Semua orang terkesan sinis dengan slogan SBY yang baru: Indonesia Bisa. Kesannya slogan kosong saja, sementara di mana-mana harga naik, rakyat miskin bertambah, dan korupsi dan kejahatan merajalela. Sebenarnya slogan itu maksudnya apa? Apakah Indonesia yang belum bisa, sehingga SBY minta supaya Indonesia supaya bisa?
Tapi, bukannya Indonesia sudah bisa? Indonesia sudah bangkit? Indonesia sudah berdiri sendiri (dalam beberapa level)? Kita memperingati 100 tahun, hari kebangkitan Indonesia. Jadi sebenarnya sudah seratus tahun yang lalu indonesia bangkit dan berdiri tegak bukan? Ya, kita mungkin sempoyongan, lelah, capek dan NYARIS jatuh, tapi sesungguhnya kita masih bangkit. Kalau misalnya ada yang bilang kalau kita terpuruk sekarang, bukankah itu tidak menghargai jasa pendiri Boedi Oetomo seratus tahun yang lalu? Yang sudah bersusah payah membangkitkan Indonesia?
Media memang selalu menayangkan cerita negatif tentang Indonesia dan pemerintah. Halo, itulah tugas media. Menjual sensasi. Kalau tidak sensasional, ya enggak bisalah masuk berita. Tanpa mengecilkan berita meninggalnya Sophan Sophiaan, teman saya juga meninggal gara-gara lubang di jalan raya, tapi media tidak meliputnya. Soalnya memangnya siapa teman saya? Namun, Sophan Sophiaan adalah nama besar yang menjadi korban. Media langsung menyiapkan lampu blitz dan perkembangan dari jam ke jam.
Lihat? Mungkin media juga sudah menipu kita. Betapa berita positif selalu disebut berita ringan di setiap akhir penayangan berita, sementara berita negatif jadi cerita utama. Kenaikan BBM mendominasi 50 menit acara dan di bagian akhir diselipkan cerita tentang seseorang yang menjadi sukses karena kerajinan tangan khas daerah.
Jadi? Indonesia sudah bisa. Jangan bilang kita akan bangkit dari keterpurukan, karena kita masih berdiri tegak. Memar dan biru-biru, tergores oleh kesulitan, tapi masih berdiri tegak. Otak dan hati rakyat Indonesia masih bekerja untuk melakukan apa yang mereka sudah bisa.
Indonesia sudah Bisa! [koko]


kalo gitu salah media dong
*sedih nangis guling guling *
Setuju bro Caplang.. Slogan yang bener-bener wagu..
Mungkin maksudnya Ayo Indonesia pasti masih Bisa beli BBM meskipun harganya dinaikkan.. Ayo Indonesia Bisa..
betul banget kang
mestinya lebih banyak tayangan yang mencerahkan dan positif
mungkin seperti tulisan terbaru saya
cie ,,, maaf nich sekalian promosi lagi
tapi bener
INDONESIA sudah bisa
Indonesia sudah bisa sedari dulu ….
Indonesia Bisa…. mengeluh! *menyindir diri sendiri*
inilah intinya “Jangan asal kutip”
memang berdiri, mas. tapi didorong sana sini, disikut depan belakang, ditendang kiri kanan, akhirnya sempoyongan gini.
harusnya slogan kampanye itu diganti.
Indonesia Lawan !!!
Indonesia sudah bisa apa nih bro?
Indonesia Bisa! barangkali semacam penegasan, pengingat dan penyemangat. Bahwa proses tersebut masih berlangsung dan terus berlangsung.
Sementara Indonesia sudah bisa! cenderung menganggap bahwa proses tersebut sudah usai, paripurna dan rampung. Tak ada lagi yang perlu dan bisa dilakukan.
*asli ngawur nih*
good job, mas koko
Indonesia sudah pasti bisa, bung, hehehehe
bisa demo, menaikkan BBM, menjual rakyat menjelang pilkada, bisa kalah thomas dan ubernya, dan bisa2 yang lain, hehehehe
Bikin slogan kok ambigu….
Malah diece-ece to..?
karena kalimatnya hanya “indonesia bisa” tanpa kata-kata lanjutan, makanya tergolong slogan kosong. “bisa” apa, coba? gak jelas, bro. sungguh, sungguh gak jelas. kita tu butuh yang kongkrit.
saya masih optimis kalau kita masih bisa bangkit dari segala keterpurukan saat ini
Senang melihat ada warga negara yg optimis…
Sebenarnya nggak ada yang salah dengan ucapan SBY itu. Kalau kita pakai tingkatan mulai dari Indonesia Tidak Bisa, Indonesia Belum Bisa, Indonesia Bisa, dan Indonesia Sudah Bisa.
Karena kata “bisa” disitu dapat diartikan suatu proses. Kita belum sampai pada suatu tujuan, tapi kita sedang menuju kesana. Dan arah kita sudah benar, tapi masih banyak yang perlu dikerjakan dan diperbaiki. Itulah arti dari proses dan bukan sekedar tujuan.
Kalau soal media, itulah “hakekat” dari media. “Bad news is good news”. Karena selalu ada unsur “mencuri perhatian” dan “mencari sensasi” dari media, sementara berita baik sangat sedikit mempunyai dua unsur itu.
Cool, khususnya paragraf terakhir bro.
Emang bener kalo kita masih tegak berdiri walau babak belur dimana2x. Dan lucunya yang bikin kita babak belur itu pemimpin kita sendiri.
Jangan nyerah bro, terus bertahan, jangan cengeng.
Selama tangan dan kaki gw masih ditempatnya, gw nda akan bisa nyerah.
expose proses dari ‘bisa’ di indonesia belum tercover.
sehingga kedengeran omong kosong aja..
indonesia bisa! tapi,..
selalu ada tapinya,..
Pãk Sߟ ß¡sa-ß¡sã ájà åh bìkín slôgâñ bärü…
Kämsütñýã õþõ s¡h ?_?
Dulu, ada acara di tipi yang cukup saya sukai. Di transtv. Goodnews.
Acara itu bagus. Mengangkat sisi-sisi positif negeri ini. Sisi yang bisa menumbuhkan harapan dan semangat. Sisi yang bisa membuat dagu sedikit terangkat untuk bangga, “Well…. bad or good is my country”.
Tapi apakah ceritanya berhenti sampai di situ? Ndak
Karena, sebagaimana halnya media bisa menipu jika mem-blow-up berita miring, media juga memiliki potensi menipu saat mengangkat isu-isu positif.
Tanpa berpatokan pada media pun, 68%™ kenyataan dalam kehidupan sehari-hari membuat miris, dalam skala dan sudut pandang yang berbeda-beda.
Saya yang mesti antri minyak (bayangkan! BBM belum naik BBM mulai ngilang!) di Aceh dan disorot media, bisa jadi akan ditonton seseorang di Jawa yang berkata, “Ah… media ini cuma membesarkan saja”.
Perkara jempol kaki saya bengkak di sepatu sempit dan betis saya pegal dalam antrian, ya cuma saya yang merasakan sendiri di sini.
Jadi, relatif sekali sudut pandang terhadap media itu.
Berita di media memang harus dipilah oleh konsumen media seperti kita. Seperti kita memilah iklan tokoh-tokoh yang sekarang parade iklan di layar kaca dan mengeroyok SBY itu.
SBY boleh saja optimis. Tapi… saya tidak yakin ia akan seoptimis demikian jika saja ia merasakan bagaimana antrian di SPBU dan bahkan di eceran pangkalan minyak. Gimana mau pesimis, SBY and the gank (ya, termasuk wakilnya dan para punggawa kabinet + anggota parlemen itu) kalo jalan dikawal moge-moge milik pulisi dengan jalanan yang dibersihkan dan minyak kendaraan yang tak perlu ngantri.
Jika posisi saya dan masyarakat di sudut-sudut nusantara ini dalam posisi seorang elit pemerintahan atau para pakar enonom dan politik yang sudah di zona nyaman, saya bisa jadi akan amat-sangat optimis juga.
Kalau mereka mau harapan yang mereka percayai dipercayai juga oleh rakyat, suruh bubar itu adegan-adegan iring-iringan kemewahan, buka jas, dan perluas protokol utk bertemu rakyat. Jangan datang-datang bertemu rakyat manja minta tenda lah, tarian kehormatan lah, jamuan makan malam lah…
bah! cuih!Kalau memang terlihat bisa berempati dengan para pemilihnya dan (paling penting) para pembayar pajak negara ini, optimisnya mereka akan menjadi optimis bersama.
Amin….
kalau hanya pesimis dan menjelek-jelekkan pemerintah tidak akan ada habisnya, kita mulai dari diri sendiri aja dulu, dengan hal-hal kecil sebagai bentuk pertanggungjawaban moral untuk generasi mendatang, anak cucu kita…….
@ yoyo
Menjelek-jelekkan melulu itu suatu kesalahan, benar memang. Tapi jangan dianggap setiap kritikan atau protes itu selalu sama dengan menjelek-jelekkan lho.
Masalah berbuat hal yang terkecil itu memang bisa dan harus dilakukan. Dari tingkat RT hingga ke kabupaten. Tapi ketika kebijakan yang belum desentralisasi seperti hari ini masih butuh ketok palu sampai urusan aspal kelurahan, perubahan itu pantas untuk dipesimiskan.
Saya jujur saja, sama pemerintahan rasa pesimis saya lebih besar daripada optimis. Tapi tidak untuk rakyat Indonesia. Rakyat tak perlu slogan macam-macam, karena rakyat akan tetap hidup. Mati kekurangan gizi seratus ribu cuma akan jadi statistik belaka. Rakyat akan tetap ada dengan atau tanpa pemerintahan.
Kepesimisan ini yang harus dilawan dengan melakukan perubahan-perubahan kecil. Termasuk empunya blog ini yang menggalakkan kesadaran tertib berlalu-lintas dan mengenakan helm. Itu termasuk hal-hal kecil.
Benturan dengan lingkaran pemerintah apa akan jadi hilang? Oh.. tidak… Akan tetap ada yang namanya pulisi tukang tilang yang cari-cari masalah dari pengendara motor misalnya. Atau Samsat yang mempersulit urusan pajak. Dan itu yang juga mesti dilawan.
Ya. Kita lakukan sajalah yang kita bisa dalam hidup sehari-hari. Pemerintahan udah kadung cuma seremonial pelengkap sahnya sebuah negara saja toh?
Indonesia bangkit? Ya. Dengan atau tanpa pemerintah akan tetap bangkit.
kalau saya lebih suka pada ungkapan “Indonesia Pasti Bisa”. Karena itu berarti kita selalu punya harapan untuk terus berjuang demi masa depan yang lebih baik lagi.
bisa…. bisa apa ya? kasih satu contoh dong…
saya males baca koran
*oot*
iya, memang sudah bangkit, dan loyo jatuh lagi, sekarang indonesia ituh lagi merangkak, belom bisa berjalan, apalagih berlari. perlu beberapa waktu agar semua ituh bisa terlaksana….dan “kita” bukan “saya” atau “kamuh”
bener tuh.. sekarang nonton berita kok malah jadi pedang bermata dua,
kenapa ya media jadi begitu skeptis nya,
lama-lama kasian pemerintah juga..
kasian masyarakat..
kenapa media suka mengadu domba antara pemerintah dan rakyat nya ya, gimana program pemerintah mau sampe ke rakyat kalau media nya udah membubuhui nya dengan banyak komentar negatif, aduh nggak tau deh..
Optimisme dan harapan Klasik.
Biasanya dengan berakhirnya masa jabatan, tujuan dan kepentingannya pun juga ikut berubah.
Saya sih sebagai raykat cuma bisa terus optimis dan berharap semuanya tidak hanya sekedar ucapan,janji dan teori belaka. Praktek dan hasilnya yang ditunggu
lepas berbagai kebijakan SBY menyulitkan orang banyak, harusnya slogan itu bisa menggugah kita supaya otpimistis bukan pesimistis atau ngamuk2 ga karuan…ini saatnya kita jadi pemain akrobat
opo iki?
bisa opo to mas?
jangan lupa bumbu politik, Ed…
dah mao pilpres nih….
bisa apa dulu..dan untuk kalangan siapa itu…
Indonesia Bisa,
Malaysia Boleh,
Jawa Iso,
Palembang Pacak,
English Can Do <- Bener gak seh
It’s only word, Yang penting realisasinya…
Itu ngikuti Malaysia apa M150?
Malaysia Boleh atau M150 Bisa!
Boleh kalau di kita kan artinya bisa.
Great post…..bookmarking your website…
Thanks
*blogwalking nich….mampir ke tempatq yach..*