Dulu aku pernah nulis pengalaman teman yang jatuh dari motor saat mo turing. Jadi awalnya I temanku hendak mengikuti acara Jambore Suzuki Thunder di Yogyakarta. Segala persiapan sudah dilakukan, bahkan sampai mengeluarkan duit beberapa juta untuk modifikasi motornya. Selain modif, servis rutin tentu sudah dilakukan. Pendek kata tinggal berangkat nih!
Apa daya, belum juga mencapai perjalanan sejauh 100 km I sudah harus terkapar di jalanan. Sebabnya ia menabrak batu sebesar helm yang ada di jalan yang gelap. Walaupun dengan kecepatan tak terlalu tinggi, sekitar 60 kpj menurut pengakuannya, tetap menggagalkan rencana turingnya. Motornya rusak dan luka-luka di beberapa bagian tubuh.
Alhamdulillah semuanya tidak parah. Dasar orang Indonesia! Sesaat setelah kaget menabrak batu itu ia reflek melepas pegangan dari motor dan berusaha mendaratkan tubuhnya senyaman mungkin demi meminimalisir luka. Dan memang benar, hasilnya ia hanya menderita sedikit bolong di dengkul dan lecet-lecet di siku. Andai ia memaksa mempertahankan motor bisa jadi ia malah akan terseret dan terluka parah.
Hmm jadi ingat sama kisahku sendiri. Aku pun pernah beberapa kali harus kehilangan: kekasih, barang atau yang lainnya. Merelakannya, itu yang selalu aku coba walaupun pada awalnya terasa sakit dan pedih. Memang butuh waktu. Tapi rasanya lebih baik dibanding kalau aku memaksakan diri untuk terus ‘menahan’ mereka. Ya, merelakan kepergiannya; ikhlas akan lebih tidak menyakitkan bagiku. Memang butuh waktu. Aku tak mau harus terseret entah kemana. Aku tak ingin terluka parah. Aku akan merelakannya, bangkit dan memulai lagi. Ya, itu butuh waktu.


pertamax kah?
wiks, batu segede helm napa bisa dijalan ya? [-(
helm beneran kali…
. . .
saya nggak rela kalo barang yang saya dapatkan dengan usaha sendiri pergi begitu saja…
untungnya saya nggak pernah punya barang yang didapatkan dengan usaha sendiri…
jadi saya rela-rela aja tuh
Analoginya pas n nyentuh…
Ini soal apa, eh siapa Oom?
bahaya emang klo lagi ngendarain sepeda motor kenceng2 di malam malam hari..
@isnuansa
iya pertamax *timpuk pake helm*
ntah gimana dia bisa ada di situ
dah gitu jalannya juga gelap, minim penerangan
@nengbiker
sayangnya bukan, neng…
@Andrew Anandhika Wijaya
haduh namanya panjang amat 8-}
@phiy
untung pas
@Payjo
bukan siapa-siapa, jo
@andi bagus
betul, mas… bisa masup angin
Aku rela kok Plang
aku rela walau hidup susah…
aku rela walau menderita
…. *dibekap*
ada afa ini mas??
[-(
nabuh gendang ngikutin goop nyanyi.
memang sulit buat merelakan sesuatu yang kita sayangi. tapi, life goes on….
relakan saja, biar jadi milik dhemit… wew 8-}
@extremusmilitis
)
syukurlah kalo kamu rela
jangan sakit ati yak
@Goop
ga ada apa-apa kok…
@itikkecil
*nyodorin bekas kantong permen*
yaa begitulah hidup…
*jogedjoged*
@rhei
buat saya aja deh
kl dari mellow2nya mencurigakan nih.. :siul:
@lei
apa hayooo
aku tidak plang!
tidak pernah!!
kalo hilang, ganti.
kalo pergi, susul.
pokoknya harus!
*punya rasa memiliki yang besar,..*
jadi…udah rela nich sekarang??? >:)
setuju sama komentarnya bro bayu pokoknya apa yang udah didapet sendiri ga akan aku lepas walo akhirnya derita yang harus aku derita lebih besar dari derita kekasihku itu hiks hiks hiks ternyata pada musibah kali ini lebih parah kekasihku itu huaaaaa maafkanlah aku yang telah membuat kekasihku jadi begini ini hasilnya kalo mengorbankan kekasih hati jadi dia meninggalkanku sendiri
mudah2an jadi deh punya penggantinya yang lebih macho
tapi tetep sedih kehilangan sammi yang udah RIP
bookmark your blog…thanks 4 share
*blogwalking nich….mampir ke tempatq yach..*
Hello there, just was alert to your blog thru Google, and found that it’s truly informative. I’m going to be careful for brussels. I’ll be grateful for those who proceed this in future. Many other people shall be benefited from your writing. Cheers!