Ringkasan cerita lalu: Ade dan Ira, sepasang kekasih yang sudah pacaran selama 3 tahun, bahkan tinggal di apartemen yang sama, akhirnya harus berpisah. Bukan lantaran ada orang ketiga tapi karena tuntutan kerja yang mengharuskan Ira pindah ke Surabaya untuk mengepalai kantor cabang di sana.
Sudah dua tahun berlalu sejak perpisahan Ade dan Ira. Kabar terakhir Ade sukses dengan band indie-nya, membeli sebuah rumah yang salah satu ruangannya menjadi studio musik, dan tetap jomblo. Ira pun tak beda jauh nasibnya dalam mencari pasangan. Kesibukan pekerjaan dan kenangan akan Ade selalu jadi alasan untuk menutup hatinya dari lelaki lain.
Kesempatan kembali ke Jakarta, entah untuk laporan dan rapat di kantor pusat, mengunjungi orang tuanya, atau alasan yang dibuat-buat selalu jadi kesempatan yang dimanfaatkan Ira untuk bertemu Ade. Makan malam di restoran favorit mereka yang biasanya dilanjutkan bercengkrama di apartemen atau studio musik. Sambil menonton film terbaru lewat dvd bajakan, atau Trainspotting, film kegemaran Ade yang mengingatkan tetang kebiasaan buruknya sebagai pengguna sabu di masa lalu.
Ade memang sempat menjadi pemakai. Tak ada alasan yang jelas: bukan karena ia seorang gitaris, juga bukan patah hati ditinggal Ira. Awalnya ia hanya mencoba tawaran teman-teman tongkrongannya. Sampai akhirnya ia ketagihan dan harus menggunakan sabu dalam jumlah besar. Jarum suntik yang tadinya hanya sekali menembus kulit terluar dan menelusup ke jalan darah, harus dipompa belasan hingga puluhan kali untuk dapat merasakan nikmat yang sama. Berbulan-bulan Ade mengonsumsi sabu sampai akhirnya ia menonton episode Trainspotting saat bayi lucu di film itu harus meninggal kaku dan biru gara-gara orangtuanya keasyikan menikmati narkotika. Sejak itu timbul keinginan untuk berani mengakui ketergantungannya terhadap sabu dan perlahan meninggalkannya.
“Pakai kondom ya?”, ucap Ade lembut. “Terserah, pokoknya GPL“, balas Ira dengan manja.
Ira merasakan ujung jari kasar Ade yang menuruni punggungnya hingga pinggang. Wajar saja, seorang gitaris memiliki jari kasar. Ade menyadari dirinya beresiko tinggi tertular HIV akibat kebiasaan buruknya dulu. Makanya ia memaksa untuk menggunakan kondom karena tak ingin mengorbankan Ira. Sekaligus tetap bisa menikmatinya.
Pendingin ruangan studio tak mampu membekukan aura pijaran hasrat. Kaca ruangan mixer pun berembun. Mirip saat musuh Sembilan Benua menguasai Jurus Air Api. Atau adegan percintaan Jack Dawson dan Rose DeWitt di mobil dalam film Titanic. Bedanya, Ade dan Ira sengaja menenggelamkan diri. Diiringi lantunan Perfect Day dari Trainspotting yang terus berputar.
Just a perfect day
Problems all left alone
Weekenders on our own
It’s such fun
Just a perfect day
You made me forget myself
I thought I was someone else
Someone good
* * * * * * *
Ira termenung di kamarnya. Kabar yang datang dari Jakarta tengah malam tadi sangat mengguncang. Kakaknya mengirim sms berita duka. Kenangan Ade melintasi pandangannya. Berkelebat silih berganti tanpa ijin seperti hujan deras yang perlahan menggenangi jalanan. Ia tertawa kecil, kemudian menangis. Rintik pun berubah menjadi badai air mata disertai gelegar jeritan dalam diam. Hatinya tersayat, perih. Bagaimana ini terjadi?
Ade telah tiada. Bukan karena Leukemia. Sebenarnya sudah setahun terakhir ini Ade sudah bersih dari sabu dan narkotika jenis apapun. Hari-harinya banyak dihabiskan di studio untuk mengembangkan band indie miliknya sekaligus pengasuh beberapa band lain. Saat sholat Magrib dan Subuh pun selalu meluangkan waktu untuk berjamaah di mushola kecil dekat rumah. Tapi tak semua orang senang dengan perubahan ini. Sekelompok teman lama, pemakai dan pengedar sabu, merasa kuatir bila Ade membongkar jaringan mereka. Hingga suatu malam selepas Isya mereka menjemput Ade tanpa pernah mengantarnya pulang. Keluarga Ade kemudian hanya menerima kabar dari RS Fatmawati bahwa Ade sedang sekarat di ruang UGD akibat overdosis. Orang yang membawa Ade ke rumah sakit cuma bisa menyampaikan bahwa ia melihat tubuh Ade tergeletak di pinggir jalan dan setengah tubuhnya nyaris masuk ke selokan.
* * * * * * *
Pantulan layar monitor menghiasi wajah Ira. Entah sudah berapa kali ia memeriksa barisan kalimat di dashboard blognya, barangkali ada kalimat yang bisa menjeratnya dengan tuduhan pencemaran nama baik berdasarkan undang-undang. Rasanya tak rela untuk berbagi, tapi barangkali ada seseorang di sana yang membutuhkannya? Aku butuh waktu untuk beristirahat sejenak, ucap Ira dalam hati. Ia mengusap mata yang berkaca sebelum akhirnya menekan tombol Publish. Lou Reed setia menemani…
Oh it’s such a perfect day
I’m glad I spent it with you
Oh such a perfect day
You just keep me hanging on
You just keep me hanging on
- – - = = [ O ] = = – - -


ditulis untuk mengenang para sahabat yang telah lebih dulu menendang kejamnya dunia dan meninggalkan aku, keluarga, kekasih, istri dan anak mereka. yes, life sucks. but please, help yourself, cos drugs won’t. they’re killing you.
tak ada maksut menyinggung siapa pun, tak juga terinspirasi cerita manapun. beberapa bagian adalah fakta. mohon maaf bila terjadi kesamaan nama atau jalan cerita.
dah lama ga hetrik…
*istirahat*
ough keren…
semalam liat tabah penemuan yang terjerat narkoba dan istri yang selalu mengingatkan.
btw, apakah seks selalu bergandengan tangan dengan narkoba?
hetrik yang keren…
sekeren postingan yang sudah bisa dijadiin pilem
trus kabar si Ira gimana ?
saya juga masih jomblo nich
hua…
drugs drugs drugs….
life not sucks bro. cuma kita aja yang bikin hidup kita begitu dan begini..
apa yang kita lakuin.. ya itu hidup kita.. hidup cuma menjalankan waktu..
-spechless-
ah elo…. pencemaran nama baik nih….
bisa-bisa gue kopdar kemaren sengaja mau ketemu sama si jendral bayut itu
*menunggu kiriman royalti*
pengalaman yang seharusnya tidak diikuti..
Tul, jauhi narkoba. DI akan membunuhmu melalui berbagai cara.
Hmmm… jangan jangan bandar sindikatnya ituh Om Caplang yah?
orang selalu bilang hambatan terbesar utk berenti dari drug, adalah diri sendiri. bullshit itu, omong kosong.
itu dari teman-teman. selama masih ada link dengan komunitas pemake, nyaris mustahil bisa brenti.
cerita yg menyentuh, bro. tp karena mungkin tidak dimaksudkan sebagai karya yg terlalu nyastra yah… padahal mungkin bisa diperkuat kesan dan suasananya, dgn memperbanyak dialog antartokoh.
dialog yg menyentak seperti “Pakai kondom ya?”, ucap Ade lembut. “Terserah, pokoknya GPL“, balas Ira dengan manja bisa membawa kita ke dunia suram itu, dgn terkaget2 tentunya.
*halah, sok tau banget ya gw*
ditunggu cerita selanjutnyaaaaaaaaaaaaaaaaa
kangeeennnnnn
Itu si ade mati. Kalo ga kan gw bisa mati cemburu..
)
*untung maksunya bukan itu
Narkoba emang ga ada untungnya, hehehe
wow….
ya ampun…
siapa sih narkotika ini? bikin masalah aja….
Waaa kasiaan yaa, padahal sudah 3th…
Ini fiksi ato gag sih??
Makanya,,, Say no to drugs….!
[edy] sebagian adalah fakta
yg mana? ya tebak aja
*uhuk uhuk*
sama ni butu istirahat. kna flu siy bukan aids.
~eh?
kurang hot plang.. tambahi lagi adegannya.. nanggung
adegan yang ada kondomnya kok cuma segitu aja sih?
waduh…karena saya membayangkan para tokoh sesuai dengan nama diatas, jadi rada-rada gimana gituh…
stay away from drugs aja. buat apa sih ngedrugs? buang-buang duit aja..
cerita yang baguuus…..
mas aku kan masih katrox dan ndeso “GPL” kui kepanjangannya apa ya… ?
[edy] coba deketin kursornya ke tulisannya
nanti kan nongol apa itu ge-pe-el
kasiyan , si ade mati gara2 ml ma ira
mang musti hati2 jaman sekarang ini
Ngedrugs?
Kunooooooo….
mending ngedrum… pasti keren layaw…
*padahal sini nggak bisa ngedrum*
*sorry 4 ootness, sir…
*
[maap..agakOOT]
jd inget cerita mbok ikha di remaja nikah muda berujung hiv
innalillahi wa inna ilaihi rajiun…barusan aja si ira dan ade maen bareng, lalu tiba2 meninggal…
Drugs?? gak banget deh.. gak punya duit juga bwt belinya.. mendingan beli cimol di depan kampus
RS Fatmawati? untung gak dimasukin ke Kamar Mayatnya! Coz dulu sewaktu sekolah ridu lewat kamar mayat Fatmawati mulu tiap hari, coz terpisah dari RS-nya.. huhu..
baguuus juga.
lams kenal…..
drug emang bikin kacau segalanya bro
bikin novel nya ajah, trus di filmkan
@bang toga…. justru bang…. cerita seperti ini kalo terlalu banyak dikasi bumbu kesan sastranya imo malah hilang…. segini aja udah bagus kok… yang penting aksplorasi antar tokohnya udah dapet…..
kalo aku ngebayangin dari sudut pandangnya ade tentang perasaannya ke ira kok malah jadi mirip lagu ini ya…
but now I’m high…
Running wild, among all the star above
Sometimes, it’s hard to believe you rememember me
soalnya menurutku mungkin bagi ade dengan keadaannya yang seperti itu suatu keajaiban ira masih bisa mau sama dia lol…
*komen nggak jelas karena lagi stress bikin cerpen g kelar-kelar*
*komen ngaconya keluar*
wah si adenya mati ya…??? salahnya sih nggak pilihb hana aja dulu…. malah lari ke pelukan ira…
jadih cerpenis nich ceritanyah….
inih bukangkeduak blogger ituh khan?
*diamuk massa*
menarik
saya tunggu karya-karya berikutnya
iyaya apa hubungan nya berbanding lurus antara seks dg narkoba?
Terlalu….
makanya mending ngefans ma bang haji Oma lah.
Mirasantika…………………. NO WAY!
Begitulah Ed .. kalau kita menjadi diri kita sendiri berdasarkan pengakuan orang lain. Supaya dianggap teman, dianggap solidaritas, dianggap bagian dari life style, dianggap sebagai pembuktian kalo kita berani dan sebagainya .. kita tak bisa menjadi diri kita sendiri .. kita selalu kawatir tidak diterima oleh orang lain.
http://erander.wordpress.com/2008/03/28/be-yourself/
Brilian…salam buat Ira, Ed
lhah… saya belum cukup umur buat baca yang kayaq beginian… ngomongin kondom sama nyimeng? lah… jauh bener dari dunia saya, om!!!
tetep pake dengan tidak mengurangi rasa hiks!
cuman satu kata “Suip tenan”
Sangat sulit menghentikan ketergantungan dari narkoba…kalaupun mau berhenti, teman lamanya tak rela, demikian juga penjualnya yang telah menikmati keuntungan.
Jadi betul istilah untuk narkoba, adalah hanya jalan satu arah, karena sulit sekali untuk kembali.
Saya belum pernah sedikitpun merasakan drugs. Antibanget sama gituan.
BTW, ini menyebarluaskan paham seks bebas nih. Harusnya cerita ini kategorinya dewasa. Kasihan yang belum bisa pegang kuping melewati kepala, mereka yanh belum bisa mencerna dengan baik.
Ade dan Ira pacaran? koq perempuan sama perempuan pacaran sih?
hoah…
mengenaskan…
jangankan tuan…
hamba saja yang muda sudah mengenal drugs…
but i’m not junkies…
pengalaman pribadi?
*berlalu, dan siap nyampah di caplang.net*
Apaan sie NARKOBA…???
Saya dulu juga pernah punya temen gitaris yang sempet nyoba-nyoba mengkonsumsi sabu. Waktu itu alasan dia make karena bikin dia betah berlama-lama buat belajar gitar. Emang sih dia bisa betah sampe nyaris dua hari nonstop latihan ngegitar, tapi habis efeknya ilang dia nyesel sendiri dan kapok make lagi karena urat-urat tangannya serasa mau putus.
Ooo… berarti ini memang kisah nyata ya, Mas Edy. Saya pikir hanya cerita fiktif. Kalau begitu, sungguh tragis ya nasib Ade. Tadinya saya pikir Ade “SAYAPKU”, eee.. setelah saya baca semuanya ternyata bukan.
wah um ed bisa bikin cerita indah, tapi sepertinyah gw dah pernah baca mmm tapi dimana yah…
mau tau jawabannyah?
kita tunggu galileo
ya dari blognya mas ed kali yah