Keberadaan helm cetok bisa jadi contoh tepat kesemrawutan penerapan lalu lintas di Indonesia. Helm jenis ini tak layak dipakai sebagai pelindung kepala. Oh ya, di artikel itu saya juga lupa menyebutkan struktur helm proyek berbeda dengan helm cetok. Itu yang membuat helm proyek layak pakai di lingkungan proyek. Seharusnya helm cetok tak boleh beredar di pasaran tapi ternyata banyak pihak yang mestinya bertanggung jawab akan hal ini tetap membiarkan peredaran helm cetok.
Mengapa begitu? Mulai dari UU Nomor 14 Tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 23 ayat e hanya menyebutkan “…dan mempergunakan helm bagi pengemudi kendaraan bermotor roda dua atau bagi pengemudi kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang tidak dilengkapi dengan rumah-rumah” tanpa dengan jelas menyebutkan helm seperti apa yang layak pakai. Oke, itu kan UU yang biasanya menjelaskan hal-hal umum. Lagian UU itu sudah basi, tak ada perbaikan mengikuti perkembangan. Kalau ditelusuri turunannya, dimulai dengan PP Nomor 43 tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan, kata helm hanya muncul sekali yaitu dalam pasal 68. Sementara PP Nomor 44 tahun 1993 tentang Kendaraan dan Pengemudi sedikit lebih baik. Kata helm muncul tiga kali, dua kali di antaranya dalam pasal 89. Tetap tak ada penjelasan helm yang layak pakai.
Itu kan PP, masih terlalu umum pasal-pasal yang tercantum dong. Oke, penelusuran dilanjutkan pada laman Badan Standardisasi Nasional yang menangani Standar Nasional Indonesia, biasa disingkat SNI, sebagai satu-satunya standar yang berlaku secara nasional di Indonesia. Ada SNI 1811-2007 tentang helm pengendara kendaraan bermotor roda dua. Paling tidak ini SNI perbaikan dari sebelumnya SNI 1811-1990. Empat angka di belakang sepertinya menunjukkan tahun terbitnya. Mestinya produsen helm menerapkan aturan yang tertera di sana sehingga tak mudah menempelkan stiker SNI pada produknya. BTW, kalau saya lihat di KBBI Daring, adanya kata standar dan bukan standard lho.
Lalu, mengapa masih ada saja yang membuat helm cetok? Mengapa polisi tidak menjaring para penjual helm cetok? Mengapa tidak melarang penggunaan helm cetok? Benarkah stiker SNI yang ditempel di helm-helm yang ada di pasaran berarti sudah lulus uji BSN? Mengapa Wakil Rakyat yang Mulia tak membuat perbaikan UU Lalu Lintas? Bukankah negara bertanggung jawab terhadap perlindungan rakyatnya?
Nah daripada pusing menunggu jawaban-jawaban itu, lebih baik mulai dari diri sendiri untuk menghargai kepala dengan pelindung yang layak. Ada 2 contoh helm koleksi pribadi caplang[dot]net
Ini bukan tulisan berbayar, tapi bila berminat untuk dibahas produknya, silakan hubungi saya
KYT 2 Visions
Helm jenis half-face ini memiliki 2 lapisan kaca: hitam dan bening. Lapisan kaca hitam berbentuk seperti bra kaca helm pilot berada di paling luar. Sementara lapisan kaca bening yang lebih lebar berada di sebelah dalam. Paket pembelian helm ini juga menyertakan sebuah kunci L untuk membuat sepasang baut di kanan-kiri. Anehnya, terdapat pula kertas petunjuk untuk melepas kaca bening sehingga hanya menggunakan kaca hitam. Biar gaya, katanya. Terdapat 3 warna: hitam, putih dan merah. Saya punya warna hitam, biar matching dengan Vitri. Saat saya membeli helm ini pertengahan Agustus lalu di pusat penjualan onderdil dan asesoris sepeda motor di Cileduk, harganya Rp. 200.000. Entah sekarang atau di tempat lain, bisa jadi harganya berbeda. Lapisan busa di bagian dalam juga bisa dicopot untuk menjaga wangi dan bersih helm sehingga tetap nyaman saat digunakan. Moso‘ helm keren tapi bau?
Airoh SV55
Satu lagi, koleksi pribadi yang sudah cukup uzur dan harus segera dipersiapkan penggantinya. Airoh SV55, helm flip-up atau disebut juga helm modular, yaitu jenis helm full-face yang bagian depannya bisa diangkat. Bedanya dengan helm di atas, kaca yang lebih gelap dan berbentuk bra berada di sebelah dalam. Untuk menaik-turunkannya ada tombol di sebelah kiri. Lapisan busa juga bisa dilepas untuk dibersihkan. Tersedia warna hitam, titanium dan silver. Saya pilih yang hitam dong. Harganya? Waktu saya beli di Hotpipes Fatmawati April 2006, helm ini dihargai 12x lipat lebih sedikit dari harga helm di atas. Hitung sendiri. Mahal? Wah kepala saya jauh lebih berharga dari itu, mas bro! Selain itu helm ini memiliki sertifikasi ECE 22.05, standar helm layak di lingkungan Uni Eropa dan banyak diterapkan di berbagai negara, yang melakukan uji kelayakan contoh helm sebelum diproduksi, tidak hanya uji acak terhadap beberapa helm yang sudah diproduksi bahkan sudah beredar di pasaran.
Selain ECE 22.05, ada juga FMVSS 218 atau lebih dikenal dengan DOT, standar kelayakan untuk helm yang diproduksi di Amerika Serikat. Tak hanya pemerintahan, ada juga lembaga swasta yang mengeluarkan standar helm yaitu Snell. Tiga standar helm ini yang banyak digunakan produsen helm kelas dunia. Jadi kalau ada helm produksi lokal dengan stiker Snell atau DOT, itu layak dipertanyakan. Lalu bagaimana dengan SNI? Hehehe jangan begitu dong ah….
Mengapa helm yang satu dianggap sudah uzur? Helm juga memiliki masa kadaluarsa. Kalau tidak salah, 6 tahun sejak helm diproduksi yang berupa 2 tahun masa penjualan (dari pabrik ke distributor, dari distributor ke pedagang, termasuk waktu helm dipajang) dan 4 tahun masa pakai. Jadi selain sertifikasi, pada helm juga harus tercantum tanggal produksi.
Mengapa memilih helm yang memiliki 2 kaca? Sebenarnya itu bukan kaca tapi semacam campuran plastik supaya helm tidak berat. Kebayang kalau kaca hitam yang dipasang itu kaca nako? Helm seperti ini nyaman untuk pemakaian siang dan malam hari. Saat silau bisa menurunkan kaca yang lebih gelap. Dan bila malam tiba bisa tetap keluyuran dengan tenang karena wajah tetap terlindung.
Ada beberapa anggapan yang beredar di kalangan bikers tentang helm half-face dan full-face. Biasanya helm half-face digunakan untuk perjalanan jarak dekat, seperti dalam kota. Sebaliknya, helm full-face hanya digunakan saat touring jauh. Anggapan ini salah. Jarak tempuh tak menjamin keamanan kepala. Malaikat pencabut nyawa mirip dengan kernet metromini, tak mengenal jarak. Jauh dekat sama saja. Atau bagi biker perokok (iyaa termasuk saya), ada anggapan lebih enak menggunakan helm half-face karena lebih mudah bila hendak menyulut rokok. Salah lagi! Pakai helm flip-up juga mudah kok hehehe….
Ingat, helm tidak menjamin keselamatan nyawa, tapi berfungsi mengurangi efek benturan yang diterima kepala. Kapal goyang hasilnya tidak seberapa. Otak goyang? Wah bahaya, Kapten!
*Gambar hasil tanya Google, diolah semampunya dengan MS Paint


hehehe seting komennya lupa diubah
Wakakaaka…. aduh kebayang pk kaca nako di helm? Yg ada kepalnya berattt bgd, badan pun jd condong
Tp sbnrnya helm2 di Indonesia ini sendiri gimana? Apakah ada kode produksi jg? Soalnya tahu sendiri org Indonesia terkenal hemat, ga bakal mo ganti helmnya klo masih bagus.
Saat outbound dan ada acara memanjat tebing, peserta harus menggunakan helm…katanya sih helm tadi bisa menahan kalau kita terjatuh, karena memang didesain bisa menahan benturan sampai sekian ton.
Terus apa helm ini beda dengan helm sepeda motor? dan kenapa ada helm yang mahal banget (sampai > Rp.400.000,-) dan ada yang murah? Mestinya jika untuk keselamatan berkendara, harus ada kriterianya….
mangnya airoh berapaan??
otak goyang? hiii syerem om ngebayanginnya…
seringnya naik bajaj jadi ga pake helm
@caplang[dot]net
yeee dodol bgt sih sampe bisa lupa
@zee
kalo helm yg KYT itu saya periksa ada tahun produksinya
tanpa ada keterangan bulan berapanya, mbak
@edratna
mestinya beda peruntukan, bu
bisa diliat dari bentuknya, helm outbound cuman melindungi bagian atas kepala hingga samping telinga. helm mahal ya bisa karena model, merk, apalagi kalo yg impor. bea masuknya aja…
@Rio
itung aja 200.000×12
@ika
mudah-mudahan ga perlu ngalamin yak
@Indah Sitepu
kalo sering naik bajaj harus pasang peredam getar
biarin motor jelek tapi jangan helmnya jelek!
wekekekekek!
Helm yang kayak gt emang harus dipake mengingat pengendara motor sekarang menyebalkan semua, jadi in case ada yang ngegetok kepala saking keselnya sama pengendara motor bisa teratasi
helm cetok banyak dipakai mungkin karena simple..
Wah…wah…wah…
Saya baru tahu tuh kalo ada helm dua kaca.
Tapi, menurut saya bagus untuk perlindungan
@pengendara
mungkin bukannya ga mampu, tapi kesadarannya masih kurang
@trendy
hehehe boleh juga prinsipnya
jangan lupa untuk juga aman berkendara
@zhe
emang banyak pengguna jalan, termasuk pengendara sepeda motor, yg menyebalkan. banyak tapi bukan berarti semua
@emfajar
simpel tapi berbahaya, bro
jangan dipake lagi ah
@Hair
emang belom terlalu lama kluarnya kok
kira-kira sejak 3 tahun lalu deh
bossss jual batok helm ga ya???
apa mungkin sampeyan tau di mana bisa
dapetin batok helm yng blm di cat.
salam erry
waw..
helmnya keren..
baru tau kalo ada helm yang punya dua kaca.
lebih baek motor biasa helm biasa aja.. supaya maling helm kagak tertarik ma helm murah dan jelek

gue seh make helm jelek ajaaa…. yang penting kan fungsinya dan supaya kagak kena tilang ma polis
dah bosen berurusan ma polis lalu lintasss ujung ujungnya duit muluuu…
pengennya helm berkaca di muka biar muka terlindung plus wiper mas!!! hehehe… jadi kalo ujan enak tuh… wiper on!!! kek kaca mobil
ada ga ya…??
Mending beli pakai helm deh daripada otak jadi geser..
wew mas manteps neh helmnya ….
kapan2 pinjem yak ….
)
wkakaka (nggak modal …
btw… helm spt keknya lbh nyaman dipake drpada yang batok …
wah, keren. Bisa dipake di terang n gelap donk.
kapan2 pinjem lah. hehe…
mas Edy, dapet PR. bisa dilihat di blog saya. kalau sempet kerjakan yah hehe…
wah keren abis helmnya…, emang ada..kok baru tahu aq ya…makasih mas infonya
saya masih pake helm cetok kalo naek sepeda..
woalah…..
tak kira ada helm yang kacanya depan belakang, trus lengkap dengan spion di sisi kanan kirinya!
@Rian
makasih, emang banyak yg bilang kalo saya keren
huehehehehe
@BolaNaga
saya menghargai kepala saya, bro
lagian, saya pake helm bukan gara-gara takut sama polisi
tapi untuk melindungi diri saya sendiri
@carra
ada wipernya tapi di belakang
alias minta tolong orang belakang buat ngelapin kaca
@Memanfaatkan
iya, soalnya belom ada yg jual kepala/otak eceran kan
@afwan auliyar
nyaman n lumayan kedap suara
@EEng
udah pernah ngerjain PR yg itu, bro
@Diah
emang helm seperti ini belum lama keluarnya, mbak
apalagi untuk yg buatan lokal
@waterbomm
selama itu emang helm untuk bersepeda sih ga masalah, bro
@Ndoro Seten
hehehe helmnya jadi bertanduk dong, kang
waaa….canggihnyaaaa :p
jadi inget helm sepedah saya…yang dipake naek motor terus dicuri… huhuhu
Eh mas Edy,
kalo “helm ini dihargai 12x lipat lebih sedikit dari harga helm di atas” itu berarti 12x lebih murah yak
Walaupun saya perokok, saya tetap lebih senang menggunakan helm fullface. Rasanya aneh aja, naik motor kok sambil ngrokok…
Analisis boss caplang soal helm catok mingsih ndak tepat.
Helm ituh teteup berfungsi maksimal, boss
Sayah pernah liyat kecelakaan berat dan pengendara mongtornya make helm catok.
Ternyata helm catok ituh berfungsi untuk ngumpulin otak nyang tercecer….
mantap yaks helmnya, dah kayak helm POWER RANGER ..hu..hu..hu
saya perhatikan, di jawa maih banyak pengendara motor yang belum menggunakan helm SNI. kalau di Bali, pengendara yang tidak menggunakan helm SNI akan ditilang… jadi baik pengendara maupun yang dibonceng harus menggunakan helm SNI.
@sez
ga ah biasa aja
@sigid
hehehe kalimat saya salah ya, mas
@sapimoto
maksudnya kalo mo brenti dulu untuk ngerokok
banyak yg beranggapan helm half-face lebih praktis
@mbelGedez™
abis dikumpulin trus dicuci biar bersih?
hehehe
@okta sihotang
dan saya naik belalang tempur
@fenny
begitu ya? saya iri dng situasi di Bali…
brp harga Airoh nih ?
untung yessy sama suaminya pake helm full face :d
Mas Edy, sekarang ini orang mau memakai helm tujuannya kan agar tidak ditilang polisi. Bukan dari segi keamanannya yang diperhitungkan.
keknya bagusan helmnya drpada motornya……. wkakakakka
Paling aman pake helm perang milik tentara romawi kuno. Sekalian sama zirahnya…
wahhhhh gaya baru lagi tuh
tapi kocek orang seperti aku cukup enggak yah
entar di planingkan di beli
kayaknya emank bagus
@Fikar
kalo dulu sih 2,4jt ga tau skarang
bisa naik bisa juga turun
@yessy
iya jangan mau kalo dikasih helm cetok dowang, yess
@Edi Psw
sayangnya seperti itu ya, pak
blom sadar kepentingan untuk dirinya sendiri
@afwan auliyar
hehehe tau aja, bro
@yuswae
naiknya kuda beneran, bukan kuda besi, mas
@Gelandangan
demi kepala direlain nabung, bro
promosiy……….
apa helm nyah sekalian dipasangin spion?
dulu helem cethok atau kalo di jogja namanya helem cidhuk alias gayung sudah memenuhi syarat, yg penting dikepala ada yg “kayak” helm, walaupun kalo jatuh helemnya duluan ngglundhung..hihihi
walah2… muahal ituh…
berat pulak… tapi yang penting safety pak!
pake helm gede itu memang mengurangi benturan kalo tabrakan, tapi bisa bikin leher patah
kalo mau beli helm lagi, beliin anna juga yah…
mas.. mobil balap juga pake helm lho.. gak dibahas sekalian?
oh ya.. alinea 7 kayaknya perlu di bikin jajak pendapat deh.. biar bisa milih mahal yang mana.. helm ato..
Referensinya mantab…
@abee
bukan promosi tapi pamer
@m4stono
asal jangan kepalanya duluan yang ngegelundung, mas
@rama
yak, yg penting safety first
@easy
yah namanya juga usaha meminimalisir resiko
kan ada tehnik jatohnya juga
@anna
beli buku aja yuk, na
@nindityo
karena saya jarang bawa mobil
balapjadi ga dibahas, mas… blom punya ilmunya@indra1082
makasih…
Hehehehe

tolong ajari aku gimana caranya pake MS-Paint !!
kapan yahh ada helm full-face yang support sama rokok, jadi kita bisa ngerokok dengan rasa yang aman pada saat berkendara motor
btw, diedit semampunya dengan MS-Paint??
serem harganye airoh
@Panda™
kalo lagi berkendara ya ga boleh ngerokok
brenti dulu kalo mau…
@Harri
sayang kepala… sayang kepala…
Keren helmnya. Kalau saya sih pengennya helm full face, tapi karena make kacamata jadi susah mo masang dan melepasnya.
jadi inget, minggu kemaren saya abis jatoh. untung pk helm. jadi saya setujuh sekalih, helm itu penting!
helm cetok, helm kebangsaan waktu jaman masih sma dulu
lagi cari helm…
thanks inpona…
*cari doang, sapa tau nemu
saya sih lebih nyaman pake helm AGV seri GP Pro emang sih mahal sekitar 5 jutaan yang penting keren karena helm tersebut yang dipake Valentino Rossi di arena balap MotoGP musim 2008 ini. Itu helm rancangan Aldo Drudi
hmm.. snail juga bagus loh mas..
Wuih tambah keyen nih blog, stlh lama ga mampir.
Ngomongin helm, jangan cuma di liat harganya, perhatikan ukuran, Dan jangan Lupa HELM SEMAHAL APAPUN Musti dipake dng BENAR ( di lock saat pake )
Kmrn touring di jawa ada accident tabrakan, mati di tempat padahal pake helm AGV mahal. karena??? pake hlm
Ga Di Lock!!
Salam, safety riding
Pingback: Helm Standard, Kurangi Resiko Gegar Otak | Web Blog Of Sapimoto
Telat lagi………!
Kenapa gak dari dulu diberlakukan
Pingback: Aturan Helm SNI | caplang[dot]net
klo mau berlakukan SNI sediain dong pemerintahh,,gmn sm helm yg lama yg msh bgs,,atau tuker tambah helm lama sama helm yg ber-SNI dri pemerintahhh,,,,jangan mempersulit uang rakyat trus dongggg,,,
keren juga tuhhhhhhh…..
kapanya KYT ngeluarin
helem corak batik