Nol*

*Tulisan ini dibuat sebagai syarat mengikuti Shell Blog Writing Competition 2008.

Diperkirakan akhir 2006 sudah ada sekitar 35 juta sepeda motor di Indonesia. Jumlah itu terus meningkat antara lain akibat bertambah mahalnya harga BBM serta mudahnya proses memiliki sebuah sepeda motor yang mendorong masyarakat untuk menggunakan sepeda motor sebagai alat transportasi utama.

Dengan pertumbuhan yang tinggi tanpa adanya penambahan ruas jalan, menimbulkan kemacetan dan angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas yang tinggi lantaran pertumbuhan itu tidak diiringi dengan peningkatan kesadaran berlalu lintas: 3 nyawa meninggal setiap hari. Data kepolisian tahun 2005 mencatat ada 4.156 kasus, tahun 2006 meningkat menjadi 4.407 kasus dan tahun 2007 terjadi 5.145 kasus dengan 999 orang meninggal dunia. Bagaimana dengan korban yang tak tercatat?

Untuk menghadapi situasi seperti ini tak bisa hanya mengandalkan pihak kepolisian. Polisi sepertinya sudah terlalu sibuk memikirkan bagaimana mengurangi kemacetan yang terjadi setiap hari, tanpa bisa berkonsentrasi terhadap pelanggaran lalu lintas yang terjadi.

Sementara produsen roda dua terus menggenjot mesin produksi. Pasar sepeda motor di Indonesia memang menggiurkan. Tahun 2006 menunjukkan Indonesia sebagai pasar nomor tiga terbesar dunia setelah China dan India. Sektor pendukungnya tentu saja ikut kecipratan rejeki, mulai dari pihak leasing, bengkel resmi dan pinggiran, toko asesoris hingga calo SIM. Semuanya mengejar keuntungan tanpa memikirkan keselamatan (calon) konsumen pengguna produknya. Tanpa melihat apakah (calon) konsumen sudah memiliki bekal kemampuan dan pengetahuan berkendara yang baik.

Sungguh bukan pekerjaan yang mudah untuk menciptakan kondisi jalan yang aman dan nyaman bagi penggunanya.

Bagaimana dengan Shell?

Sejak awal kehadirannya, Shell di Indonesia berani membuat gebrakan. Kehadiran SPBU Shell yang memelopori tersedianya angin dan air gratis, hitungan pompa yang akurat, bon pembelian serta cara pengisian bahan bakar roda dua yang mengharuskan pengendara turun dari sepeda motornya demi keamanan.

Bila dipadu dengan penggunaan pelumas Shell Advance yang memiliki teknologi DPA akan menghasilkan pembakaran yang efisien, membuat kendaraan tetap sehat dan hanya menghasilkan sedikit polusi.

Shell juga aktif mengampanyekan aman berkendara. Salah satu kegiatan yang sempat saya ikuti adalah Nonton Bareng MotoGP di Blitz Megaplex. Selain mengajak bikers menyaksikan MotoGP melalui layar bioskop, pada acara tersebut juga diadakan dialog yang membahas aman berkendara.

Masih banyak kegiatan Shell sebagai salah satu produsen pendukung industri roda dua seputar kampanye aman berkendara. Harapan saya, mudah-mudahan ini bukan tren sesaat tapi akan terus berkelanjutan dengan cara-cara kampanye yang tepat. Tidak lagi dengan membuat konvoi yang bisa mengganggu pengguna jalan lain. Bisa juga dengan menggandeng wadah pengendara roda dua yang ada, misalnya RSA :) Sehingga nantinya apa yang dicita-citakan dapat terwujud: from three to zero, dari angka 3 nyawa meninggal setiap hari akibat kecelakaan lalu lintas menjadi NOL.

Salam aman berkendara!

Sumber data:
- Shell in Indonesia
- Statistik dari AISI yang tidak update
- BBC Indonesia
- Trotoar
- okezone.com

This entry was posted in Biker, Indonesia, Keselamatan Jalan and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

17 Responses to Nol*

  1. ulan says:

    tapi kalo mobil enggak harus turun semua dari mobil kan..

  2. Nayantaka says:

    Kalau di negeri tetangga ini mah, angin dan air memang layanan standar di seluruh stasiun pengisian bahan bakar, baik Shell, Petronas, Caltex, Esso maupun yang lainnya. Cuma, self service, bensin harus ngisi sendiri :)

  3. Hidup NOL
    :D
    oh, ya saya kok cenderung menuntut produsen motor untuk mengkampanyekan safety riding. mana CSR-nya, mana?

  4. Hedi says:

    saya paling ga seneng liat kebanyakan orang Indonesia ini jalan2 di sekitar rumah pake motor dan juga anak2 abg yang luntang lantung itu. mereka ga tau apa itu sama aja buang2 bbm

  5. waterbomm says:

    udah deh.. mas edy pemenangnya… **makan-makan

  6. adie says:

    :D bagus! hiyah, harus ada kampanye tentang aman berkendara, karena memang udah ga sedikit yang punya kendaraan. lha yang saya bingung, tiap kali harga BBM naik, tapi kok yang pesen motor sama mobil adaaaaa aja, sebenernya yang protes itu rakyat endonesa apa cuman yang demo?
    *kabur dikejar satpol pp*

  7. hanggadamai says:

    semoga menang ya om“

  8. ghatel says:

    blm pernah nyoba produk shell :D

  9. Ade says:

    kalo menang, traktiran ya ed :)

  10. antown says:

    yaaa, saya kok baru tau info lomba blog ini. padahal mau mendaftarkan orang yang pinter motor misalnya mas edy (lho).

    ditunggu makannya *berbisik*

  11. sigid says:

    Kalau ngomong pelanggaran lalu lintas, jadi ingat kalau hampir setiap kali saya berhenti di lampu merah deket Univ. Borobudur, mesti dibel-bel dari belakang.
    Padahal saat itu lampunya MERAH lho …
    Kalau yang ngebel mobil pribadi sih saya cuekin, tapi kalau angkot, dicuekin bisa sedikit buruk bagi kesehatan … :mrgreen:

  12. kalo jalur kalimalang saya nyerah, mas
    pengendaranya terlalu kedjam! :mrgreen:

  13. ya
    andai saja tak ada lakalantas
    ya
    andai saja semua bisa setertib RSA :D

  14. detnot says:

    sayah doain menang

  15. cK says:

    kalo menang makan-makan™ :mrgreen:

  16. Yoyo says:

    didukung pisan, juga mendukung pisan blog-nya Kang Edi jadi juara, makan-makan ya :)

  17. edratna says:

    Kalau menang…kopdar lagi??? Ehh Cempluk lagi di Jakarta tuh, nggak diajak ketemuan….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>