“Di atas bukit yang terpencil, terdapat perkampungan yang ditinggali suku minyak tanah. Mereka hidup dalam damai. Namun perlahan dengan semakin berkembangnya tehnologi dan ekonomi kehidupan mereka mulai terancam: populasi yang makin sedikit dan terancam punah. Agresi dari suku lain perlahan masuk: suku gas!”
Kisah di atas bukanlah potongan Aang Avatar Legend : The Last Airbender yang disensor karena memuat parodi agama kepentingan pemerintah. Masyarakat yang memiliki kepandaian sebagai ground-oil bender (baca: pengendali minyak tanah) ini memang makin terdesak. Kebijakan konversi minyak tanah ke gas masih berantakan di mana-mana: kebutuhan yang masih tinggi, secuil suplai dan belum meratanya pembagian kompor gas gratis yang akan ditambah aturan kartu kendali. Di brosurnya bilang aturan ini sudah dimulai September 2007 tapi di situs BPH Migas ada wawancara dengan Pertamina pada Januari 2008. Nah lho…
(klik gambar untuk memperbesar)
Kartu kendali ini dimaksudkan mengatur pembelian minyak tanah HANYA untuk keperluan rumah tangga dan industri kecil berizin. Tidak untuk keperluan lain. Sayangnya lagi-lagi kartu kendali masih belum jelas aturan mainnya. Hari Selasa adalah hari minyak bagi Bapak sebagai salah satu (agen) pengendali minyak tanah yang juga memiliki kewajiban dalam mendistribusikan dagangannya. Pada hari itu Bapak serasa raja minyak kelas kakap yang dikelilingi bidadari para konsumen—kebanyakan ibu-ibu— yang berebutan antri membeli minyak tanah.

Mungkin di antara kita sudah jarang atau tidak menggunakan minyak tanah lagi. Atau bahkan belum pernah menyentuh minyak tanah sama sekali? Tapi mungkin di antara Anda adalah ahli manajemen. Andai pemerintah masih setengah-setengah dalam menerapkan kebijaknnya, tolong bayangkan sejenak: di antara jejalan bidadari syurga konsumen yang mengantri, Bapak harus mengisi log book dan memilah mana konsumen yang memiliki kartu kendali dan mana yang tidak. Bayangkan juga, saat ada konsumen yang begitu membutuhkan minyak tanah untuk memasak demi menyuapi anaknya namun tak punya kartu kendali. Apa yang akan terjadi? Ada solusi? Atau tak peduli?
Sumber :
- Pertamina Usulkan Penerapan Kartu Kendali
- Skema alokasi minyak tanah subsidi


Bapaknya sibuk banget ya mas??
_________________________________
kira-kira, kebijakan itu apakah tidak terlalu tergesa-gesa ya??
dan ingat, katanya harga minyak dunia skarang ini kian mahal ya??
saya tertarik pada pertanyaan pertama, apa yang akan terjadi??
solusi belum ada
kalo peduli?? paling sebatas dalam tulisan mungkin
Kira-kira adakah Avatar: The Last Ground-Oil Bender? alias manusia terakhir yang masih pakai minyak tanah
ribet yaa….
jadi inget, katanya avatar udah ada yang baru..
udah nonton ampe invasi blun??
kacau ya….. tapi agak susah kalau misalnya mau pake kartu pengendali itu. Memangnya ada jaminan, yang dapet kartu itu orang yang berhak?
makin taun makin canggih teknologi tapi kok makin aneh negara ini,,huhuhu pake kartu kendali pula! tante ku dapet tuh, tapi dikampungku belum ada sih. ada satu kota dimana minyak tanah masih mudah didapat,,haha secret..hehe
wah kudu nyari energi alternatip nih
nyak…minyak…
minyak angin nya, bang?
ada caplang jugax lho….
Kok agresi ya sebutannya ? bukannya suku minyak tanah bisa berevolusi menjadi suku gas?
Antre kartu kendali? walah, bung caplang, yang begini ini yang sering menjadi sumber KKN di kalangan masyarakat bawah. mereka yang membutuhkan justru sering ndak dapat jatah karena dah diembat duluan ama mereka yang kebetulan saudaranya orang yang berwenang. Kalo emang pingin membantu rakyat, mestinya harganya aja yang ditekan, ndak usah pake kartu antre. rakyat malah jadi makin ndak terurus. halah.
saya pilih jadi warga air saja bisa ga?
weh..
tukang minyak toh…
ath kemari bang caplang..
langka disini….
ngantrinya kalo ada nih, misalnya disamaain sama motornya om caplang bisa nyampe 500 motor kalo dideretin…
gimana kalo diganti sama orang…
panjang bukan…
Pingback: Avatar The Last Airbender » Blog Archive » Suku Minyak Tanah
walah…ternyata caplang itu selain mengeluarkan minyak kayu putih, juga menyediakan minyak tanah..
*kesummon trekbek*
Anooo… Gara-gara suku minyak tanah ini, uang sewa kamar kost saya bisa naek! *penjelasannya panjang*
Kenapa suku minyaktanah tak mau bermutasi jadi suku gas?
Kalau saya jadi si ayah yang dalam dilema, saya lebih memilih menuhankan peraturan, tetap mencap jidat-jidat yang harus dicap.
Kalau memang darurat, masa sih tak bisa bisa diusahakan supaya dia tetap bisa masak.
Maaf menganggap sederhana, abis saya ga mengalami sih.
lhaa… gak segampang itu lah Jeng… untuk merubah menjadi suku gas, kan masih banyak yg duit nya receh, kalo ngisi gas kan gak bisa recehan (walaupun harga minyak tanah jg tidak recehan lagi). Udah gitu Jeng… yang udah dibagi gas and kompor gratis juga masih banyak yang belum berani pake..ada gosip yg bilang gampang meledak lah… pusing jg yaa mikirin RI (baca: Republik Indah) ini… halaaaah!!
Pingback: mENGAPA hARUS aNtRI mINYAK tANAH? « Sains-Inreligion
uh……susah memang jd orang kecil……….
mitan d ganti gas,mending kalau gasnya ada.
udah mitan gak ada,gas susah dicari.anakku makan apa????????????????
(gak bisa nanak nasi)