Republik Instanesia kembali bergetar. Kali ini getaran hebat datang dari Gedung Pantat tempat Para Pemeras Rakyat. Sebuah media cetak memuat gambar dan cerita para Pemeras yang jarang hadir saat rapat. Tak lama sebuah stasiun televisi menayangkan hal yang sama, lengkap dengan wakil dari BK PPR (Bimbingan Karir Para Pemeras Rakyat). Mereka memang hebat. Tanda tangan hadir adanya namun tubuh tak kasatmata. BK PPR menilai hal ini wajar. Selama rapat tak mengambil keputusan atau yang sifatnya internal, selalu ada pemakluman. Mestinya generasi penerus bangsa dapat menarik pelajaran dari mereka.
» lupakan etika bahwa ada banyak mata mengamati gerak-gerik Anda. Pemeras Rakyat bertugas membuat undang-undang yang njelimet, tidak jelas, dan menguntungkan diri sendiri. Itu harus! Jangan sampai kepentingan Anda dan kelompok Anda terancam di masa mendatang.
» Gedung Pantat adalah tempat berkarir yang mumpuni tanpa ada bayangan madesoe. Cukup menduduki posisi itu, dengan cara apapun, Anda akan mendapat gaji yang layak, fasilitas sangat baik (antara lain laptop seharga 40 juta), dan kesempatan mencela seseorang yang Anda anggap tidak mampu menduduki suatu jabatan pemerintahan. You’re not the right man, diucapkan untuk seorang perempuan yang dianggap tak becus.
» seperti telah disebutkan di atas, pastikan Anda sebagai seorang mahasiswa tak perlu hadir setiap saat di kelas. Cari sekutu untuk titp absen tanpa kuatir Anda kehilangan nilai. Malah bisa dapat gaji. Eat blind salary, katanya. Alias makan gaji buta.
» saat awal merangkai karir menuju Gedung Pantat tentu diperlukan biaya yang tak sedikit. Setor partai, cetak brosur dan spanduk dengan gambar super-narsis-melebihi-bloger, serta biaya parkir sana-sini. Jangan lupa menyisihkan sebagian gaji selama menjabat Pemeras Rakyat untuk persiapan kampanye berikutnya. Demikian seterusnya.
» … (silakan isi sendiri)
Saya bersyukur ini hanya terjadi di negara tetangga dan bukan di Indonesia, negeriku tercinta.


kalau ada kemiripan dengan kemirisan di negara Anda, sungguh tak ada niat untuk menyamakan. suwer deh…
horeeee postingan yang ini ga diapuuuussss…
eh tumben saya bisa pertamax di sini…
*tidak menganggap komen Om Caplang sendiri*
ituu… memang mirip pantat ya gedungnya… saya kok mikir lebih mirip…
ah sudahlah….
arrgghhh….
kalah sama Chic
*injek-injek Chichi*
gedung pantat khusus untuk mereka yang memindahkan pantat di wajah mereka … ganyang !!!
» seperti telah disebutkan di atas, pastikan Anda sebagai seorang mahasiswa tak perlu hadir setiap saat di kelas. Cari sekutu untuk titp absen tanpa kuatir Anda kehilangan nilai
*lirik pak’e*
wakakakaka….gedung pantat.
bohay nga,ed?
alhamdulillah bukan di Indonesia. Kalau tidak, terpaksa revolusi sekali lagi…
tetangga jauh atau deket sih, ed?
Beruntung kita ada di dunia siluman Lang!.. hehehe…
*tapi prihatin juga ya liat mereka di pantat itu*
kembali mengulang kalimat yang pasti digunakan di kantor kalo ada yang mengeluh tentang Republik Instanesia:
” BEGITULAH , NEGARA KALIAN ITUH ”
dalam artian bukan negara gw.. ato negara kita..
Pantatnya BUTI IJO yah ed
kan pantatnya Ijo hehehe
yang mengucapkan aneh banget deh Bung. udah jelas perempuan, kok masih dibilang not the right man.
btw, setuju sama itikkecil. lebih mirip dengan anggota tubuh lainnya, bukan pantat.
Kok aku baru kebayang sekarang ya kalo gedung itu bener-bener mirip errr…
pantat atau apa sih, om…?
kebiasaan ketika kuliah kali tuch..
orangnya ga hadir, tapi tanda tangannya bisa nongkring di lembar absen
kalo istilah ekonominya “invisible hand ”
ah bener2 ga cinta negara kaw om… masak gedung itu kaw sebut gedung pantat?? berarti didalamnya hanya terdiri dari kotoran2???
oh tidak.. rakyat memlih kotoran ataukah kotoramn memilih kotoran??
waahh.. kreatif banget..
wah sayah mau jadi caleg partai blogger ajah boleh gak?
sampeyan kayaknya perlu diruwat mas. gedung ijo kok dibilang pant*t.
)
jangan2 tugu monas sampeyan bilang… ah, soedahlah…
parkir motor di gedung pantat itu dimana ya?
di indonesia sih nggak kaya gini…nggak ada pemeras rakyat yang kaya anak kecil tingkah lakunya…
pokoknya indonesia memang………………….
Kasian sekali ya negara Instanesia itu..
Ulah orang2 seperti ini, Lembaga yang harusnya terhormat malah “terlaknat”
Butuh banyak orang bersih yang kuat duduk di Lembaga itu
Ayo selamatkan!
Sobat, maaf jarang silaturahim, lg lemot internetnya
“seperti telah disebutkan di atas, pastikan Anda sebagai seorang mahasiswa tak perlu hadir setiap saat di kelas. ”
kebiasaan yang gini bakal jadi buadaya di kantor pantat yah, itu baru satu kegiatan. Belum lagi ntar uang organisasi atau apa saja yang bisa dtilap… wekekeke piss ahh,
dapat laptop seharga 40 juti???
Idih, mau dong..
Register dulu aaahh..
Hmm..bagusnya pakai login apa yak?..
Darimana dana mereka untuk masuk ke Gedung Pantat?
Mengapa baru sekarang mereka sok dermawan?
para pemeras rakyat ituh meang benar² mendambakan gedung pantat
oh gedung pantat….
untunglah itu cuma di negeri tetangga om, coba kalo itu terjadi di gedung dpr senayan, bisa rusak negara kita!
*bersukur*
fiksi om..?
ah.. gedung pantat, nama yang unik.. hihi..
tiap hari saya lewatin gedung yang mirip pantat di negeri tetangga
pemandangannya emang ga enak banget tuh.. negeri tetangga kita!
Kasian sekali rakyat negara sebelah..
Huehehehe
pantesan kalo ngomong bau pantat semua
Ass worship…
Dulu SGA bilang itu gedung UFO, eh taunya sekarang berubah jadi gedung pantat… hahaa…
hmm kayaknya sih bukan negara kita pak edy….
Ed, para penghuni Gedung Pantat itu nggak punya pantat seseksi gedungnya..
ya…bangga juga Indonesia punya orang spt anda…punya nasionalisme yang tinggi..bravo
Wah, dalem inih™
Sampe² ada pantat sgala.
*ga ikut²an*
@ peyek
*ketawa baca komen Mas Peyek*
Lha… ngomongnya ngandelin pantat di kursi lho, Mas. Makanya kalo keluar, baunya busuk melulu…
Bro Edy, gabung di partai kawan ini saja, gimana?
gedung pantat?? omaigoosh kalo dipikir pikir bentuknya emang mirip.. hohoho…
masa sih emang mirip yah sama negara gw?
laptop segitu buat apa coba? paling cuma ngetik. itupun kalo mereka sempat. beuhhh, kesel
gedung pantat ??
hmmnn…baru dengar..
*garut2 pantat
Eca!
Sarapan yuk!
*OOT*
Mas edy nie….
diriku malah kefikiran setelah baca postingan ini klo gedung itu mirip pantat
koment dulu baru baca
crita dari tetangga koq nyerempet dengan crita negri laen yo….
tapi untung bukan di Indonesia
LEBIH ENAK DI NEGERINYA PARA SILUMAN, TUH LEBIH GANAS TAPI YA GIMANA GITU DEH
.
Tapi kalo di Indon hal-hal yang situh sebutin di atas bener-bener terjadi, lho Ed….
tetangga negara kita hebat ya?!
*dikethak*
pantat oh pantat oh yessssssssss………
iya juga ya,,mirip ama pant**at
btw, magabu emang enak om…
ndak kerja juga dah dapet apa2
Selain mirip pantat… itu gedung juga mirip BH wanita deh kayanya. Mungkin itu sebabnya ada diantara mereka yang doyan masuk media utk kasus-kasus yang berurusan dengan BH itu. Tak percaya? Tanya Yahya Zaini!
gedung pantat?
ohh…
pemikiran yang brilian,emang mirip ni..
hehhe..
haha………..mantap analoginya mas…mantap…memang seperti itulah kenyataan di negeri tetangga kita itu……..
hidup indonesia
laptop 40 juta ?
mau donk
untung di negara tetangga
saya benar benar baru sadar jika mereka bekerja didalam pantat, makanya peraturan yang keluar kadang bau kadang ngga, atau bau sekali jika sedang kena diare, bah…. benar benar menjijikan negri sebelah itu… untung aku hidup di indonesia yang makmur kaya raya.
Mirip negara kami, he,,he