. Ada banyak materi bertebaran di internet untuk bisa menguasai hal ini. Ada juga penjual jasa melatih kemampuan berkendara. Intinya kemampuan ini bisa dipelajari dan dilatih seperti halnya belajar reproduksi. Matematika juga boleh jadi contoh.
Bagaimana dengan kesadaran berkendara yang baik bagi diri sendiri yang akan berefek pada pengguna jalan lain? Mengapa memikirkan orang lain? Sebab kita tidak sendirian di jalanan. Jangan sampai terjadi senggol bacok. Apa yang harus dilakukan untuk menumbuhkan kesadaran ini? Bisa dimulai dengan sikap tanggung jawab. Sebagai kepala keluarga tentu memiliki tanggung jawab menafkahi keluarga. Demikian juga sebagai seorang anak yang beranjak dewasa dan berbakti kepada orangtua, rajin menabung, cari jodoh lalu membina rumah tangga. Bertanggungjawablah saat berkendara demi memenuhi kewajiban-kewajiban tadi. Coba kalau Anda sembrono di jalanan lalu celaka, masuk rumah sakit, dan tak bisa mencari nafkah. Yang ada malah menambah biaya yangharus dikeluarkan untuk pengobatan. Itu kalau masuknya ke rumah sakit, kalau pemakaman? Lho kok jadi begini? Hihihi…. Pokoknya tak mudah untuk memicu kesadaran berkendara.
Berikutnya adalah pengalaman berkendara. Tak dipungkiri bahwa pengalaman sedikit memengaruhi kemampuan berkendara. Jelas kan, ada pepatah yang mengatakan kalau guru adalah pengalaman yang terbaik. Ada pelajaran yang bisa diambil dari tiap tikungan yang dilalui. Tapi sekali lagi, seberapa besar pengaruh pengalaman terhadap kemampuan dan kesadaran yang sudah disebutkan, bergantung pada tiap-tiap orang. Guru di kelas bisa saja mengajarkan hal yang sama, tapi tidak semua murid mendapat pemahaman yang sama pula. Eh sebentar, peribahasanya terbalik ya?
Jadi, menurut saya, tak ada hubungan antara kemampuan, kesadaran dan pengalaman. Tiap orang boleh saja saling mengingatkan apalagi sesama pengguna jalan. Sudah pakai atribut organisasi jangan sampai bikin malu. Kalau saya ketemu dengan seorang atau sekelompok pengendara yang ugal-ugalan di jalan, biasanya saya ingat-ingat identitas yang dimiliki. Mulai dari nama organisasi, nomor polisi, dan biasanya ada stiker nomor anggota di organisasi bersangkutan yang ditempel di spatbor belakang. Sampai di rumah kan bisa kirim email ke organisasi yang bersangkutan, atau tulis saja ke surat pembaca di berbagai media supaya organisasi yang bersangkutan bisa mengetahui kelakuan anggotanya.
Lagian buat apa sih pakai sirine dan strobo? Supaya mendapat hak lebih di jalan? Waduh… kita kan sesama pembayar pajak. Atur dong rombongannya supaya terlihat rapi, gunakan sistem klotur (kelompok turing) dengan maksimal 10 motor di dalamnya. Gunakan jeda waktu keberangkatan dan titik istirahat sepanjang perjalanan. Siapkan rute. Jadi organisasi yang profesional, paling tidak dari segi manajemen turing. Ehm walaupun komunitas yang saya ikuti juga belum sempurna lho. Coba mulai disiplinkan diri sendiri. Jangan jadi biker cengeng yang hanya berani turing dengan tambahan sirine dan strobo. Cupu ah!
Terakhir, andai pengalaman turing jadi pengesahan untuk bersabda, lalu saya bilang bahwa naik (sepeda) motor tanpa ada rem itu aman, Anda percaya saya dong? Kan saya sudah pernah turing sampai Sabang lho….


saya pake shell super extra…bukan pertamax
kadang ada juga yang sadar, tapi merasa dirinya udah hebat dan punya skill yang lebih,
jadinya di jalan malah betingkah, dan tidak menghiraukan peringatan yang ada….
yaaa… saya paling benci dengan mobil organisasi apalagi kalau underbow parpol tertentu yang petantang petenteng keliling jalan pake sirine plus strobo… memangnya situ oke????
kadang-kadang hukum yang dibuat oleh “penguasa jalanan” lebih laku dibanding hukum yang semestinya ditaati om, *mengeluh mode on*
@Rio
familiar dengan cerita di atas yak
@arvernester
iya betul itu… kadang seseorang dengan skill yg baik justru jadi pembawa bencana akibat overconfidence
@itikkecil
kalo emang ada kendaraan parpol yg begitu berarti partainya tidak layak untuk dipilih. keliatan kan gimana kelakuannya…
@Anggara
biasanya karena rame-rame jadi ngerasa jagoan jalanan, om
padahal mah biasa aja, manusia juga, yg kalo ketabrak masih bisa luka
salam biker
pengalaman mungkin menambah kemampuan mas, sedikit-sedikit nyuntik kesadaran juga, tapi kalo prinsip senioritas dipake, kalo mo ngasih saran harus dibandingkan dulu jam terbangnya, bisa rusak negara kita.
di jalan ndak berlaku prinsip tanggung sendiri akibatnya, jadi ndak boleh sembrono, bisa-bisa yang tertib ikut celaka.
btw strobo itu apa mas?
*biker oon*
[...]Jelas kan, ada pepatah yang mengatakan kalau guru adalah pengalaman yang terbaik[...]
Pengalaman adalah guru terbaik kali maksudnya?
Ho ya, jadi sepeda motor tanpa rem itu aman sodara sodara sekalian. *menjura pada yang udah turing sampe 0 kilometer*
semoga yang dituju baca post ini oom.
Kog harus itu yang jadi contoh? Ck…Ck…Ck…
Ngomong² ini sepertinya mempublikasikan kekayaan intelektual orang lain, yah?
bikin berisik kalo cari jalan musti bunyiin sirine
Ca..gue gak ngerti tulisan ini..dan gue akan meminta elo bercerita secara lisan…langsung didepan gue saat ini juga!
*menuju meja Eca*
Tertib di jalan…? suatu yg mudah di ucap tp susah realisainya..
intinya kalau buat gw pribadi sabar2 ajalah di jalan…liat sikon aja..
contoh paling kecil om,. jarangkan liat di lamer tertib gitu semua di blg garis…?
kadang mo tertib malah jd malu sendiri…aneh kan…?
Sepertinya semua seolah berpacu dg waktu kalo gak mau di bilang dikejar2 waktu…mungkin banyak bizniz gak tahu juga…
gw sich nyantai aja…i have a lot of time…
Sebenarnya sampeyan lagi ngomongin club yang mana sih mas? Jadi penasaran…
bener tuh paling males klo ada pengendara yg pake seragam lewat kayak yang punya jalan aja tingkahnya..
@gajah_pesing
salam, bro
@mas stein
strobo itu lampu yg kelap-kelip, mas
biasanya dipake polisi ato ambulan
@celo
ya coba aja naek motor tanpa rem
resiko tanggung sendiri
@yht
maksudnya nyontek tulisan orang lain?
kalo iya, tolong tunjukin sumber aslinya
karena sama sekali ga ada niat untuk nyontek
@meylya
mungkin emang mo cari perhatian hehehe
@yessy
jadi gitu ceritanya, yess…
*balik ke meja*
@teddy
nyiapin waktu yg cukup panjang termasuk cara yg tepat, om
jadi ga perlu terburu-buru n nyusahin orang lain
@hade
club yg mana yak? kayanya masih banyak yg begini, om
@emfajar
pake seragam apa nih? bukan seragam SD kan
Mungkin banyak yang merasa tersinggung, Om…
Mungkin juga banyak “jagoan” yang baca artikel ini? hehehehehe
wah, jadi teringat dengan bokep kotareyog je….
pengalaman turing saya dengan jupebiru memang masih terbatas sekitar jatim-jateng-jogja, tapi ya lumayanlah….
no comment ah
pokmen saya ndak suka orang yang rombong2an pakai kendaraan bermotor pakai jalan seenaknya, knalpot digeber, makan jalan orang (angry)
*dipenthung*
asal tau sama tau sajalah,,sudah cukup menurut saya
hehehe
sebuah imbauan dari seorang bikers plus blogger
Waduh tulisane orang pinter,pas tak baca malah ga mudeng aku om,hukum emg aneh
Saya suka turing, tapi biasanya sendirian dan sangat tertib dalam berlalu lintas… Nggak kenal deh sama yang namanya strobo dan sirine, hehehe…
Tur paling mengesankan, Semarang-Bali 17jam, dan Semarang-Palembang 2 hari…
Salam biker!!!… (sekarang sudah tuwir, ndak pernah lebih dari 250km sehari)…
Percaya lah bos, ente kan sudah berapa kali naek haji…eh, turing sampai Sabang ding!
*mlungker*
1. Kenapa mas kalawo turing moge itu selalu rombongan n pakai strobo?

2. Kalau mas turing dari Jakarta ke Kendal misalnya, berapa kali mas beloknya?
3. Habis turing kan biasanya lelah tuh mas, apalagi kalo dari Sa Bang ampe Me Rauke. Gimana caranya supaya nggak lelah mas?
4. Lam kenal n terima kasih.
sebuah komen yang membuktikan kebenaran tulisan gue…
http://digitalmbul.com/blogs/2009/03/11/arti-identitas-perkumpulan/comment-page-1/#comment-3634
karena ulang beberapa orang..semuanya harus menanggung…
iya.. kaya mereka yang punya jalan aja
lha? sayah cuman punya bebek yang ndut2an…mau ngajak touring, ntar mogok dijalan…hehehehe
hah? sampe sabang? mulainya dari mana tuh?
kalo mas edy yang bersabda, saya mah percaya saja
yeah !!
*beneran pernah turing sampai sabang?*
terima kasih sudah berbagi. emang jaman sekarang, udah hati-hati aja kadang masih kesenggol juga ma yang ngga hati-hati. jadi ya, tetep mendingan hati-hati…
bahkan motor pun gue gag punya, jadi sepertinya petuah ini bukan buat gue…
*nunggu rongsokannya v3*
Kalo pejabat yg lewat pake sirine itu masih bisa diterima. Tp kalo sudah org biasa ikut2an pake sirine, dan buat macet itu tuh yg bikin emosi. Saya setuju dgn cara mas edy yg kirim email dan laporan ugal2an langsung ke komunitasnya…
kalo touringnya motor bermesin sebesar kapal biasanya pakai strobo dan sirene dan masih ditambah dengan pengawalan poltas.Bisa jadi ini juga dibilang arogansi serta ada pengistimewaan padahal sama-sama mbayar pajak .
Tiap hari saya touring dari ujung utara ke ujung selatan kota batam dan ngak pake sirene.
kalo soal turing. saya percaya sampean jagonya. no argue :hehehehe:
sekali turing paling lama berapa hari mas?…
ooow ini cerita soal bikers yaah…....,
mungkin kalo pake sirine bisa mirip kayak blangdir pemadam kebakaran..
wewekwkewkewekwk…
sobat, beberapa waktu yg lalu saya tabrakan.
G parah sih tapi tetep aja yg namanya jg kecelakaan.
Yg saya akui salah adalah, saya ngebut karena buru2.
wah..
kapan saya bisa kursus safety ridding
yang bergerombol dan pake sirene kenceng2 itu memang suka bertingkah dan nyebelin
Salam
ga pernah ikutan turing-turingan, klo ngebut pernah *doh nyambung ga siy
iya ituh… sirene2 gak jelas di jalanan hanyalah nambah polusi suara ajah
ya itulah….
bising sangad!!
Setau gw, strobo dan sirene cuma (bisa) dipakai VIP atau urgent. yg melanggar bukan cuma rombongan biker, Ed, tapi juga aparat. di jln raya bogor, tiap hari rombongan brimob dan tentara selalu pasang sirene, padahal gw tau mereka tidak dalam kondisi darurat dan bawa VIP.
ngalamin sendiri, dongkolnya setengah mati kita dibikin minggir saya sendiri sampai bilang Guooobxxxkkk, saya ga demennya mereka tuh arogan merasa diri punya organisasi seharusnya kita saling menghargai bukankan kita tujuan beroganisasi supaya lebih teroganisir alias teratur baik didalam maupun diluar ini kok malah makin ngaco…
wah, hebat banget mas udah sampai Sabang kapan kalo gitu ke Meraukenya?
salam kenal, dari saya!
Repot jg.
Trkadang anggota sdh dibina, tp ada yg blm paham n melanggar norma brkendara. Mgkn klo tdk bs dibina ya dibinasakan aja ^^
ilmu padi nih kang edy. biasa kang, tong kosong berbunyi garing
hohohooo….
ciri2 orang ga berotak ya spp itu mas..hihii
wah…artikel yng berat nh untuk otakku…he he
tapi begitulah…,biasanya yng berlaku spt itu hanyalah orang baru yng sok jago
untung saya termasuk org yg sadar.. paling biasane ngelanggar lampu merah.. tapi jarang banget.. hihihihihi
dia pikir dia yang punya jalan kali..
moga makin banyak yang sadar yo kang?
Mungkin biar pengendara lain kebingungan mas.
Hehehe…
lom pernah ngerasain turing.. tp klo bos M hobi banget tuh..
“Intinya kemampuan ini bisa dipelajari dan dilatih seperti halnya belajar reproduksi….”
————————
hahah…. ada2 aja, masalah reproduksi diseret2 jugaa
blm pernah pake strobo
belajar berkendara lewat internet juga percuma kan bro? praktik yang penting kan?
gak prnh touring tuh..
malahan dt bkn biker lagi..
*berlalu*
biar kliatan keren x, ‘n bisa jadi
k’bangaan pdhl ya gag jlas bgt..!!
sLam kenal dah..
@HEDI :
Bukan soal urgent apa ndak, tapi kalo rombongan truk ato kendaraan militer bila melaju di jalan raya, memang wajib pake sirine kok Hed…
Wah, kalo yang dijadikan sampling tanpa rem itu aman cuma satu dan dibandingkan satu, ya jadi 100% aman. He he he.
Saya juga mau bersabda, bahwa hubungan s**s tanpa k****m itu aman, tidak akan mengakibatkan kehamilan.
Btw, untung saya udah ganti theme. Kalo ga, kita samaan nih hehehe. Ndorokakung juga pakai themes ini lho.
intinya adalah kesabaran dalam diri anda semua, disiplin hanya bisa dimulai dari diri kita sendiri, peraturan hanya alat yang dipergunakan untuk menjadi disiplin, kalo berhenti dibelakang garis putih pada saat lampu merah aja gak bisa bagaimana mau memajukan bangsa ini (berharap semoga ada yang merasa tersinggung)
oh iya masbro bang edi lama tak jumpa kita yah…?
kadang-kadang hukum yang dibuat oleh “penguasa jalanan” lebih laku dibanding hukum yang semestinya ditaati om,
setuju aku,.. harusnya tahu diri tuh
Resiko di jalan itu nabrak, ketabrak n di tabrak…
jadi, JUST AWARE AND BE SAVE FOR YOUR SELF AN OTHER.
Gunakan lah HELM yang layak dan AMAN seperti halnya anda menggunakan KONDOM….
Hehehehehehehe…….
Ane stuju ma ne yang punya tread…..