Melihat berbagai peristiwa yang mengikuti hasil Pilkada membuat saya makin apatis dan khawatir akan situasi negeri ini. Lihat saja serunya berita tentang pemilihan di suatu daerah yang berbuntut aksi massa dan tak jarang terjadi bentrokan dengan aparat keamanan. Terakhir Pilkada Sumsel.
Para calon pemimpin dan partai hanya punya strategi untuk menang. Mereka tak siap dan mau kalah bertanding dengan gagah. Uang kampanye yang sudah dihabiskan hanya untuk satu tujuan: menjadi penguasa. Para pendukung tak mau kalah pun. Beramai-ramai mendatangi kantor KPUD dengan harapan bisa mengubah hasil penghitungan suara.
Apa tak ada usaha dari para calon pemimpin untuk mengendalikan massa pendukungnya? Apa para pendukung yang merusak dan menyerang kantor KPUD tak berpikir bahwa para pegawai yang bekerja di sana juga punya keluarga? Tuntutan tugas? Apa tak ada fit and proper test kategori mengalah bagi para kandidat dan partai?
Berangkat dari keadaan itu saya yang bodoh ini membuat kesimpulan. Untuk Pemilu 2009 lebih baik bila (semua) menjadi pemilih GOLPUT. Mengapa? Mereka sibuk berebut suara ‘kan? Nah, bila tak ada suara berarti tak ada pemenang. Tak ada yang menang berarti tak ada keributan. Damai. PISS.
Begitu?








35 Comments
terus, siapa nanti yang akan mimpin bangsa ini mas?
terkadang golput itu lebih realis dibandingkan dengan berpihak kepada kemunafikan kaum-kaum penipu …
Silence is always gold…
Biarkan negri ini kolaps dan mati dengan diam.. dan dari puing-puing itu kita bangun lagi Indonesia..
*sok mellow*
GOLPUT = Nda ada yg menang
Nda ada yg menang = nda ada yg pimpin
Nda ada yg pimpin = buyar pemerintahan
Buyar pemerintahan = kerusuhan
kerusuhan != damai
So ?
gak sah golput..
sayank suaranya…
Bener bener deh bro, ternyata memang kita belum dewasa.
Iya nih… Dimana2 pemilu nggak ada yang bisa damai. Semia serba rusuh. Betul banget bang edy… Ga ada yang siap kalah. Semua maunya menang. Nggak nyadar diri kalo siap bertanding harus siap menerima konsekuensi kalah.
Tapi aku kurang setuju dengan Golput bang… Lebih baik pilih yang benar2 fresh daripada yang lama2. Karena yang lama2 orientasinya udah jelas, mau berkuasa. Sedangkan yang baru, niat melayaninya pasti lebih tulus
dateng ke TPS malah golput!
mending diem dirumah dan blogging daripada mau golput mas!
wekekekeke
Yang penting Indonesia damai..
Terimakasih masukannya mas… nanti saya akan coba…
analoginya berbeda kalo golput, kalo golput ngak ada yg merhatiin pemerintah…
sudah cuek sama negara….
memilih dan tidak memilih adalah sebuah pilihan .
memilih dan ternyata salah pilih adalah kekeliruan
tidak memilih karena tidak ada pilihan apakah bisa disebut tidak adanya kepedulian ya ?
Nah…. dah ada 1001 khan yang GOLPUT, semoga bisa 60% nantinya yg golput.
Mari kita galakkan GOLPUT di tahun 2009 nanti.
golput berarti menerima apapun yg terjadi,,walaupun yg mimpin bangsa ini orang yang salah..
wah, jangan sampai golput dong. kalo pada golput semua siapa yang mau mimpin negara kita yang indah ini? hohoho, waktu pemilihan gub. jabar saya terpaksa ga ikut, soalnya lagi sibuk belajar. jah, gaya banget deh saya..
Pilih saya saja di 2009 nanti
Sorry ga sepakat!
hidup itu pilihan, dan walau semua calon ga ada jaminan, tetep kudu dipilih yg trbaik dr mnurut pribadi.,
*pdhl ga prnh nyoblos* ^^
saya juga bingung…..
tapi kalo entar waktu pemilu yang pemilih dapat undian paket jalan-jalan keliling Eropa yah ga papa deh milih
mana tau dapat jalan2 ke Eropa
*ah Indah dimana rasa kebangsaanmu?*
mendingan kita ngajarin cara milih yang bener mas.. dari pada ngajarin golput
kalo test mengalah gimana ngujinya ya om
apa perlu om ikutan daftar jadi anggoya KPUD
kalo ada yang cocok di hati, saya mendingan milih.. sayang hak suaranya kalo ngga dipake.
tapi tetap berharap semoga PEMILU bangsa ini DAMAI selalu.. ya kan om?
Peace..
semula anggapan saya juga begitu, tapi kalok ntar yang gak golput manfaatin ini semua gimanah? kan otomatis yang gak golput jadi pemenang dan duduk dipemerintahan….bukanya ini malah tambah blunder? tambah rusak negara ini kalok dipimpin oleh pimpinan yang tidak amanah….tunggu 2014, bang!
wahh saya blom bisa ikutan, masih di bawah humur
waaa…saya juga lagi bingung neh
kira-kira klo saya nyoblos tahun depan,
ada perubahan yang berarti gak ya?
jd ragu buat nyoblos
GOLPUT? kenapa saya ndak setuju ya..
kenapa ngga ngajuin diri aja ke KPUD? kalo memang dari pilihan yang ada ndak sreg dihati.
saya ingin ada presiden dari partai independen…
*nyiapin berkas diri sendiri*
hehehehehehe..
jangan deh..
g bguz gtuan, sbg WNI yg baik. kita hrus ikut berpartisipasi dalam pemilu…
Golput = apatis ? egois ? pragmatis ? idealis ? pesimis ?
aniwei, golput gpp sih, asal tetep dateng ke tps.. lagipula, kan saiki tidak perlu mencoblos, cukup mencontreng.. hi hi contreng… setiap denger / baca kata tsb, gwa kudu pingin ngakak ..
Jangan golput bang sayang hak suara, mending kita kasih ke yang benar2 nyaman di hati yg paling dalam…
negri ini memang lagi sakit semoga tidak tambah parah…
nanti aku cari makan di mana..? oohhh
contreng pengganti coblos paku..[yang murah meriah]
satu lagi akal2an keluar biaya buat beli stabilo….
ada aza akalnya…..ampun!!!!
GOLPUT, dari analisis pemerintah sekarang, golput lebih banyak daripada pemenang pemilu itu sendiri.jadi gimana klo golput bikin partai ajah, dan bikin calon presidennya sendiri. kyaknya bakalan menang tuh. Partai Golongan Putih Sejati. Keren kan. w sih masa bodo amat lah ama pemilu. abis callon pilihannya ga da yang sreggg. jadi ya udah mendingan w di homz. sambil chat ama orang2 yang juga ‘kyaknya’ ga pemilu. HIDUP GOLPUT!. HIDUP INDONESIA! HIDUP NONAME! ^_^
para calon pemimpin lebih fokus utk menang dalam suatu pemilihan dan berharap untuk mendapatkan kembali biaya yang dikeluarkan dalam pemilihan, jadi sekarang tidak ada yang fokus ama rakyat.
jadi lebih baik tidak ada Pemilu atau Pemilihan Kepala Daerah, toh semua visi & misinya untuk mensejahterakan rakyat.
kalau tidak pemilu atau pemilihan kepala daerah maka biaya dari ini bisa dialokasikan untuk kepentingan rakyat.
terus untuk pemimpin kepala daerah atau presiden dipilih oleh para wakil rakyat dengan diberikan sistem yang bisa memantau kinerja mereka.
terima kasih
pilih yang terbaik di antara yang terburuk aja.
Temen2,…dulu waktu UMPTN milih bener itu +4 tapi kalau
salah -1, tapi kalau dak milih ya nol,… kadang dalam
SPMB dari lima pilihan masih aja ga da jawabnnya
so ya daripada milih salah -1, mending tidak milih, karena
jawaban kita masih belum ada atau tidak ada. lumayan -1 daripada nol atau lumayan nol daripada -1?
Bangsa ini memang keterlaluan,…. satu sisi ada yang merasa paling benar disisi yang lain ada yang saling membenarkan diri. kita ini sebetulnya ga perlu loh anggota dewan,… toh mereka akan membuat aturan sesuai keinginan diri dan kelompok mereka. kadang persoalanpun jadi tidak selesai malah membingungkan, bahkan
ujung2nya selesai karena duit,.
Coba liat pemilu presiden USA, jika digabungkan dana ketiga kandidat itu sekitar 400- 700 milyar, tapi untuk indonesia itu adalah baru dana 1 orang calon bupati,..
gimana ya kalau gaji pokok presiden aja sama ma tukang sapu/office boy? bisa jadi tukang sapu rajin kerja kaya office boy atau presiden jadi sangat hati-hati kaya office boy. kalau gitu gimana juga dengan anggota dewan, saya yakin 2014 peminat calon anggota dewan akan berkurang. dari situlah akan mikir semua untuk bersama dan bersama untuk semua,… jadi jangan mengukur kesejahteraan dengan uang, tapi ukur dengan rasa nyaman dan tentram,
coba lihat kasus pasuruan,.. dimana presiden mengecam “gara-gara uang cuma 30.000″ terjadi kasus itu,… tapi coba presiden dengar apa kata mereka, 30.000 itu bisa untuk 1minggu. ini kenyataan, anggota dewan dari partai mana yang mau peduli ??? di TV sudah jelas acara “aku menjadi” bisa anda bayangkan dan anda saksikan keadaan sesungguhnya,…
Saya mau milih kalau ada yang menjamin orang miskin di Indonesia berpenghasilan 1jt sebulan dan punya rumah sederhana…. ada yang bisa ga?? ada kalau dia bisa merampingkan PLN, pertamina,Pajak, Beacukai, krakatau steel, migas, batubara dan gaji eselon 1, presiden dan anggota dewan.
Suatu saat negri ini akan terjadi revolusi sosial, dan dari situ orang saling berkaca siapa diantara mereka yang pantas didengar dan memimpin bangsa ini,.. jadi masih panjang saat kita untuk memilih,… nikmati saja.
Dari pada milih Golput, lebih baik gak usah milih.
Post a Comment