Skip to content

Mengisi Ramadhan

Banyak cara bisa dilakukan untuk mengisi Ramadhan. Mengisi, bukan melewatinya. Kalau sekarang mungkin hanya sedikit waktu tersisa di sela rutinitas kerja. Berbeda saat masih sekolah, libur seminggu untuk menyambut Ramadhan.

Apa saja yang dulu dilakukan untuk mengisi Ramadhan? Tentu tak termasuk kewajiban sholat lima waktu, tarawih dan mengisi buku Ramadhan lengkap dengan tanda tangan penceramah.

Selesai sholat Subuh, berkumpul dengan teman-teman sebaya, laki-laki dan perempuan. Biasanya pura-pura sibuk bercanda sambil menunggu orang tua berlalu dan cepat pulang. Setelah itu segera mengeluarkan “amunisi”: obat nyamuk, korek api, dan petasan berbagai jenis dan ukuran. Jalan-jalan pagi memang menyenangkan dengan bumbu dar-der-dor suara petasan. Bukan bom molotov seperti milik para mahasiswa, atau bom yang memakan banyak korban jiwa. Ini mainan anak-anak!

Bintaro Jaya yang saat itu belum seperti sekarang jadi daerah operasi ideal. Tak perlu takut kehabisan lawan bermain. Kalau perlu tetangga sendiri dijadikan sasaran lempar petasan berukuran ibu jari tangan. Atau petasan jangwe yang pandai mengejar sasaran. Bukan dengan pelacak panas, tapi dengan bantuan sebatang lidi. Perang akan berlangsung hingga jam 7 pagi, kecuali kalau harus masuk sekolah.

Tiba di rumah segera menghilangkan debu mesiu yang tersisa. Tak jarang membawa oleh-oleh sarung milik teman atau luka dalam akibat petasan. Tak batal puasa. Kan aku ga nangis, darahnya juga ga keluar. Ah dasar anak-anak!

Dua jam berikutnya akan sibuk membantu Ibu menyiapkan menu berbuka dan adonan kue hari raya. Wangi ayam bakar setengah matang atau nastar menjejali hidung menjelang Dzuhur. Waktunya bermain lagi.

Dulu kami rajin membuka taman bacaan berbayar. Boleh usaha sendiri atau berkelompok. Tak ada monopoli. Komoditinya komik anak-anak yang ngetren saat itu: Steven Sterk, Lucky Luke, Asterix, Trigan, dll. Steven Sterk, anak kecil berkekuatan luar biasa yang suka menolong. Yang lemah saat terlalu lelah dan pilek. Kemana buku-buku itu sekarang? Dua Belas Pekerjaan Steven Sterk, Boneka Voodoo, Sirkus Bodoni,  Taxi-taxi Merah, atau Lady Adel Fine? Gang buntu mirip suasana ruko sekarang. Pengusaha yang sama akan berjejer di tempat yang sama. Padahal bulan-bulan sebelum Ramadhan sudah saling pinjam koleksi. Lantas siapa yang menyewa? Ah namanya juga anak-anak!

Puas barter-baca komik dilanjutkan istirahat siang. Menahan lapar melepas kantuk. Ibu sudah selesai memasak, tak kuatir dengan wangi menggoda. Komik-komik dikembalikan ke kardus penyimpanan. Istirahat memang penting untuk mengembalikan stamina; menunggu saat buka puasa, tarawih, dan perang petasan esok harinya. Ah anak-anak!

23 Comments

  1. masa anak-anak tak akan pernah tergantikan, tapi akan terus terteruskan pada penerus kita :)

    Posted on 02-Sep-08 at 11:55 | Permalink
  2. Masa anak² memang masa terindah, sebab kita tak perlu pusing memikirkan kondisi ekonomi, cmn bermain, belajar, dan tidur

    Posted on 02-Sep-08 at 12:05 | Permalink
  3. mamanya eca kalo puasa bikin pastel juga gak :P kangen euyyy sama pastel buatan mamanya eca :)

    Posted on 02-Sep-08 at 12:27 | Permalink
  4. pinjem lucky luke-nya domz…
    mau perang-perangan lagi? :lol:

    Posted on 02-Sep-08 at 12:31 | Permalink
  5. sama, dulu juga ngumpulin tanda tangan dan cap masjid pas sholat tarawih :D tapi, saya tetep sebel sama anak-anak yang maen petasan seenak jidat.

    Posted on 02-Sep-08 at 12:33 | Permalink
  6. hehehe jadi inget ama perang petasan duluu

    Posted on 02-Sep-08 at 12:49 | Permalink
  7. kalo saya, kebanyakan tidur dan ngenetnya :D astaga… mestinya byk ibadahnya yakz :D

    Posted on 02-Sep-08 at 13:29 | Permalink
  8. jgn2 anak oom caplang gitu jg ya
    hehe

    Posted on 02-Sep-08 at 13:40 | Permalink
  9. ngisi ramadhan dengan coding, hhe

    Posted on 02-Sep-08 at 14:03 | Permalink
  10. kalo dulu saya puasa malah maen bola. hehehe

    Posted on 02-Sep-08 at 14:12 | Permalink
  11. biyung nana

    positif sekali kegiatan yang dilakukan hehehehe

    Posted on 02-Sep-08 at 14:29 | Permalink
  12. budi

    jadi inget masa kecil ya??

    Posted on 02-Sep-08 at 14:53 | Permalink
  13. Sahabat,

    Met nikmatin indahnya bulan suci
    Mohon maaf lahir & bathin :)

    Posted on 02-Sep-08 at 16:04 | Permalink
  14. Selamat menjalankan ibadah di bulan ramadhan

    Posted on 02-Sep-08 at 17:10 | Permalink
  15. Saya pernah terlibat perang “rudal”, dimana kembang api yang seharusnya di arahkan ke atas agar bisa terbang, malah diarahkan ke kubu lawan..

    Ah, masa-masa itu..

    Posted on 02-Sep-08 at 17:35 | Permalink
  16. berendem di air selama mungkin juga manstab!
    wkekekeke!

    Posted on 02-Sep-08 at 19:15 | Permalink
  17. welah….sayah waktu kecil sering maenan petasan…sekarang ya maenan…..hmmmmm….ngeblog…. :P

    Posted on 02-Sep-08 at 23:04 | Permalink
  18. agenda rutin…. pondok ramadhan :D

    Posted on 03-Sep-08 at 0:38 | Permalink
  19. saya kangen sama masa anak-anak mas..
    seru banget!!!!

    Posted on 03-Sep-08 at 4:26 | Permalink
  20. jadi anak2 emang paling enak ya…

    Posted on 03-Sep-08 at 7:04 | Permalink
  21. AngelNdutz

    dulu….habis sholat shubuh langsung jalan2 pagi sama seseorang ;;)

    Posted on 03-Sep-08 at 9:38 | Permalink
  22. selamat menjalankan ibadah puasa, mas..salam

    Posted on 04-Sep-08 at 11:17 | Permalink
  23. main “betengan” asyik juga setelah tarawih… seru… atau jumpritan…
    he.he.he..

    selamat Berpuasa… semoga segala ibadah kita diterima oleh Allah SWT, amin…

    sebagai pelengkap, saya membuat tulisan untuk menjawab mengapa kita masih didera malas beribadah, baik mahdhah maupun ghayru mahdhah, terutama di luar Ramadhan…

    tulisan tentang “Mengapa Pahala Tidak Berbentuk Harta Saja, Ya?”

    silakan berkunjung ke:

    http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/08/mengapa-pahala-tidak-berbentuk-harta.html

    semoga Allah menyatukan dan melembutkan hati semua umat Islam, amin…

    salam,
    achmad faisol
    http://achmadfaisol.blogspot.com/

    Posted on 23-Sep-08 at 13:42 | Permalink

One Trackback/Pingback

  1. [...] penuh berkah, itulah kenapa kami memilih mengisi ramadhan dengan menuliskan posting mengenai social media optimization. Dengan tujuan dapat mempererat [...]

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *
*
*