Saat mahasiswa berteriak turunkan harga
Saat rakyat miskin berdemo pada penguasa
Di mobil mewah ada yang berkata
“Mereka memacetkan jalan saja.
Bagaimana kita bisa bertenggang rasa?”
Bolehkah aku bertanya, apakah kita satu?
Saat anak-anak menangis kelaparan
dihibur ibunya yang sakit-sakitan
Ada juga yang cari kesempatan
menimbun di gudang berbagai pangan
dengan alasan sederhana naikkan keuntungan
Aku pun merenungkan, apakah kita padu?
Yang lain bilang Indonesia Bisa
ada komentar indonesia bisa apa
Apakah KTP saja yang merekatkan kita?
Karena ada yang korupsi dan kolusi
meski artinya ada yang merugi
bisakah kita bangkit, bersama maju?
Keanekaragaman seharusnya anugerah
bukan kutukan yang bisa bikin gerah
tapi saat semua berbeda kepentingan
bisakah semua itu kita kesampingkan
untuk membangun nusantara di masa depan
Apakah kita padu? Apakah kita satu?
[koko]


Blom deh keknya..
iya satu , satu untuk satu kepentingan, untuk satu golongan, untuk satu kelompok, tanpa peduli dengan yang laen
semoga masa depan lebih baek, om !
belum oom. masih terpecah-pecah
satu satu
sendiri sendiri…
ga tau mas
Yang merusak citra demokrasi indonesia pertamakan Mahasiswa mereka tidak ubahnya dengan Preman klo lagi Demo coba mereka demo dengan hati nurani rakyat pasti enggak gini malah rakyat dukung mereka
Mereka Demo dengan Uang sih
Saat mahasiswa berteriak turunkan harga
Saat rakyat miskin berdemo pada penguasa
Di mobil mewah ada yang berkata
“Mereka memacetkan jalan saja.
Bagaimana kita bisa bertenggang rasa?”
Bolehkah aku bertanya, apakah kita satu?
sayangnya bukan hanya mobil mewah saja yang terkena macet…
masih ada supir bis yang di kejar setoran
masih ada pegawai kecil yang buru – buru karena sudah telat,
ada orang sakit yang harus segera ke rumah sakit,
belum lagi, macet == bbm lebih boros, bbm lebih boros berarti lebih banyak polusi dan juga lebih boros duit.
Belum rakyat yang sudah mulai kepanasan
atau bayi yang sudah kegerahan …
jadi demo itu untuk ego siapa ?
siapa membela siapa ?
saiia sih satuuu.. ^gak ada dua nyahhhhh..^
kalo kita berarti lebih dari satu dooonggg..
saya?kita?elo aja kali
ha ha ha
Saat mahasiswa berdemo ada uangnya…
Saat anak-anak dan ibu-ibu kelaparan ada yang sedang asik menimbun…
Saat ada yang bilang Indonesia bisa!!! ada juga yang bilang Indonesia ‘bisa dikerjain’…
Betapa malangnya Indonesiaku…bersatu bisa saja namun sangat sulit sepertinya…
Jadi inget lagunya SO7 yang “generasi patah hati”
hmm… bingung juga kalo ditanya kita satu atau tidak… Kalo aku bilang sih nggak. Keragaman yang kita miliki, kini tidak lagi dilihat sebagai pelengkap dan menjadi satu kesatuan seperti yang dimaknai bhineka tunggal ika. Justru, keragaman dan perbedaan kita, kini dilihat sebagai pengganggu, penghalang, dan harus disingkirkan…
Sejak 1928 kita kan sudah satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa.
Masih kurang apa lagi?
Satu untuk semua,
semua untuk satu.
*au ah lap*
sebuah puisi yang heroik. semoga kita masih menjadi satu bangsa, memiliki satu bahasa, dan mencintai tanah air yang satu. *merenung, mempertanyakan keindonesiaan kita*
kayaknya ya belum satu deh
Perlu jiwa patriot yg tinggi untuk itu
….Bersatu Kita Teguh Bercerai Kita Ambruk…
Kita satu
atau lebih tepatnya kita harus bersatu
Merdeka
waaaah baguusss bgt nih!!!
amat sangat menohok hati…
depth!!!….
sy mah pengennya bersatu ajah…
apapun kondisi kita…
tetap gunakan hati yg bersih dan pikiran jernih
Yang jelas… coba saja menyatukan unit-unit terkecil yang ada di sekitar dulu. Keluarga, RT, RW…
Ketika banyak individu di negeri ini memikirkan dan melakukan hal yang sama, entah kenapa… saya yakin: Indonesia akan satu. Tidak 100%, 68%™ pun boleh
harus deh kayanya kalo bersatu, hmm… terutama generasi muda kayak kita2 ini
satu + satu = dua…satu + dua = tiga dst…hihi…kalo diterusin capek juga ya…hahaha
masi banyak yang terpaksa mikirin diri sendiri dulu
Suka tidak suka, mau tidak mau: memang mesti kita pertanyakan lagi…
kayak puisinya cinta dalam film AADC deh…
)
ntah siapa yang mencoreng keanekaragaman di Indonesia
ternyata untuk bisa satu butuh 2, 3, 4 dan sterusnya yah?
butuh pengorbanan yang besar untuk sebuah cita-cita yang besar….hehehehe yang jelas bagi saya kalau perasaan dan emosi sudah berperan bukan pengorbanan diri untuk kepentingan bersama yang teradi tapi pengorbanan kepentingan bersama untu kepentingan diri sendiri yang justru terjadi.
untuk bisa bersatu di tengah kenaeka ragaman, mungkin yang kita butuhkan antara lain kasih, kepekaan, belajar menerima perbedaan dan menghormatinya …
hngg… postingan yang menarik dan menggelitik… yang jelas masyarakat indon masih belum satu, dan masih belum padu. buktinya? mereka masih mudah dihasut dan diadu. saya pikir, selama kesejahteraan mereka belum tercapai, emosi mereka akan tetap labil…
bhineka tunggal ika sudah mulai terlupakan….
Satu golongan,satu kelompok, klo beda ya pasti beda juga suaranya, begitu fakta di negeri ini, tergantung menguntungkan untuk golongannya atau tidak. Menyatukan suara sepertinya tidak mungkin karena hati kita saja tidak satu
, nasionalis cuma jadi alat kendaraan bagi orang2 yg memuluskan keinginan-keinginannya.
dalem