RSS adalah sebuah file berformat XML untuk sindikasi yang telah digunakan (diantaranya dan kebanyakan) situs web berita dan weblog.
…
Teknologi yang dibangun dengan RSS mengijinkan kita untuk berlangganan kepada situs web yang menyediakan umpan (feed) RSS, biasanya situs web yang isinya selalu diganti secara reguler. Untuk memanfaatkan teknologi ini kita membutuhkan layanan pengumpul. Pengumpul bisa dibayangkan sebagai kotak surat pribadi. Kita kemudian dapat mendaftar ke situs yang ingin kita tahu perubahannya. Namun, berbeda dengan langganan koran atau majalah, untuk berlangganan RSS tidak diperlukan biaya, gratis. Tapi, kita biasanya hanya mendapatkan satu baris atau sebuah pengantar dari isi situs berikut alamat terkait untuk membaca isi lengkap artikelnya. (ID-Wikipedia)
Lagi-lagi tentang RSS, khususnya di blog. Pendapat soal ini bisa dikerucutkan menjadi dua: pengelola blog yang memberi umpan penuh (full feed) dan yang hanya memberikan sepotong umpan. Saya memilih yang pertama; memberi umpan penuh. Ibarat pemancing, umpan yang menggiurkan penting demi mendapatkan ikan yang besar. Demikian juga keberadaan pengumpan di blog akan memudahkan pembaca yang memiliki akses internet merangkak (seperti saya) terbantu dengan pengaturan umpan penuh sehingga dapat dengan tenang membaca dari jauh. Oh ya, sudah berlangganan umpan blog ini?
Saya menggunakan Google Reader sebagai layanan pengumpul, yang terintegrasi dengan akun Google saya yang lain. Jadi cukup dengan satu akun bisa punya beragam aplikasi tanpa repot login sana-sini.
Nanti iklan di blog saya ga ada yang ngeklik dong?
Konon, kemungkinan pengunjung mengeklik blog lebih besar dari pembaca yang datang berkat bantuan mesin pencari daripada pembaca reguler. Berlangganan RSS berarti pembaca reguler kan? Oke, tak pasti membaca, paling tidak berlangganan. Penerapan jurus SEO yang mumpuni berperan penting di sini. Ini konon lho….
Apalagi bila misalnya Anda pengajar yang merangsang (tapi bukan alat perangsang) murid-muridnya untuk ikut ngeblog dengan memberi tugas hanya di blog. Dijamin tak akan kehabisan pengunjung dan pelanggan umpan.
“Persaingan” yang tersisa adalah bagaimana menulis dan menarik orang sekaligus untuk sumbang komentar, terutama tulisan kontroversial. Jangan takut tak kebagian, saat ini budaya saling berkomentar antara blog teman masih lekat sebagai ajang silaturahmi. Budaya bangsa kita yang pemalu mewujudkan komentar malu-malu saat ada beda pendapat. Padahal blog sebagai jurnal pribadi, seperti caplang[dot]net ini, banyak kurangnya.
Saya malas komentar di blog tenar, seperti caplang[dot]net. Selain komentar saya di situ tak dibalas, pengelola blognya juga jarang malah tak pernah komentar di tempat saya.
Pertama, caplang[dot]net masih belia, belum setahun dan tak layak digelari tenar apalagi jadi artis blog. Mau dijual saja tak laku-laku. Nanti kalau saya sudah diundang kemana-mana jadi pembicara, boleh deh diadakan penobatan itu. Entah kapan. Kedua, bagi saya, tulisan yang saya buat memang tak bisa sempurna, masih banyak kekurangan. Nah komentar yang masuk itulah yang menambah [bila ada] kebaikan tulisan saya. Saya juga membagi dua jenis tulisan: yang memang untuk dikomentari dan saya balas, biasanya berbentuk opini, dan yang terbuka untuk komentar namun tak dibalas. Ini biasanya bila tulisan yang disampaikan berupa informasi dari tempat lain. Eh ternyata ada satu lagi, yang ditutup komentarnya namun memberi kesempatan untuk berkomentar di tempat lain.
Lalu jika saya jarang komentar di blog lain maka kita tak perlu berbalas komentar? Terserah. Saya tak berhak mengatur. Saya juga punya keterbatasan akses internet, yang dengan penyaring kata kunci tertentu di jaringan kantor saya tak bisa mengaksesnya. Misal cerpenista.com tak bisa diakses karena ada kata penis-nya. Jangankan berpartisipasi di sana, membaca saja tak bisa. Begitu juga pengguna layanan blogger.com terutama yang kolom komentarnya tertutup, saya tak bisa mengaksesnya. Yang pasti saya tak mau jadi bloger sombong.
Blog saya pake theme yang lagi ngetren, model magz theme, jadi tampilan tulisan hanya sepotong demi mempercantik blog.
Ya silakan saja. Pengaturan tampilan di blog dengan umpan bisa berbeda. Terkadang blog yang isi tulisannya panjang dan dipajang utuh terlihat kurang keren, seperti blog ini. Pengguna WordPress dapat dengan mudah mengaturnya di dashboard. Membaca dari jauh kemudian berkomentar karena ketertarikan, informasi baru atau diperbaharui, atau sekedar lempar salam kenal.
Content is King. Tamu di blog juga Raja. Mulai sekarang mari gunakan umpan penuh untuk blog. Berani?
Tulisan terkait:
- Pake Google Reader Supaya Ga Keder: cara mendaftar dan menggunakan layanan pengumpul umpan Google Reader, dan memasang Reader clip di sidebar blog.
- Silent Reader: mengatur tampilan umpan penuh untuk blog WordPress.


mmm.. gimana yah… mmm ah sudahlah
cepet juga komennya, prie
beda individu beda pula cara mengelola blognya ya, jadi terserah masing2 ya, menurutku .
yah, sekarang saya juga mengikuti perkembangan postingan blog teman-teman melalui google reader
mendukung sepenuhnya…
full feed baru terasa manfaatnya bila koneksi tidak bagus
begitulah yang hamba alami paduka
*menjura* \o/
good good good…
cobain google reader dulu ahh…
wew….Ndutz ngerasa tersindir
Ndutz jg pake google reader ne, Om. Soalnyah koneksi lemot, jadi baca dulu, baru komen. byr gak jd blogger sombong
kenapa nggak berani, bung? hehehehe
saya dah lama pasang plugin full feed. infonya juga dari bung caplang juga kan? bagi saya, ini termasuk salah satu fasilitas kemudahan bagi para pengumpan kok. kalau tertarik utk masuk ke blog, lantas komen, silakan, kalau ndak juga gpp. itu hak sepenuhnya bagi para silent reader….
ah, saya males pakai google reader yang-tak pandai menghitung itu..
spam terselubung
Mengomentari Judul “membaca dari jauh”..
membaca dari deket aja kadang2 pegel matanya, hehehehehe…
Guyon bro…….
wah.. baca dari jauh.. pake kacamata dong.. soalnya ntar ga keliatan jelas kan…hehehe
ternyata kang edy pake google reader juga,, pantesan sering dapet pertamax
[ketahuan rahasianya] hahahaha
saya juga pake google reader kok sebagai referensi bwt jalan2
I love silent reader
@Elys Welt
pada akhirnya emang terserah pengelola blog
tulisan ini cuma opini pengelola dan pembaca blog
@yu2n
selamat membaca dari jauh
@goop
mari kite tegakkan bendera full feed!
halah apa sih hehehe
@baliazura
cobain dikit aja yak, sisain buat yg laen
@AngelNdutz
eh tadi udah sms Kanda perihal trackback lhoo
@sawali tuhusetya
untungnya skarang udah ga perlu pake plugin lagi untuk pasang full feed ya, pak
@Nazieb
hooo spam!! spam!!
@indra1082
asal jangan sampe dipeluk-peluk monitornya, bro hehehe
@geiztia
kan bisa dengan bantuan teropong…
@emfajar
tapi dng koneksi yg merangkak begitu sampe di tujuan malah gagal pertamax
@serdadu95
and I love… my wife
:O jadi selama inih kalian smsan??? :O :O :O
@AngelNdutz
eh orangnya nongol lagi…
abis mo sms Ndutz ga tau nomernya
haduh sekarang saya malah dah ga pake google reader lagi..soalnya mabok,, utangku ribuan postingan belum tak baca..karna mabok udah ga tak bukak bukak lagi,..heheheh
tapi bisa juga kan diseting biar postingan kita di google reader cuma keliatan judul postingan doankz dan isinya tidak di ikut sertakan!
wekekekek
@ika
lho kan ada solusi singkat nan tepat
mark all as read
@trendy
yaa balik lagi ke selera masing-masing, bro
oooh, RSS itu buat berlangganan tulisan tho’. Gue pernah mikir2x ini apa sih artinya RSS dan apa gunanya
thx for the info
Udah tuh, dari dulu … soalnya kesel juga kalau cuma kebagian umpan setengah-setengah
) Kalau ngeblog pengen tenar, mending jangan ngeblog… Kalau ngeblog pengen banyak komentar, mending nggak usah ngeblog sekalian. Ayo lah saudara-saudara, kadang saya hanya ingin membaca saja … nggak komentar gk apa2 kan?
Kalau dihitung2, kayaknya yang baca dan nggak komen tuh jauh lebih banyak daripada yang komentar deh…
Masih gaptek nih,ntar pripat sm om caplang ach…
ceck dulu ah capalangdotnet dah masuk blom di feedreader ku
emang ngaturnya supaya feed kita itu penuh atau kepotong di mana sih?
@Tigis
kata wikipedia sih begitu, bro
saya juga masih kurang paham
@Donny Reza
I agree… kalo mo tenar main sinetron aja yak hehehe
@Sikendi
boleh aja pripat ama gw… nasi bakar yak!
@annmolly
huehehe udah langganan blom, mas?
@jimmy
ah bang jimmy bercanda nih…
ada di general setting> reading trus bagian feed
mau Ndutz kasih?
bener
tamu di blog juga Raja
maka suguhkan postingan terbaik kita
saya pakai reader, tapi akhir-akhir ini jadi silent reader karena sibuk nge-plurk wahahahah..
Jujur saja, semakin lama jumlah rss saya semakin banyak. Tiap saat selalu ada komentator baru di blog saya. Lalu apakah saya harus lemburan untuk menebar komen?
Secara saya, komen pada beberapa blog yg ada kedekatan emosional, post menarik dan blogger pemula.
Kenapa blogger pemula? Untuk memompa semangat ngeblognya. Dengan adanya komen, dia bakal yakin ada orang yang mbaca tulisannya dan terangsanglah dia untuk tetap ngeblog.
hmm, q ngasih feed nya yg summary aja, biar yg baca feed RSS nya penasaran .. kan lebih seru .. hihi
cara baca blog saya acak-acakan.. nggak tahu hari ini mau ketemu blog baru mana, kadang ketemu link setelah googling sesuatu, baca, tapi belum tentu isi komentar
saya pake software feedreader mas.. masukin di USB.