Skip to content

Bodoh dan Pemalas

Indonesia dengan sumber daya yang melimpah mestinya bisa menjadi salah satu negara maju di dunia. Namun kenyataan bicara lain, bangsa ini malah terpuruk dengan masalah yang kompleks. Salah satunya disebabkan masih banyak manusianya yang bodoh dan pemalas.

Manusia bodoh bisa dilihat di jalanan. Mereka yang tak mengerti papan rambu dengan parkir atau berbelok seenaknya, kadang ditambah dengan buta warna yang mengakibatkan melanggar lampu lalu lintas. Lampu kuning yang mestinya diartikan mengurangi kecepatan, akibat kekurangmampuan indera penglihatan, berubah arti menjadi makin gas pol.

Pemalas juga banyak. Para pengguna jalan yang melawan arah biasanya dilanda penyakit malas menempuh seidkit jarak tambahan. Atau pengendara roda dua yang malas antre menembus kemacetan. Ada juga yang berbelok sambil malas menyalakan lampu sein dan melihat keadaan di belakang melalui spion.

Para penegak hukum juga sama, malah sering kali kedua sifat itu ditambah dengan pikun. Ya, pikun bahwa suatu aturan sudah ditetapkan dan seenaknya berubah di lapangan. Aturan menyalakan lampu untuk roda dua, jalur khusus di sebelah kiri hanya diingat beberapa bulan untuk kemudian terlupakan tanpa ada keterangan. Berlaku hanya sebulan, maksimal 3 bulan. Salah satu yang berhasil hanya penerapan aturan mengenakan sabuk pengaman bagi pengguna roda empat. Itu pun diduga lantaran dendanya yang menggiurkan: satu juta rupiah bila melanggar.

Bila ada partai politik atau calon presiden yang berani mengumbar janji perbaikan di bidang transportasi dan lalu lintas, mungkin Pemilu 2009 saya akan memilih yang satu itu. Tidak mencoblos semuanya. Ditambah sifat pemimpin yang sportif dan hanya mengenakan celana dalam.

Indonesia masih bisa bangkit. Tentunya butuh manusia yang tidak bodoh dan pemalas. Sudahkah kita menjadi manusia yang rajin nan pandai?

*246 words in 10 minutes. that’s why i don’t like using draft…

37 Comments

  1. yah… malas dan gak sadar kalau yang mereka lakukan bisa bisa membahayakan nyawa orang lain dan diri sendiri.

    Posted on 18-Jul-08 at 12:19 | Permalink
  2. hmmm,,

    mungkin ga yah ada pemimpin gitu?

    Posted on 18-Jul-08 at 12:48 | Permalink
  3. jadi kita harus milih pemimpin yang cuma pake celana dalam to?? saya pilih tarzaaaaannnn..

    Posted on 18-Jul-08 at 12:57 | Permalink
  4. kl ga pake duit susah….ga bisa bangkit…..

    Posted on 18-Jul-08 at 13:10 | Permalink
  5. Ah…Ndutz uda mule rajin kok om, rajin posting :D
    apakah ituh sudah termasuk SDM yg baek bagi Indonesia?
    mungkin iya kalo presiden qt nanti blogger jg :mrgreen:

    Posted on 18-Jul-08 at 13:35 | Permalink
  6. yah itulah “hanya di Indonesia”

    mudah2an ada pemimmpin yg kayak gt dalam waktu dekat ini.. :D

    Posted on 18-Jul-08 at 14:04 | Permalink
  7. Menurut saya sih karena malas jadi melakukan tindakan-tindakan bodoh

    Posted on 18-Jul-08 at 15:30 | Permalink
  8. mudah2an dengan postingan ini, para pemakai motor yang tidak disiplin jadi disiplin..masyarakat Indonesia perlu menanankam rasa disiplin…

    Posted on 18-Jul-08 at 15:30 | Permalink
  9. Bodoh dan malas ada di individunya, tapi penyakitnya menasional.

    Posted on 18-Jul-08 at 15:50 | Permalink
  10. Klo di jalan… kebanyakan pada buta warna. Mungkin karena sering liat uang kalee… jadinya lampu lalu-lintas terlihat berwarna “Hijau” terus.

    Posted on 18-Jul-08 at 16:04 | Permalink
  11. ya mau dibilang apalagi, memang SDM di negara ini sudah super bobrok…
    kayaknya mustahil deh ada pemimpin yang dapat diandalkan, minimal bisa menepati janji deh…
    Banyak banget yang mesti dibenahi di negeri kita ini… :(

    Posted on 18-Jul-08 at 16:11 | Permalink
  12. Sepakat sobat

    Bangkit negeriku, harapan itu masih ada :)

    Posted on 18-Jul-08 at 16:14 | Permalink
  13. malas tuh musuh negara. mestinya presiden mendeklarasikan perang terhadap malas (atas seizin DPR tentunya)

    Posted on 18-Jul-08 at 16:23 | Permalink
  14. Jepang melirik negara Indonesia, ada anetdot yang menyatakan Jepang siap tukar guling ama Indonesia. Seluruh teknologi dan pabrik milik Jepang jadi Indonesia, di tukar dengan Pulau Pulau Indonesia.

    Posted on 18-Jul-08 at 23:04 | Permalink
  15. Pingin share juga nih. Semoga komen saya tidak terlalu panjang melebihi postingan sampean :)
    Tiap hari aktifitas saya sama dengan kebanyakan orang yang hidup di kota Jakarta. Keluar rumah, jalan kaki sampai halte dan menunggu angkot datang. Begitu seterusnya, tidak terkecuali hari minggu atau tanggal merah. Lho? nggak libur? saya liburnya dapat hari kamis. Mungkin saya beda dengan kebanyakan orang dimana mereka bisa menikmati libur sabtu dan minggu. Tapi tunggu saja, sebuah koran di Jawa Tengah menginformasikan libur kerja akan diganti hari senin dan hari jumat. Ini ada hubungannya dengan pemakaian listrik perusahaan.

    Oke, kembali ke topik pembicaraan. Tentu saja pada hari sabtu dan minggu jalanan lebih lengang pada jam-jam tertentu. Saat hari minggu, kawasan tugu tani (kebon sirih) tampak sepi, kemacetan hampir tidak ada. Jalanan lebih banyak diisi mereka yang ingin jalan-jalan atau olahraga arah Monas. Saya yang biasanya menutup hidung mungkin kalo hari minggu tidak lagi. Tidak lagi bukan berarti tidak selalu lho.

    Hmmm, lalu? so what? ya…!! saya menikmati pemandangan bersih Ibukota untuk beberapa saat saja. Karena begitu lampu hijau lagi, sang sopir KOPAJA seperti kesetanan lagi. Jalan raya yang menjadi milik semua pemakai jalan seperti menjadi miliknya sendiri. Gas ditancap, WRUOOUUMHH!!! kepulan asap pun tak terhindarkan. Kasihan orang di belakang. Dan saya pun menutup hidung saya lagi. Ohmaigaat…

    Ngomong soal kesadaran berlalu lintas memang berawal dari kesadaran individu. Saya sepakat dengan banyaknya kampanye lingkungan bersih oleh LSM atau NGO atau yang lainnya (ah saya tidak tahu apa namanya), tapi saya melihat kadang itu hanya euphoria sesaat saja. Saat ini seperti ini, tapi besok sudah nggak lagi. Entah lupa bodoh atau entah karena malas, meminjam kata Mas Edy.

    So, apa yang harus kita perbuat? Saya sepakat dengan apa yang dilakukan oleh komunitas bike to work, tapi kadang ya merasa kasihan juga dengan mereka. Sudah jarak rumah kantor jauh (misalnya), di jalan kena debu (sehingga mengharuskan mereka memakai masker), dan kadang jadi sasaran ketidakadilan jalanan. Ohh no!!

    Saya bukan pengguna motor, saya pengguna angkutan umum. Bukan karena saya tidak mau beli motor. Kok rasanya idealis banget, hanya karena demi menjaga kebersihan udara kota misalnyat. Bukan begitu masalahnya.

    Sebagai pejalan kaki, saya mempunyai banyak kesempatan untuk menyaksikan kehidupan jalanan dibanding mereka yang naik motor. Saya menilai tindakan yang sakarepe dewe (baca: semaunya sendiri) di jalanan itu tidak hanya dilakukan oleh pemakai motor. Pejalan kaki juga banyak, misalnya menyeberang di tempat semaunya. Menghentikan bus tidak di halte atau tempat pemberhentian yang aman. Wuiih…, rasanya pingin balik ke kampung halaman aja. Bener orang bilang, Jakarta itu Neraka. Lha wong kayak gini kehidupannya. Siapa yang nggak stress. Lho kok jadi curhat sih.

    Namanya juga ngeblog, di sini kita bisa cerita dan berbagi. Trus solusi apa yang hendak saya tawarkan? hmmm… apa ya? Dont be silly, itu aja deh. Jangan kita bertindak semaunya sendiri. Kita harus belajar menghargai orang lain di jalanan. Apa kita nggak malu sama wisatawan yang berkunjung ke Indonesia? melihat pelanggaran dimana-mana? dampaknya bisa ke sektor pariwisata juga lho.

    Mohon maaf bila ada kata yang kurang berkenan. Mohon maaf jika ada yang salah silakan dikoreksi demi kebaikan bersama.

    Oya mas Edy, blog caplang ada berapa sih? ganti template ya mas? domainnya kok juga ganti?

    Salam kreatif!!

    Posted on 18-Jul-08 at 23:23 | Permalink
  16. aduh saya koq merasa kesindir ya.. :D

    Posted on 18-Jul-08 at 23:25 | Permalink
  17. Saya gak termasuk pemalas apalagi bodoh kan? Wkwkwkwkwk….
    klo gitu aku ada saran bro, kita bikin sayembara buat nyari pemimpin Indonesia nantinya yang gak bodoh dan gak malas. Gmn? Gila ya ide saya?

    Posted on 19-Jul-08 at 8:36 | Permalink
  18. Di Bandung, tepatnya di persimpangan jl. Jakarta, jl. Ahmadi Yani, jl. Supratman akhir-akhir ini saya dengar sosialisasi kesadaran berlalulintas dari sebuah pengeras suara yang dipasang di pos jaga. Beberapa anggota polantas dengan senyum ramah mengingatkan pengendara yang tetap bandel tidak mengenakan helm bahkan memberinya gratis sebuah helm yang memenuhi standar.
    Bentuk sosialisasi seperti ini harus terus digalakkan, untuk menyadarkan sebagian masyarakat yang masih ‘bandel’. Sekiranya masih tetap bandel, tindakan tegas harus segera dilakukan agar ada efek jera bagi pelanggar.
    Sayang, sebagian pengendara masih dengan budaya primitifnya, main serobot, berhenti jauh di depan garis stop, ketika lampu hijau menyala jalan sepertinya jadi arena balapan. Duh!

    Posted on 19-Jul-08 at 8:56 | Permalink
  19. Bodoh apa pura-pura bodoh atau dibodoh-bodohi? Malas apa dibikin malas? *Bertanya-tanya*

    Posted on 19-Jul-08 at 10:02 | Permalink
  20. cobos om caplang aja ah….

    Posted on 19-Jul-08 at 11:03 | Permalink
  21. kalo tentang kelalaian pengemudi ituh ga cuman di Indonesia deh…. Soalnya di beberapa negara juga banyak yang nerobos lampu merah atopun nglawan arah… dan orang bodoh itu tidak ada :( yang ada cuman orang males ato ga mau belajar….

    Posted on 19-Jul-08 at 11:27 | Permalink
  22. ada juga blogger yang malas dan bodoh.. contohnya seperti saya ini.. malas posting.. target 2 hari sekali aja gag kesampaian.. bodoh, kalau nulis suka gag jelas.. yang ada di otak gag bisa tersampaikan dengan baik lewat tulisan.. sebetulnya malu terus-terusan seperti ini.. okelah.. saya berusaha untuk mencapai target itu.. good quantity, good quality..

    Posted on 19-Jul-08 at 11:30 | Permalink
  23. Ada juga manusia buta huruf saat menjeput anaknya disekolah menduduki lemari pajangan yang ada tulisan besar “Dilarang duduk di lemari ini” …

    Posted on 19-Jul-08 at 11:51 | Permalink
  24. ho… lagi ngeh kalo mas edy beli baju baru… :D
    ah janji kampanye kapan siy bisa dipercaya? :P

    Posted on 19-Jul-08 at 20:10 | Permalink
  25. yang pasti kalo presidennya kayak saya, gawat itu…

    Posted on 20-Jul-08 at 1:19 | Permalink
  26. warisan kompeni masih mengalir deras tuh *KATUEN(k2n)*..susyahhhh…

    Posted on 20-Jul-08 at 2:35 | Permalink
  27. rada belum nih pak, kadang masi pemalas :-(

    Posted on 20-Jul-08 at 8:17 | Permalink
  28. surat suara pemilu k”gede”an, kayak terst PAULI, males coblos nya ..

    Posted on 20-Jul-08 at 9:44 | Permalink
  29. Malas…ya penyakit semua orang ini mah..
    Hampir semua orang..
    Kang, punten ngga bisa ikutan nih hari ini.
    Salam ya buat semua,

    Posted on 20-Jul-08 at 10:05 | Permalink
  30. betul banget pak.. indonesia gudangnya malas dan bodoh…
    kampanye mengumbar janji perbaikan lalu lintas? betul n kayae ga bakalan ksana deh pak.. lawong perut aja masih pada kosong….

    Posted on 20-Jul-08 at 10:34 | Permalink
  31. wah wah klo aku mah tetep cinta indonesia
    jangan maki maki
    indonesia
    indonesia gak salah
    yang salah to
    pelaku orangnya
    lihat diri kalian
    apa yang sudah anda berikan untuk indonesia
    jangan hanya nuntut apa yang indonesia berikan
    PESSSS men

    Posted on 20-Jul-08 at 11:30 | Permalink
  32. dikota tempat mburuh saya, menyalakan lampu sepeda motor disiang hari udah dilakasanakan sejak lama, pemasangan 2 spions, penggunaan sabuk pengaman . Tapi ya itu tingkat disiplin berlalulintas masih jauh dikatakan dengan baik, srobot sana-sini seenak udelnya sendiri masih sering dijumpai .
    :mrgreen:

    Posted on 20-Jul-08 at 13:38 | Permalink
  33. ntah apa yang membuat mereka (red. pengendara motor yang “bodoh”). barusan aja tadi pagi, ada pengendara motor dimana lampu merah terus aja nyerobot dan belok kanan, dengan helm “cetok” yang tingkat safetynya bisa dibilang nda ada orang tersebut nekat menerobos lampu merah, miris memang, saiah pengguna sepeda yang dari lawan arahnya cuma bisa nggeleng-geleng kepala.
    tak lama polisi menghadang pengendara tersebut, dan saiah pun lega. :D
    agh saiah nda ngerti apa yang saiah ketik

    Posted on 21-Jul-08 at 9:23 | Permalink
  34. malas komen…………….

    ***kabur dan ngunpet***

    Posted on 21-Jul-08 at 11:23 | Permalink
  35. PRIIIIIIIIT!! kamu ditilang karena gonta-ganti nama! :P

    Posted on 21-Jul-08 at 11:25 | Permalink
  36. He he, saya mensikapinya dengan berangkat lebih pagi supaya bisa lebih santai, tidak perlu ngebut dan buru-buru karena takut telat … :mrgreen:

    Posted on 21-Jul-08 at 11:57 | Permalink
  37. Golput golput.

    Ah, moral bangsa emg udah rusak.

    Posted on 22-Jul-08 at 17:20 | Permalink

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *
*
*