Lebih Enak Sendiri

Kenapa memilih untuk berkendara sendiri dibanding bersama kelompok? Ga braderhut ah! Belagu! Egois banget! Dasar ganteng! Brengsek!

Melihat kecenderungan kelakuan sekelompok pengendara motor di jalan, wajar rasanya bila aku memilih untuk sendiri. Rasanya masyarakat dan pengguna jalan lain sudah antipati terhadap rombongan sepeda motor. Selain karena aku memang ganteng.

Walaupun kuakui terkadang enak jalan bersama, bisa memanfaatkan fitur memecahkan eh berusaha melipat-yang kemudian berakhir dengan pecah tak sengaja- kaca spion angkot brengsek atau gedor-gedor pintu supir bus AKAP yang tak mau memberi ruang untuk lewat, setelah usaha nyender di sisi kanan bus gagal.

Ingin rasanya mencabut semua atribut komunitas yang menempel di Vitri dan berhadapan dengan komunitas yang sok jagoan di jalan. Beradu pendapat bahwa semua warga sipil pengguna jalan memiliki hak yang sama, tanpa ada yang mendapat perlakuan istimewa untuk didahulukan atau meminggirkan pengguna jalan lain.

Beberapa kali single touring dengan jarak agak jauh lumayan lancar. Tak ada beban menunggu anggota rombongan, tak ada pikiran kepentingan orang lain. Mau berhenti kapan dan di mana saja saat kebeles pipit atau merokok ya terserah. Lagipula, kalau di atas motor kan aku jadi bujangan lagi hihihi…

Tembusan: Surat Keluhan Voorijder yang Mulai Meresahkan

Filed under: Aman Berkendara, Biker, Indonesia, Naik Motor Yuk!. Tag(s):

12 Comments

  1. Goop on 13.03.2008 at 08:39 (Reply)

    Lagipula, kalau di atas motor kan aku jadi bujangan lagi hihihi…

    kurang lengkap kalo belum ditambah >> yang bermesaan dengan Vitri :D
    ______________________________________
    saya masih jengkel dengan rombongan moge, sebenarnya saya benar-benar jengkel atau iri?
    *Jah, malah nanya*

  2. Nazieb on 13.03.2008 at 08:55 (Reply)

    Lagipula, kalau di atas motor kan aku jadi bujangan lagi hihihi…

    Wah… wah.. wah…
    Inget anak istri di rumah Om…

  3. caplang[dot]net on 13.03.2008 at 08:57 (Reply)

    heeeee kok pada ngutip bagian akhir dowang? :P

  4. Payjo on 13.03.2008 at 09:10 (Reply)

    Iya, kadang konvoi-konvoi dari club-club motor arogan sekali. Memakai hampir 2/3 bagian jalan, membunyikan sirene yang tidak diperbolehkan bagi konvoi warga sipil, tidak menghargai pengguna jalan lain.

    Tipikal Indonesia kali, kalo lagi bareng-bareng berani apa aja. Kalo sendirian mah, jiper.

  5. Andrew Anandhika Wijaya on 13.03.2008 at 09:39 (Reply)

    warna gelap backgroundnya bikin postingannya ga kebaca

    *diciumin rombongan motor*

    ya gimana ya…??? saiyah rasa ambulans memang harus diutamakan… *salah fokus karna masi sakit*

  6. stey on 13.03.2008 at 09:44 (Reply)

    hemm..kalo touring enak berdua kali mas..;))

  7. itikkecil on 13.03.2008 at 09:51 (Reply)

    saya lagi sebel sama pengendara motor yang suka seenaknya.
    ngambil jatah pejalan kaki (trotoar). padahal kan semua orang maunya cepet.

    *jadi curhat di sini*

  8. annots on 13.03.2008 at 09:51 (Reply)

    [....Rasanya masyarakat dan pengguna jalan lain sudah antipati terhadap rombongan sepeda motor. Selain karena aku memang ganteng....]

    Padahal waktu ada arak2an rombongan sepeda motor, sampean pake helm rapet-pet ya? Wuiiih gantengnya :D *kabuuur*

  9. almascatie on 13.03.2008 at 10:02 (Reply)

    holoh ternyata alesan sendirian gitu yah ckckkckckkc

  10. harr51 on 13.03.2008 at 10:51 (Reply)

    wahh jatahnya itik diambil ma biker2 yaks..
    gw suka motongin biker2 yg di trotar biar ga bisa lewat :D

  11. adit-nya niez on 13.03.2008 at 11:30 (Reply)

    *liyat judul* >> jomblo ndak enak! :P

    Selain karena aku memang ganteng.

    jadi eneg… :lol:

  12. kendi™ on 13.03.2008 at 16:48 (Reply)

    bener ed, paling enak sendiri, ngga ribet, mau “jajan” juga sendiri aja.

    tapi banyakan juga enak, apalagi kuliner, enak ada yang bayarin :D

    *kangen juga baca2 disini :)

Leave a comment