Mengunjungi Hukumonline.com
Rabu, 10 Desember 2008
Hari sebelumnya terima email dari Om Anggara yang isinya mengajak saya mengunjungi kantor redaksi Hukumonline.com. Lha saya kaget! Macam mana bloger abal-abal ini kok diajak? Sekaligus senang karena saya belum tahu di mana kantor redaksinya. Hujan rintik-rintik tak menghalangi niat saya.
Diskusi yang menarik
Baru kemudian saya mengetahui bahwa kunjungan media itu merupakan kunjungan resmi ANRHTI yang diwakili Om Anggara dan teman-teman membahas UU ITE yang sudah berlaku. Sebagai orang yang sering berhubungan dengan internet tentu saya berhak dan wajib mengerti, walaupun sedikit. Apalagi sehubungan dengan aktivitas ngeblog yang rawan dengan pasal pencemaran nama baik.
Diskusi berjalan hangat, banyak istilah yang baru saya dengar. Pembahasan UU ITE menjadi fokus utama diselingi OOT. Dan cemilan. Itu penting supaya menjaga konsentrasi. Dari diskusi itu pula saya makin mengenal sosok UU ITE yang memiliki sisi positiv melindungi para pengguna internet dan sekaligus rawan penyalahgunaan.
Mestinya bloger tampil lebih ke depan menyangkut undang-undang ini. Apalagi dengan adanya pernyataan bahwa email dan sms sudah bisa jadi barang bukti. Dan adanya kasus baru menyangkut UU ITE ini yang awalnya dari email yang beredar di berbagai milis. Wah pokoknya banyak deh informasi yang baru saya terima. Ingin tahu lebih lanjut tentang UU ITE? Tanyakan Om Anggara saja.
Parkir Sepeda Motor di Puri Imperium
Selain bloger abal-abal, saya juga menjabat biker sering nyasar apalagi dalam kota Jakarta. Sebelum berangkat, saya sudah memastikan letak Puri Imperium, gedung di mana redaksi Hukumonline.com berlokasi. Tanggapan pertama saya, “Waduh parkir (sepeda) motornya di mana? Beradab atau biadab?” Maklum, masih banyak pengelola gedung yang tak mampu menyediakan cukup lahan bagi pengunjung gedungnya dan hanya menyediakan lahan parkir (terutama untuk roda dua) seadanya dan memakan ruas jalan.
Memasuki Puri Imperium harus melalui portal jaga. Pernah sih ke gedung ini tapi tidak dengan roda dua. Sempat tanya beberapa kali akhirnya sampai juga ke lokasi parkir. Wah ternyata letaknya di basement; terlindung dari panas dan hujan. Masuk ke arah lobi lalu ke arah kiri dan menuruni bangunan. Dari situ lurus saja kemudian belok kiri sebelum lorong keluar. Lumayan luas dan tidak berdesakan. Vitri bisa menunggu dengan nyaman.
Ya, mulai sekarang saya akan menuliskan lahan parkir sepeda motor di tempat-tempat yang saya kunjungi sebagai bahan referensi supaya saya ga nyasar lagi barangkali ada yang memerlukannya. What else should I write? I’m a biker, Masbro!
*Foto dicomot tanpa izin dari pesbuknya Mas Amrie.
thanks ya udah diinfo
ttg hal2 spt ini saya juga baru tahu
ternyata ada hukumonline
ternyata ada UU ITE
Smakin padat saja jadwal kunjungan seleblog satu ini !
Masih aja suka merendah ah. Ck ck ck
eh, di fotonya ada mas ed…
biasanya juga ndak mau difoto, malah mfoto
jadi parkiran motor di Puri Imperium termasuk recommended lah ya? hehee… gimana dengan UU ITE nya Bang Ed? gak direview sekalian disini? -japs-
selebs blog…selebs blog…..
makan..makan… kekeke
Salam
Klo jadi seleb enak ya, ada yang ngajakin terus
@awi
saya juga baru tau kok
smoga berguna
@warmorning
lah kalo emang rendah gimana dong hehehe
@Nike
ga bisa kabur, Nik
mangkanya sesekali ikutan poto deh
@japs
parkir motornya recommended banget
di dalem ruangan, nyaman, n ga mahal
UU ITE-nya tanya ke om anggara aja yak
@Epat
makan opo? makan salep?
@Nenyok
yahh ini satu komen lagi…
trus kapan saya diajak, ney? hihihi
kami juga sangat senang menerima teman-teman dari ANRHTI
Mau nanya:
Apakah saya berhak untuk meminta pertanggungjawaban kepada dinas kebakaran Pemkot Papua akibat mobil saya tertabrak saat terjadi kemacetan lalu lintas.
Kronologis kejadian:
Kejadian saat malam pergantian tahun 2008-2009 jam 00:15 di depan Kantor gubernur Propinsi Papua (Tempat nongkrong saat malam hari).
Posisi jalan yang tadinya 2 arah ditutup oleh petugas (polisi) sehingga menjadi satu arah.
Karena terjadi kemacetan otomatis mobil saya tidak bisa bergerak (maju / mundur maupun kekiri / kanan).
Badan jalan disisi kiri telah penuh dengan mobil parkir (sebelah kiri mobil saya).Badan jalan sebelah kanan penuh dengan motor parkir.
Posisi mobil saya di terhalang kemacetan (didepan dan belakang mobil saya penuh mobil yang tidak bisa bergerak karena macet)tidak bisa bergerak sama sekali.
Sementara sebelah kanan saya adalah juga rentetan mobil yang mengalami kemacetan seperti kami (termasuk mobil dinas pemadam kebakaran)walaupun sedikit demi sedikit bisa berjalan merayap.
Pada saat mobil pemadam kebakaran tersebut lewat disisi kanan mobil saya itulah terjadi gesekan (karena badan mobil pemadam yang cukup lebar).
Inilah yang kami tanyakan, saat mobil tidak dapat bergerak samasekali apakah hak kami sebagai pengguna jalan dapat kami peroleh.
Karena dalam kejadian tersebut:
1.Petugas pemadam hanya dalam persiapan menuju kantor gubernur untuk berjaga-jaga, bukan karena terjadi kebakaran.
2.Petugas(sopir mobil pemadam) saat kejadian, mulutnya berbau alkohol.
kyaknya dlu pernah kejadian sam di semarang tho……klo ndak salah ya pas malam tahun baru menjelang pergantian tahun 2005 ke 2006…..yang sabar ya mas…mobilnya sekarang apa/